De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
https://journal.actual-insight.com/index.php/decive
<p><strong>De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan</strong> is a peer-reviewed journal dedicated to publishing high-quality research in the fields of Citizenship Education, Pancasila Education, Values Education, Moral Education, Political Education, Legal Education, Anti-Corruption Education, Multicultural Education, Character Education, and other related areas that contribute to the advancement of Pancasila and Citizenship Education. The journal is published twelve times a year and serves as a platform for disseminating research findings from teachers, lecturers, students, and scholars with an interest in educational research and practice.<br />This journal is published in collaboration with <strong>Actual Insight : Lembaga Penelitian Pengembangan, Penerbitan dan Publikasi </strong>dengan <strong><a title="AP3KnI" href="https://drive.google.com/file/d/1CNFb9nSYEzOB8fKogfz74V7ZmGEWlofY/view" target="_blank" rel="noopener">Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI).</a></strong></p>Actual Insighten-USDe Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan2776-5040Gerakan Ciliwung Bersih sebagai Praktik Sosial Kewarganegaraan Ekologis
https://journal.actual-insight.com/index.php/decive/article/view/4790
<p class="Abstrakabstract">Persoalan Sungai Ciliwung berupa pencemaran, sampah, perubahan penggunaan lahan, dan banjir merupakan persoalan ekologis sekaligus persoalan kewarganegaraan karena dampaknya menyentuh ruang hidup bersama. Konsep utama yang digunakan ialah <em>ecological citizenship.</em> Penelitian bertujuan menganalisis GCB sebagai jejaring kewarganegaraan ekologis, mengidentifikasi bentuk praktik ekologis sehari-hari, dan menjelaskan pelembagaan gerakan pada relasi <em>top-down</em> dan <em>bottom-up.</em> Penelitian menggunakan paradigma interpretif, pendekatan kualitatif, dan studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara semi-terstruktur terhadap 13 informan yang dipilih secara <em>purposive</em> dan dikembangkan melalui <em>snowball sampling</em>. Analisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa kewarganegaraan ekologis hadir melalui kebiasaan pendidikan lingkungan, pengelolaan sampah, konservasi, seni-budaya, ekowisata, dan mitigasi banjir. Pelembagaan berlangsung melalui lima tahap dan menghasilkan jaringan kewargaan ekologis berbasis komunitas. Temuan merumuskan <em>ecological citizenship</em> sebagai praktik sosial sehari-hari.</p>Ahmad Tarmiji AlkhudriPrima Yustitia Nurul IslamiSuyuti Suyuti
Copyright (c) 2026 De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2025-12-252025-12-25512421–432421–43210.56393/decive.v5i12.4790Strategi Implementasi Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Mewujudkan Joyful Learning
https://journal.actual-insight.com/index.php/decive/article/view/4346
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi implementasi pendekatan <em>deep learning</em> dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMP Negeri 2 Tutallu untuk mewujudkan <em>joyful learning</em>. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi pembelajaran, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengintegrasikan pendekatan <em>deep learning</em> melalui <em>problem based learning</em>, strategi inkuiri, diskusi, tanya jawab, dan ceramah kontekstual. Strategi tersebut mendorong peserta didik memahami konsep kewarganegaraan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan argumentasi, serta merefleksikan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa <em>deep learning</em> dalam pembelajaran PPKn tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pembentukan <em>civic knowledge</em>, <em>civic skills</em>, dan <em>civic disposition</em>. Dengan demikian, implementasi <em>deep learning</em> berkontribusi pada penguatan karakter kewarganegaraan yang kritis, reflektif, partisipatif, dan bertanggung jawab melalui suasana belajar yang bermakna, humanistik, dan menyenangkan.</p>Nurmayang Sari MayangYayuk HidayahMuhammad RidwanMunawir Hadi
Copyright (c) 2026 De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2025-12-312025-12-31512433–339433–33910.56393/decive.v5i12.4346