Pengaruh Kondisi Drainase dan Tata Guna Lahan terhadap Ketahanan Kawasan Permukiman dalam Menghadapi Banjir di Joglo, Kembangan, Jakarta Barat
DOI:
https://doi.org/10.56393/antropocene.v6i1.4617Keywords:
Banjir, Drainase, Tata Guna Lahan, Ketahanan Permukiman, JogloAbstract
Banjir berulang setinggi 100–150 cm di wilayah Joglo, Jakarta Barat, dipicu oleh alih fungsi lahan masif dan penurunan kinerja drainase perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi fisik drainase serta intensitas tata guna lahan terhadap ketahanan kawasan permukiman menggunakan kerangka Baseline Resilience Indicators for Communities (BRIC) yang komprehensif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan langsung terstruktur pada 25 titik sampel utama dan analisis spasial Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan risiko banjir tinggi secara konsisten memiliki saluran drainase mikro dengan tingkat sedimentasi buruk, penumpukan sampah domestik, dan ketiadaan area resapan alami akibat dominasi permukaan kedap air yang masif. Akibatnya, indeks resiliensi agregat kawasan Joglo berada pada kategori sedang (nilai 0,58) karena masyarakat masih bergantung pada tindakan adaptasi struktural mandiri seperti peninggian lantai rumah tanpa dukungan sistem kesiapsiagaan darurat kawasan. Penelitian menyimpulkan pentingnya transisi terencana menuju Solusi Berbasis Alam dan manajemen informasi bencana digital untuk menjamin ketangguhan sosial-ekonomi komunitas secara berkelanjutan.
Downloads
References
Aditya, R., & Nugroho, S. (2023). Integrasi sistem drainase berkelanjutan (SUDS) dalam pengendalian banjir kawasan urban padat. Jurnal Infrastruktur Perkotaan, 9(1), 14–25. https://doi.org/10.31284/j.jip.2023.v9i1.3821
Agustina, T. (2026). Resiliensi permukiman tepian sungai terhadap banjir berbasis Resilience Radar Index di Kampung Banjar, Kasongan Lama, Katingan, Kalimantan Tengah. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN), 6(1), 45–56. https://doi.org/10.54082/jupin.101
Aini, N., & Setiawan, B. (2024). Partisipasi masyarakat dalam mitigasi banjir berbasis komunitas di pemukiman bantaran sungai. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 12(2), 180–195. https://doi.org/10.14710/jwl.12.2.180-195
Alfath, N. (2022). Adaptation strategies to climate change impacts in the area of Sidenreng Lake, Sidenreng Rappang Regency. Pena Teknik: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik, 8(1), 12–23. https://doi.org/10.51557/pt.v8i1.1234
Anwar, H., & Pratama, M. A. (2025). Evaluasi efisiensi lubang biopori dan sumur resapan dalam mereduksi limpasan permukaan di area komersial. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 10(1), 44–55. https://doi.org/10.29244/jsil.10.1.44-55
Arifin, M. (2021). Konsep penanganan bencana banjir pada perumahan Perumnas Manggala Kota Makassar. TEPAT: Jurnal Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat, 4(2), 152–164. https://doi.org/10.25042/jtech.v4i2.234
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, & Meliala, L. (2024). Solusi berbasis alam untuk pengelolaan risiko banjir perkotaan. Kementerian PPN/Bappenas. https://lcdi-indonesia.id/2024/02/05/solusi-berbasis-alam-untuk-pengelolaan-risiko-banjir-perkotaan
Budiyono, A., & Ramli, M. (2023). Pemetaan risiko banjir perkotaan menggunakan analisis spasial multi-kriteria (SMCA). Jurnal Penginderaan Jauh Indonesia, 5(2), 89–101. https://doi.org/10.24895/JPI.2023.v5i2.721
Fadhilah, N., & Kusuma, A. (2024). Aplikasi Low Impact Development (LID) sebagai solusi arsitektur ramah lingkungan penurun debit banjir. Jurnal Arsitektur Zonasi, 7(2), 210–223. https://doi.org/10.17509/jaz.v7i2.64100
Gunawan, I., & Wibowo, A. (2022). Strategi adaptasi struktural dan non-struktural menghadapi banjir rob di pesisir utara Jawa. Jurnal Manajemen Bencana (JMB), 8(1), 33–46. https://doi.org/10.33172/jmb.v8i1.1023
Haris, M., & Fajri, N. (2025). Efektivitas ruang terbuka hijau (RTH) publik sebagai infrastruktur hijau pengendali genangan air kota. Jurnal Penataan Ruang, 20(1), 12–24. https://doi.org/10.12962/j23375779.v20i1.15420
Hidayat, R., & Lestari, P. (2023). Desain rumah panggung modern adaptif banjir sebagai bentuk transformasi kearifan lokal arsitektur Nusantara. Jurnal Sains dan Teknologi Arsitektur, 11(2), 142–155. https://doi.org/10.24246/jsta.v11i2.3411
Ihsan, M., & Siregar, F. (2024). Analisis kapasitas penampungan air hujan (rainwater harvesting) pada skala rumah tangga perkotaan. Jurnal Energi dan Lingkungan, 20(2), 77–88. https://doi.org/10.29122/jel.v20i2.5401
Kristianto, H., & Utami, S. (2023). Evaluasi teknis dimensi saluran drainase mikro di area pemukiman rawan genangan. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 25(1), 56–67. https://doi.org/10.15294/jtsp.v25i1.41200
Mahardika, G., & Handayani, W. (2024). Kajian resiliensi institusional dalam tata kelola risiko bencana banjir bandang. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 20(3), 312–327. https://doi.org/10.14710/pwk.v20i3.51341
Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 11/PRT/M/2014 tentang pengelolaan air hujan pada bangunan gedung dan persilnya. https://klinikkonstruksi.jogjaprov.go.id/storage/images/peraturan/PerMen%20PU%20No%2011%20Th%202014%20ttg%20Pengelolaan%20Air%20Hujan%20pd%20BG%20%26%20Persilnya.pdf
Muliani, F., Zuraihan, & Munandar, A. (2026). Transformasi model perancangan rumah berbasis kearifan lokal untuk mitigasi banjir. ARSITEKNO, 13(1), 34–45. https://doi.org/10.29103/arsitekno.v13i1.12500
Pradana, A., & Suryani, A. (2025). Pemanfaatan sistem informasi geografis (SIG) untuk penentuan zona evakuasi banjir terpadu. Jurnal Geodesi dan Geomatika, 18(1), 45–58. https://doi.org/10.25105/jgg.v18i1.16200
Putra, R. A., & Sari, D. K. (2023). Implementasi peraturan daerah tentang sumur resapan pada bangunan gedung komersial. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 10(1), 88–109. https://doi.org/10.38011/jhli.v10i1.543
Rahmawati, E., & Wijaya, C. (2024). Dampak genangan banjir terhadap penurunan kualitas aset jalan lingkungan perkotaan. Jurnal Infrastruktur Berkelanjutan, 5(2), 102–115. https://doi.org/10.32528/jib.v5i2.981
Ramadhan, D. N. S. (2022, October 11). BNPB berkaca dari Tokyo untuk solusi penanganan banjir Jakarta. ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/3172589/bnpb-berkaca-dari-tokyo-untuk-solusi-penanganan-banjir-jakarta
Sadhwasadhuhitanigrahawijnya, N., & Widyaningsih, R. (2023). Efektivitas bangunan sumur resapan terhadap drainase Kampung Timuran dan Prawirotaman. Jurnal Teknik Hidrolik, 14(2), 112–125. https://doi.org/10.29122/jth.v14i2.6100
Sanjaya, M. F., & Utama, L. (2023). Pemodelan hidrologi debit banjir rancangan menggunakan metode HEC-HMS di wilayah sub-DAS urban. Jurnal Teknik Pengairan, 14(2), 125–138. https://doi.org/10.21776/ub.pengairan.2023.014.02.04
Saputra, A. W. W., Rubiantoro, P., Dermawan, V., & Asmaranto, R. (2024). Edukasi teknologi sumur resapan untuk mitigasi genangan banjir di kawasan Dinoyo, Malang. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 362–369. https://doi.org/10.31004/cdj.v5i2.26451
Sutopo, B., & Wardani, K. (2025). Pengembangan instrumen kearifan lokal “Rumah Lantap” dalam memitigasi bencana banjir luapan sungai. Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 23(1), 18–29. https://doi.org/10.20961/jalb.v23i1.69123
World Bank. (2021). Meningkatkan ketangguhan banjir perkotaan melalui ruang terbuka hijau publik yang sehat dan multifungsi. World Bank Blogs. https://blogs.worldbank.org/in/eastasiapacific/meningkatkan-ketangguhan-banjir-perkotaan-melalui-ruang-terbuka-hijau-publik-yang
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zakiyyah Nur Fatimah, Cindri Agnes Gulo, Stivens Justin Boky, Fathin Aulia Rahman, Marta Putri Sayangi Daeli, Shoji Anugrah Mailangkay

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

