Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora
https://journal.actual-insight.com/index.php/antropocene
<p><strong>Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora</strong> adalah jurnal penelitian yang terbit setiap bulan. Antropocene menyediakan wadah bagi dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi ilmu berupa artikel penelitian empiris dan teoritis, studi kasus, dan kajian pustaka. Jurnal ini mengundang para profesional di dunia pendidikan, penelitian, dan kewirausahaan untuk berpartisipasi dalam menyebarluaskan ide, konsep, teori baru, atau perkembangan ilmu-ilmu kemanusiaan, dengan cakupan di bidang antropologi, budaya lisan dan budaya tulisan, bahasa, seni klasik dan kontemporer. Pada edisi ini telah <strong><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/13511">Terindeks SINTA 5.</a></strong></p>Actual Insighten-USAntropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora2775-5991Pengaruh Kondisi Drainase dan Tata Guna Lahan terhadap Ketahanan Kawasan Permukiman dalam Menghadapi Banjir di Joglo, Kembangan, Jakarta Barat
https://journal.actual-insight.com/index.php/antropocene/article/view/4617
<p>Banjir berulang setinggi 100–150 cm di wilayah Joglo, Jakarta Barat, dipicu oleh alih fungsi lahan masif dan penurunan kinerja drainase perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi fisik drainase serta intensitas tata guna lahan terhadap ketahanan kawasan permukiman menggunakan kerangka <em>Baseline Resilience Indicators for Communities (BRIC)</em> yang komprehensif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan langsung terstruktur pada 25 titik sampel utama dan analisis spasial Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan risiko banjir tinggi secara konsisten memiliki saluran drainase mikro dengan tingkat sedimentasi buruk, penumpukan sampah domestik, dan ketiadaan area resapan alami akibat dominasi permukaan kedap air yang masif. Akibatnya, indeks resiliensi agregat kawasan Joglo berada pada kategori sedang (nilai 0,58) karena masyarakat masih bergantung pada tindakan adaptasi struktural mandiri seperti peninggian lantai rumah tanpa dukungan sistem kesiapsiagaan darurat kawasan. Penelitian menyimpulkan pentingnya transisi terencana menuju Solusi Berbasis Alam dan manajemen informasi bencana digital untuk menjamin ketangguhan sosial-ekonomi komunitas secara berkelanjutan.</p>Zakiyyah Nur FatimahCindri Agnes GuloStivens Justin BokyFathin Aulia RahmanMarta Putri Sayangi DaeliShoji Anugrah Mailangkay
Copyright (c) 2026 Zakiyyah Nur Fatimah, Cindri Agnes Gulo, Stivens Justin Boky, Fathin Aulia Rahman, Marta Putri Sayangi Daeli, Shoji Anugrah Mailangkay
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-232026-09-236111410.56393/antropocene.v6i1.4617