https://journal.actual-insight.com/index.php/decive/issue/feedDe Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan2026-06-10T15:15:36+00:00Genoveva Mariactualinsight21@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan</strong> is a peer-reviewed journal dedicated to publishing high-quality research in the fields of Citizenship Education, Pancasila Education, Values Education, Moral Education, Political Education, Legal Education, Anti-Corruption Education, Multicultural Education, Character Education, and other related areas that contribute to the advancement of Pancasila and Citizenship Education. The journal is published twelve times a year and serves as a platform for disseminating research findings from teachers, lecturers, students, and scholars with an interest in educational research and practice.<br />This journal is published in collaboration with <strong>Actual Insight : Lembaga Penelitian Pengembangan, Penerbitan dan Publikasi </strong>dengan <strong><a title="AP3KnI" href="https://drive.google.com/file/d/1CNFb9nSYEzOB8fKogfz74V7ZmGEWlofY/view" target="_blank" rel="noopener">Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI).</a></strong></p>https://journal.actual-insight.com/index.php/decive/article/view/4381Kemandirian Finansial Siswa dalam Perspektif Ekonomi Kewarganegaraan siswa Sekolah Menengah Atas 4 Sorong Kepulauan2026-06-10T15:09:54+00:00Daniyati Daniyatidaniyati0222@gmail.comIhsan Ihsanihsan@unimudasorong.ac.idVebby Anwarvebbyanwar1512@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis kemandirian finansial siswa dalam pengelolaan uang saku ditinjau dari perspektif ekonomi kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Sorong Kepulauan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang melibatkan 61 siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki pemahaman dasar mengenai pengelolaan uang saku, yang ditunjukkan melalui kemampuan mengatur pengeluaran sesuai kebutuhan, menabung, dan menentukan prioritas penggunaan uang. Namun, penerapan perilaku tersebut belum dilakukan secara konsisten karena masih dipengaruhi oleh kecenderungan konsumtif dan rendahnya perencanaan keuangan. Dalam perspektif ekonomi kewarganegaraan, kemandirian finansial mencerminkan nilai tanggung jawab, disiplin, pengendalian diri, serta kemampuan mengambil keputusan ekonomi secara rasional dan etis. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi literasi finansial dan Pendidikan Kewarganegaraan berkontribusi dalam membentuk warga negara yang mandiri, bertanggung jawab, dan bijak dalam mengelola sumber daya ekonomi.</p>2026-06-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraanhttps://journal.actual-insight.com/index.php/decive/article/view/4304Rekonstruksi Civic Virtue Digital Berbasis Piil Pesenggiri dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Indonesia2026-05-01T04:57:02+00:00Ahmad Nur'Afief Dwianugrahaahmadnurafifdwianugraha@gmail.comYayuk Hidayahyayukhidayah@uny.ac.idSuyatosuyato@uny.ac.idPuji Wulandari Kuncorowatipuji_wulandari@uny.ac.idSumantin Sitorussumantin1fisip.2025@student.uny.ac.id<p>Era disrupsi nilai memicu krisis etika berupa disinformasi, polarisasi, dan degradasi moral yang mengancam stabilitas sosial. Tantangan ini diperburuk oleh dominasi perspektif Barat dalam pendidikan kewarganegaraan digital yang kurang menyentuh akar budaya lokal. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka kerja pendidikan kewarganegaraan digital berbasis etnopedagogi <em>Piil Pesenggiri</em> sebagai strategi mitigasi disrupsi nilai di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif studi pustaka, ditemukan bahwa nilai-nilai <em>Juluk Adek</em>, <em>Nemui Nyimah</em>, <em>Nengah Nyappur</em>, dan <em>Sakai Sambayan</em> dapat direkonstruksi menjadi fondasi <em>civic virtue</em> digital meliputi integritas identitas, etika komunikasi empatis, partisipasi inklusif, dan kolaborasi kolektif yang bertanggung jawab. Hasil kajian menunjukkan internalisasi kearifan lokal Lampung ini berfungsi sebagai "benteng moral" yang menjembatani identitas digital dengan nilai sosial masyarakat. Simpulan penelitian menegaskan bahwa rekonstruksi etnopedagogi ini sangat krusial untuk membangun karakter warga digital yang bertanggung jawab sekaligus membumikan nilai-nilai luhur keindonesiaan dalam ekosistem global yang homogen demi penguatan identitas nasional yang berkelanjutan di masa depan secara komprehensif utuh.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraanhttps://journal.actual-insight.com/index.php/decive/article/view/4407Pergeseran Paradigma Kebudayaan Kewargaan: Dekonstruksi Nilai Gotong Royong Pada Tradisi Pesta Sekolah Di Desa Golo Langkok2026-05-26T02:20:15+00:00Venansius Gabursobinaanut@gmail.comDorkas Yufice Ariyanti Kaledorkas.kale@staf.undana.ac.idThomas Kemil Masithomas.masi@staf.undana.ac.idFadil Mas’udfadil.masud@staf.undana.ac.idAnif Istianahanif.istianah@staf.undana.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan sudut pandang masyarakat terhadap tradisi Pesta Sekolah di Desa Golo Langkok serta mengidentifikasi faktor penentu transformasi budaya tersebut menjadi sarana pencarian keuntungan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui observasi dan wawancara terhadap tokoh adat, penyelenggara, serta warga penyumbang. Landasan teoretis yang digunakan untuk membedah fenomena ini adalah teori solidaritas sosial Emile Durkheim dan teori dinamika kebudayaan Pitirim Sorokin. Hasil penelitian mengungkapkan terjadinya penurunan nilai ketulusan menjadi orientasi materi yang praktis, di mana tradisi kini lebih berfungsi sebagai alat pengumpulan uang dan pembuktian status sosial daripada dukungan pendidikan murni. Temuan menunjukkan adanya penyimpangan alokasi dana yang dialihkan untuk kebutuhan konsumtif, sehingga memicu risiko putus sekolah bagi mahasiswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kritis mengenai peralihan motif pengabdian sosial menjadi kepentingan ekonomi pribadi berdasarkan penurunan etika kewargaan lokal. Studi ini berkontribusi pada bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui implikasi penguatan nilai karakter dan kebajikan sipil (<em>civic values</em>). Direkomendasikan adanya revitalisasi norma adat untuk memulihkan fungsi asli tradisi sebagai jaring pengaman pendidikan.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraanhttps://journal.actual-insight.com/index.php/decive/article/view/4383Penerapan Model Value Clarification Technique Berbasis Permainan Edukatif untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Sekolah Dasar2026-06-10T15:15:36+00:00Johrina Wendajorinawenda@unimudasorong.ac.idRoni Andri Pramitaroniandripramita@unimudasorong.ac.idMursalim Mursalimmursalim@unimudasorong.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model <em>Value Clarification Technique</em> (VCT) berbasis permainan edukatif terhadap peningkatan kedisiplinan siswa kelas V SD Negeri 42 Kota Sorong. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas 50 siswa yang dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket kedisiplinan siswa, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model VCT berbasis permainan edukatif memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kedisiplinan siswa dibandingkan pembelajaran konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis nilai yang melibatkan aktivitas reflektif dan partisipatif mampu membantu siswa memahami, memilih, dan menerapkan nilai disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perspektif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, kedisiplinan merupakan bagian dari karakter warga negara muda yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, model VCT berbasis permainan edukatif dapat menjadi alternatif pembelajaran yang mendukung penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraanhttps://journal.actual-insight.com/index.php/decive/article/view/4377Dinamika Peer Group dan Penyimpangan Remaja di Kelurahan Oesapa: Sebuah Tinjauan Civic Morality2026-05-19T08:06:23+00:00Erwin Styven Aditya Tarierwintari666@gmail.comDorkas Yufice Ariyanti Kale dorkas.kale@staf.undana.ac.idThomas Kemil Masi thomas.masi@staf.undana.ac.idDaud Yefkanius Nassadaud.nassa@staf.undana.ac.idFadil Mas’udfadil.masud@staf.undana.ac.id<p>Maraknya perilaku menyimpang remaja di kawasan indekos Kelurahan Oesapa menjadi tantangan serius dalam pembentukan karakter warga negara muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika <em>peer group</em> dan faktor pendorong penyimpangan tersebut dalam perspektif <em>civic morality</em>. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik <em>purposive sampling</em>, melibatkan 8 orang informan yang terdiri dari remaja anggota <em>peer group</em>, warga, dan tokoh masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku menyimpang terbentuk melalui tiga tahap: eksternalisasi (penyesuaian diri), objektivasi (perilaku mulai dianggap wajar dalam kelompok), dan internalisasi (perilaku menjadi bagian dari identitas diri). Dinamika ini berdampak pada penurunan karakter remaja akibat kuatnya interaksi kelompok dan tekanan sosial yang mengabaikan norma kewargaan. Kesimpulannya, penyimpangan remaja di Oesapa merupakan hasil dari proses belajar sosial dalam lingkungan pergaulan yang minim kontrol. Sebagai aksi nyata, diperlukan penerapan <em>community-based civic education</em> (pendidikan kewarganegaraan berbasis komunitas) yang mensinergikan keluarga, warga sekitar, dan aparat wilayah untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai kewargaan dan mereduksi dampak negatif <em>peer group</em>.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan