https://journal.actual-insight.com/index.php/decive/issue/feed De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2026-08-06T04:21:56+00:00 Genoveva Mari actualinsight21@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan</strong> is a peer-reviewed journal dedicated to publishing high-quality research in the fields of Citizenship Education, Pancasila Education, Values Education, Moral Education, Political Education, Legal Education, Anti-Corruption Education, Multicultural Education, Character Education, and other related areas that contribute to the advancement of Pancasila and Citizenship Education. The journal is published twelve times a year and serves as a platform for disseminating research findings from teachers, lecturers, students, and scholars with an interest in educational research and practice.<br />This journal is published in collaboration with <strong>Actual Insight : Lembaga Penelitian Pengembangan, Penerbitan dan Publikasi </strong>dengan <strong><a title="AP3KnI" href="https://drive.google.com/file/d/1CNFb9nSYEzOB8fKogfz74V7ZmGEWlofY/view" target="_blank" rel="noopener">Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI).</a></strong></p> https://journal.actual-insight.com/index.php/decive/article/view/4331 Pembentukan Civic virtue Siswa melalui Pendidikan Pancasila untuk Mendukung Kewarganegaraan Global 2026-05-06T00:37:52+00:00 Ifa Pratiwi ifapratiwi.2025@student.uny.ac.id Yayuk Hidayah yayukhidayah@uny.ac.id <p>Globalisasi dan digitalisasi memunculkan beragam problematika seperti hoaks dan intoleran hingga konsepsi kewarganegaraan global. Untuk mendukung kewarganegaraan global, siswa perlu ditanamkan nilai-nilai kebajikan kewarganegaraan (<em>civic virtue</em>) melalui pendidikan pancasila di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi pembentukan <em>civic virtue </em>melalui Pendidikan Pancasila untuk mendukung kewarganegaraan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode studi literatur. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis melalui teknik analisis isi guna mengidentifikasi tema-tema pokok yang muncul dari proses kajian literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implikasi pembentukan <em>civic virtue </em>melalui Pendidikan Pancasila dapat dirumuskan dalam tiga ranah. Pertama, Pendidikan Pancasila perlu menguatkan pembelajaran nilai yang tidak hanya sekedar pada ranah kognitif atau pengetahuan, namun diwujudkan dalam sebuah tindakan. Kedua, Pendidikan Pancasila perlu memperluas cakupan kewarganegaraan dari konteks lokal, nasional sampai ke konteks global. Ketiga, sekolah perlu menjadi ruang pembentukan warga negara global dengan membuat program sekolah yang dapat memperkuat <em>civic virtue </em>siswa. Dengan demikian, <em>civic virtue</em> tidak hanya sekedar etika loka saja, namun berfungsi sebagai jembatan antara nilai kebangsaan dengan kewarganegaraan global.</p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan https://journal.actual-insight.com/index.php/decive/article/view/4509 Internalisasi Pendidikan Khas Kejogjaan dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk Membentuk Karakter Jalma Kang Utama 2026-07-19T10:54:02+00:00 Khoiriyaningsih khoiriyaningsih khoiriyaningsih@gmail.com Marzuki Marzuki khoiriyaningsih.2025@student.uny.ac.id Annisa Istiqomah khoiriyaningsih.2025@student.uny.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) sebagai sarana internalisasi nilai-nilai lokal dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk membentuk karakter <em>Jalma Kang Utama</em>. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah/wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru Pendidikan Pancasila, dan 20 murid, penyebaran angket kepada 63 murid, observasi pembelajaran, serta analisis dokumentasi perangkat ajar dan hasil presentasi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai unggah-ungguh, <em>andhap asor</em>, <em>ngajeni</em>, gotong royong, tanggung jawab, dan <em>hamemayu hayuning bawana</em> terinternalisasi melalui kebijakan sekolah, budaya 5S, dialog budaya, pemanfaatan media digital, diskusi, presentasi, refleksi, dan asesmen sikap. Temuan utama penelitian ini menegaskan bahwa PKJ tidak hanya berfungsi sebagai program pelestarian budaya, tetapi juga sebagai strategi pedagogis dalam Pendidikan Pancasila yang mengintegrasikan pendidikan nilai, pendidikan karakter, dan <em>civic disposition</em>. Dengan demikian, <em>Jalma Kang Utama</em> menjadi representasi lokal warga negara yang santun, bertanggung jawab, dan berkeadaban, serta relevan untuk memperkuat pembentukan karakter peserta didik pada era digital.</p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan https://journal.actual-insight.com/index.php/decive/article/view/4703 Kontestasi Demokrasi Liberal dan Demokrasi Radikal dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia: Sintesis Teoretis dan Implikasinya bagi Penguatan Warga Negara Demokratis 2026-08-06T04:21:56+00:00 Sri Endang Edi Sukarti sri0005fishipol.2023@student.uny.ac.id Sunarso Sunarso sri0005fishipol.2023@student.uny.ac.id Rhoma Aria Dwi Yuliantri sri0005fishipol.2023@student.uny.ac.id Suyato Suyato sri0005fishipol.2023@student.uny.ac.id <p>Krisis demokrasi global yang ditandai oleh meningkatnya polarisasi politik, populisme, disinformasi, dan menurunnya kepercayaan terhadap institusi demokrasi menghadirkan tantangan baru bagi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Di Indonesia, kondisi tersebut menuntut penguatan pendidikan demokrasi yang membentuk warga negara kritis sekaligus berkomitmen pada nilai-nilai konstitusional. Namun, penelitian terdahulu umumnya membahas demokrasi liberal dan demokrasi radikal secara terpisah sehingga belum menghasilkan kerangka pedagogis yang integratif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Pedagogi Demokrasi Agonistik-Konstitusional Berbasis Pancasila melalui Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti protokol PRISMA terhadap artikel ilmiah bereputasi periode 2018–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa demokrasi liberal memperkuat constitutional literacy, supremasi hukum, dan perlindungan hak individu, sedangkan demokrasi radikal mengembangkan kesadaran kritis, partisipasi agonistik, dan orientasi emansipatoris. Sintesis kedua perspektif menghasilkan model pedagogi yang mengintegrasikan kepatuhan konstitusional, musyawarah demokratis, kesadaran kritis, dan partisipasi transformatif sebagai landasan penguatan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam menghadapi tantangan demokrasi kontemporer.</p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan