De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan https://journal.actual-insight.com/index.php/decive <p><strong>De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan</strong> is a peer-reviewed journal dedicated to publishing high-quality research in the fields of Citizenship Education, Pancasila Education, Values Education, Moral Education, Political Education, Legal Education, Anti-Corruption Education, Multicultural Education, Character Education, and other related areas that contribute to the advancement of Pancasila and Citizenship Education. The journal is published twelve times a year and serves as a platform for disseminating research findings from teachers, lecturers, students, and scholars with an interest in educational research and practice.<br />This journal is published in collaboration with <strong>Actual Insight : Lembaga Penelitian Pengembangan, Penerbitan dan Publikasi </strong>dengan <strong><a title="AP3KnI" href="https://drive.google.com/file/d/1CNFb9nSYEzOB8fKogfz74V7ZmGEWlofY/view" target="_blank" rel="noopener">Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI).</a></strong></p> Actual Insight en-US De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2776-5040 Internalisasi Nilai Pancasila dalam Menghadapi Echo Chamber Digital pada Mahasiswa Generasi Z di Yogyakarta https://journal.actual-insight.com/index.php/decive/article/view/4293 <p>Penguatan kompetensi kewargaan dalam Profil Lulusan siswa Sekolah Menengah Pertama memerlukan media pembelajaran yang kontekstual, reflektif, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil studi eksploratif sebagai dasar pengembangan Seri Buku Bergambar Nusantara dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian merupakan bagian dari Research and Development model 4D yang dibatasi pada tahap define. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kajian literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik membutuhkan media visual-naratif yang mampu menghubungkan konsep kewargaan abstrak dengan pengalaman konkret melalui tokoh, ilustrasi, konflik, dan refleksi nilai. Keunikan media ini terletak pada pemanfaatan konteks keberagaman budaya, kearifan lokal, dan realitas sosial Indonesia. Media berpotensi mengintegrasikan nilai Pancasila, kompetensi kewargaan, Profil Lulusan, serta orientasi SDGs keempat, sekaligus mendorong civic engagement dan pembentukan civic disposition siswa.</p> Ranita Eka Desti Rahmawati Yayuk Hidayah Copyright (c) 2026 De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2025-12-31 2025-12-31 5 7 277 –284 277 –284 10.56393/decive.v5i7.4293 Literasi Digital Masyarakat Perkotaan Untuk Memerangi Hoaks dan Disinformasi Sebagai Penguat Karakter Kewarganegaraan https://journal.actual-insight.com/index.php/decive/article/view/4352 <p>Kemajuan pesat teknologi informasi pada era digital telah menghadirkan ancaman nyata dalam bentuk hoaks dan disinformasi yang merusak tatanan kehidupan masyarakat di wilayah perkotaan. Kajian ini bertujuan menginvestigasi kontribusi literasi digital dalam membentengi karakter warga di tengah derasnya gelombang hoaks dan disinformasi, dengan mengambil lokasi penelitian di Kecamatan Gondokusuman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metodologi yang diterapkan adalah pendekatan fenomenologis kualitatif, dengan menghimpun data melalui wawancara semi-terstruktur mendalam, pengamatan partisipatif, dan telaah dokumen terhadap tujuh informan yang ditentukan secara purposif, mencakup warga biasa, pemimpin komunitas digital, aktivis media sosial, serta praktisi pendidikan. Temuan penelitian mengungkap: (1) kapasitas literasi digital warga Gondokusuman tergolong pada level menengah; (2) persebaran hoaks dan disinformasi memberikan dampak yang substansial terhadap degradasi nilai-nilai kewarganegaraan; (3) literasi digital terbukti berkontribusi positif dalam membangun ketahanan karakter kewarganegaraan. Model PLDK mengejawantahkan nilai-nilai kearifan lokal melalui tiga komponen pokok, yaitu gotong royong digital sebagai pijakan kolaborasi verifikasi informasi, musyawarah komunitas sebagai wahana penyelesaian konflik disinformasi, serta pranata sosial lokal sebagai jalur distribusi literasi kritis kepada khalayak luas. Rekomendasi penelitian mencakup perlunya mengintegrasikan Model PLDK ke dalam kurikulum PKn dan memperkuat ekosistem informasi yang bertumpu pada semangat gotong royong digital.</p> Wahyu Wahyu Marzuki Marzuki Copyright (c) 2026 De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2026-05-19 2026-05-19 5 7 285–296 285–296 10.56393/decive.v5i7.4352 Civic Culture dalam Integrasi Tradisi Ngalungi Sapi di Dukoh Dresi Wetan https://journal.actual-insight.com/index.php/decive/article/view/4330 <p>Arus globalisasi saat ini berdampak pada terkikisnya identitas budaya lokal dan karakter kewarganegaraan di kalangan generasi muda. Kondisi ini menuntut adanya langkah nyata dalam memperkuat ketahanan budaya, salah satunya melalui integrasi tradisi lokal ke dalam sistem pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tradisi Ngalungi Sapi di Dukoh Dresi Wetan dapat dijadikan sumber pengembangan <em>civic culture</em> dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa tradisi ini memanifestasikan nilai <em>civic skills</em> melalui gotong royong pembuatan ketupat, serta <em>civic disposition</em> dalam praktik <em>weweh sedulur</em>. Selain itu, ritual pengalungan ketupat mencerminkan etika lingkungan sebagai bentuk <em>civic virtue</em>, acara <em>selametan</em> memperkokoh aspek spiritualitas masyarakat. Secara teoretis, nilai-nilai tersebut sejalan dengan pilar pengetahuan, keterampilan, dan watak kewarganegaraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal <em>Ngalungi Sapi</em> sangat efektif sebagai strategi pembelajaran kontekstual untuk mempertebal tanggung jawab sosial dan jati diri nasional di tengah tantangan era digital.</p> Kasmi Kasmi Suyato Puji Wulandari Kuncorowati Alil Rinenggo Copyright (c) 2026 De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2025-12-31 2025-12-31 5 7 297–307 297–307 10.56393/decive.v5i7.4330