Header Background
Articles |
|
Published
20 January 2023

Gambaran Allah Menurut Budaya Lamaholot Dengan Allah Dalam Ajaran Gereja Katolik

  • Yosefina Gulo Soge
    Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia
  • Rikki Rikki
    Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia
  • Emmeria Tarihoran
    Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56393/intheos.v1i8.1186
  • Kebudayaan memiliki religinya sendiri dan agama juga memiliki poin iman tersendiri. Sebelum mengenal agama formal masyarakat tradisional sudah menganut agama asli dengan keyakinan pada Wujud Tertinggi yang digambarkan bersifat kosmik. Namun karya pewartaan misioner telah jauh berkembang dan agama-agama resmi mulai dikenal. Selain menganut agama Katolik masyarakat Lamaholot juga masih tetap mempertahankan alam kerohanian asli. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisa Miles dan Huberman. keyakinan tradisional atau kepercayaan pada Wujud Tertinggi atau allah dalam budaya Lamoholot memiliki persamaan dan perbedaan dengan Allah dalam Ajaran Gereja Katolik. Pengalaman akan Allah dalam budaya dan dalam agama berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama. Persamaan dari keduanya ialah memiliki sifat transenden dan imanen. Keduanya berbeda bahwa Allah dalam ajaran Gereja Katolik memiliki nama yang jelas (Allah Tritungga: Bapa, Putra, Roh Kudus) dan Allah dalam budaya Lamaholot bersifat anonim, disapa dengan ungkapan. Wujud Tertinggi ada dan berkembang dalam cara pikir tradisional.

  • Djamal, M. (2015). Paradigma Penelitian Kualitatif. Yogjakarta: Pustaka Pelajar

    Ekan, L. W. T. (2016). Upacara Adat Lepa Bura pada Masyarakat Lamaholot di Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Flores Timur. An1mage Jurnal Studi Kultural: Volume 1 Nomor 2 Juni 2016, 1(2), 99-105.

    Guba dan Lincoln. (1981). Effective Evalution. SanFransisco: Jossey Bass Publisher.

    Gultom, A. F. (2018). Kerapuhan Imajinasi Dalam Politik Kewargaan The Fragility of Imagination In The Politic of Citizenship. In dalam Seminar Nasional Kebudayaan (Vol. 2).

    Hardawiryana, R. (1993). Dokumen Konsili Vatikan II (Terjemahan). Jakarta: Obor

    https://terminalduatiga.blogspot.com> Lera Wulan Tana Ekan dalam kebudayaan Lamaholot, diakses pada Sabtu, 28 Maret 2020.

    https://www.slideshare.net> Eksitensi allah menurut masyarakat lamaholo, diakses pada Sabtu, 28 Maret 2020

    Jacobs, T. (2002). Paham Allah Dalam Filsafat, Agama-agama dan Teologi. Yogyakarta: Kanisius

    Kirchberger, G, Allah, Pengalaman dan Refleksi dalam Tradisi Kristiani, Cet. 2. Maumere: LPBAJ

    Kirchberger, G. (2007). Allah Menggugat (Sebuah Dogmatika Kristiani).

    Koferensi Wali Gereja Regio Nusa Tenggara. (1993) Katekismus Gereja Katolik. Penerbit: Nusa Indah

    Konferensi Wali Gereja Indonesia. (1996). Iman Katolik. Yogyakarta: Yayasan Kanisius

    Lanan Simon (2018). Mengenal Tradisi Lamaholot. Jawa Timur: CV. Karya Bakti Makmur

    Marianus Kleden. (2008). Hak Asasi Manuia dalam Masyarakat Komunal. Seminari Tinggi Ledalero Maumere: Ledalero

    Martasudjita, E. (1999). Pengantar Liturgi. Yogyakarta, Kanisius

    Moleong, Lexy J. (2015). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

    Patton. (2006). Metode Evaluasi Kualitatif, terj. Budi Puspo Priyadi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

    Paul Arndt. (2009). Agama Asli di Kepulauan Solor. Maumere: Puslit Candradity, Nara Kean,Rofinus,dkk. 2008, Selayang Pandang Budaya Lamaholot. Larantuka: Offcet CV. Jori.

    Sodik, F. (2020). Pendidikan Toleransi dan Relevansinya dengan Dinamika Sosial Masyarakat Indonesia. Tsamratul Fikri, 14(1), 1-14.

    Suyanto, Bagong. (2005). Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

    Syukur, D.N. (2004). Teologi Sistematika 2. Yogyakarta: Kanisius.

  • Downloads

    Download data is not yet available.

How to Cite

Soge, Y. G., Rikki, R., & Tarihoran, E. (2023). Gambaran Allah Menurut Budaya Lamaholot Dengan Allah Dalam Ajaran Gereja Katolik. In Theos : Jurnal Pendidikan Dan Theologi, 1(8), 242–248. https://doi.org/10.56393/intheos.v1i8.1186

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

                 
e-ISSN : 2775-7676                  p-ISSN : 2776-7450

Indexed by:

Indexed by: