In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi https://journal.actual-insight.com/index.php/intheos <p><strong>In Theos: Jurnal Pendidikan dan Teologi.</strong> is a monthly, peer-reviewed research journal that focuses on the publication of scholarly studies in the fields of religious education and theology. It is intended for practical theologians, religious education practitioners, scholars specializing in religion, as well as representatives from other cultural and academic disciplines. The journal’s mission is to promote in-depth and critical scholarship in the fields of religious education and theology. It publishes theoretical contributions that are descriptive, empirical, and analytical, particularly those that examine religious practices as they are lived and expressed in society. Religion, in this context, is understood in a broad sense, encompassing all appreciative orientations toward ultimate questions concerning the self and the world that may be described as religious in nature.<br />This journal has been indexed in <strong><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/13471" target="_blank" rel="noopener">SINTA 4 (Science and Technology Index - Level 4).</a></strong></p> en-US bludovikus@gmail.com (Ludovikus Bomans Wadu) bludovikus@gmail.com (Ludovikus Bomans Wadu) Sun, 31 Aug 2025 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Reinterpretasi Mandat Ekologis: Analisis Hermeneutik Norman C. Habel terhadap Krisis Tambang Nikel Pulau Gag https://journal.actual-insight.com/index.php/intheos/article/view/3879 <p>Krisis ekologi global saat ini mencerminkan keterputusan spiritual manusia dari mandat Allah, yang termanifestasi dalam pola pikir antroposentris. Fenomena ini terlihat nyata di Pulau Gag, Raja Ampat, di mana aktivitas pertambangan nikel oleh PT Gag Nikel dan perusahaan lainnya telah menyebabkan deforestasi pesisir, sedimentasi terumbu karang, dan penurunan kualitas air laut yang mengancam mata pencaharian masyarakat lokal. Meskipun studi terdahulu telah membahas sinergi iman dan tradisi lokal, kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan sinkretis enam prinsip hermeneutik Norman C. Habel untuk mengekstraksi “suara bumi” secara spesifik dari teks biblika guna menggugat kebijakan ekstraktif nikel di Pulau Gag. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi landasan teologis ekologis Kristen melalui metode kualitatif studi pustaka terhadap teks Kejadian 1:28, Marmur 104, dan Kolose 1:15-20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah <em>kabasy</em> dan <em>rada</em> dalam Kejadian 1:28 seharusnya dimaknai sebagai tanggung jawab pemeliharaan, bukan legitimasi eksploitasi. Mazmur 104 menegaskan ketergantungan seluruh ciptaan pada Allah, sementara Kolose 1:15–20 menempatkan Kristus sebagai pusat kosmos yang mendamaikan seluruh alam semesta. Simpulan penelitian mendesak transformasi misi gereja dari “jiwa-sentris” ke “kosmos-sentris” dengan implikasi kebijakan praktis berupa desakan moratorium izin tambang di pulau-pulau kecil serta audit independen terhadap AMDAL di Raja Ampat sebagai wujud aksi profetis nyata.</p> Meldy Berhitu, James Fransinopik, Anna Lilipory, Febby Patty Copyright (c) 2026 In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi https://journal.actual-insight.com/index.php/intheos/article/view/3879 Wed, 01 Apr 2026 00:00:00 +0000 Hermeneutika Rekonsiliasi Kritis: Menafsir Insiden Rasisme Pelajar di Yalimo sebagai Teks Hidup https://journal.actual-insight.com/index.php/intheos/article/view/4234 <p>Konflik sosial di Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, khususnya pasca-insiden rasisme pelajar pada tahun 2025, tidak hanya merupakan fenomena sosial-politik, tetapi juga realitas teologis yang menuntut pembacaan iman secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menafsir konflik Yalimo tersebut sebagai “teks hidup” melalui pendekatan hermeneutika filosofis. Metode yang digunakan adalah kajian kualitatif teologis dengan kerangka pemikiran Paul Ricoeur dan Hans-Georg Gadamer. Pendekatan ini digunakan untuk memahami konflik sebagai realitas simbolik yang mengandung makna penderitaan, sekaligus sebagai ruang dialog antara teks Alkitab dan konteks sosial Papua melalui konsep <em>fusion of horizons</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik tersebut berakar pada prasangka rasial dan keretakan komunikasi antarbudaya yang mendalam di masyarakat. Oleh karena itu, rekonsiliasi teologis tidak hanya bersumber dari pemahaman normatif terhadap teks Alkitab, tetapi juga dari dialog antara firman Tuhan dan pengalaman konkret masyarakat yang terluka. Analisis terhadap Mikha 6:8, Efesus 2:14–18, dan Matius 5:9 menegaskan bahwa keadilan, perdamaian, dan rekonsiliasi merupakan inti panggilan iman Kristen dalam konteks konflik.Artikel ini menyimpulkan, konflik tidak hanya dipahami sebagai krisis, tetapi juga sebagai ruang teologis bagi hadirnya karya rekonsiliasi Allah dalam kehidupan manusia.</p> James Fransinopik, Meldy Berhitu, Elka Anakotta Copyright (c) 2026 In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi https://journal.actual-insight.com/index.php/intheos/article/view/4234 Thu, 02 Apr 2026 00:00:00 +0000