Menjaga Eksistensi Budaya Melalui Pariwisata sebagai Pemenuhan Hak Warga Negara

Authors

  • Dwi Wahyu Kartikasari Universitas PGRI Ronggolawe
  • Tita Nurmalinasari Hidayat Politeknik Negeri Subang

DOI:

https://doi.org/10.56393/konstruksisosial.v5i3.4038

Keywords:

Pariwisata Budaya, Hak Warga Negara, Yogyakarta, Masyarakat Lokal

Abstract

Pariwisata budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta menghadapi tantangan serius dalam menjaga kesucian nilai-nilai budaya di tengah ekspansi industri pariwisata massal. Dalam praktiknya, masyarakat lokal kerap terpinggirkan dan hanya berperan sebagai penonton atas pengelolaan warisan budaya yang sejatinya menjadi hak kolektif mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak masyarakat dalam pengelolaan situs-situs budaya utama Taman Sari, Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, dan Malioboro sebagaimana dijamin dalam Pasal 32 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi lapangan dan interaksi langsung dengan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan variasi bentuk keterlibatan warga di setiap lokasi. Di Malioboro, pemenuhan hak warga terwujud melalui kesempatan ekonomi bagi pedagang kaki lima. Di Keraton dan Taman Sari, masyarakat terlibat aktif dalam pelaksanaan tradisi dan ritual budaya. Sebaliknya, di Candi Prambanan ditemukan kecenderungan alienasi masyarakat akibat pola pengelolaan yang bersifat korporatif dan kaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelibatan aktif masyarakat dalam kebijakan pariwisata merupakan prasyarat utama bagi keberlanjutan budaya dan keadilan sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, A., & Hadilinatih, B. (2024). Analisis kinerja pegawai Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya Jogja Cultural Experiences (Studi kasus Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta). Jurnal Enersia Publika, 8(1).

Aldisya, A., Kendry, M. W., & Hasan, I. (2025). Artikel administrasi negara. Naskah tidak dipublikasikan.

Anandita, D., & Khilmi, K. (2024). Multikulturalisme dalam kehidupan sosial. Jurnal Sosial Humaniora, 2(2), 167–172.

Choirunnisa, I., Karmilah, M., & Agung, S. (2021). Strategi pengembangan pariwisata budaya: Studi kasus kawasan Pecinan Lasem, Kampung Lawas Maspati, dan Desa Selumbung. Jurnal Pariwisata dan Perencanaan Wilayah, 1(2), 89–109.

Damayanti, R. A., & Puspitasari, A. Y. (2024). Kajian potensi daya tarik wisata heritage di Indonesia. Jurnal Kajian Ruang, 4. http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/kr

Fitriyanti, Z., & Wijayanti, A. A. (2025). Analisis pengembangan tradisi sesitian sebagai potensi wisata budaya di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Jurnal Pariwisata Lokal, 3(2).

Handayani, P., Tji, J., Salsabilla, F. T., Morin, S., Syahrunia, T., Ardhia, S., & Rusli, V. A. (2024). Hilangnya budaya lokal di era modern dan upaya pelestariannya dalam perspektif Pancasila. Prosiding Seminar Nasional Pancasila.

Hartatik, A., & Pratikno, A. S. (2023). Pudarnya eksistensi kesenian tradisional ludruk akibat globalisasi budaya. Jurnal Seni dan Budaya, 12(2), 141–155.

Hasan, Z., Pradhana, F., Andika, A. P., Ronald, M., & Al Jabbar, D. (2024). Literature review dan systematic review. Literature Review and Systematic Review, 2(1).

Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penetapan Satuan Ruang Geografis Kraton Yogyakarta sebagai Kawasan Cagar Budaya. (2017).

Kus Wardani, P. (2024). Studi ekonomi pariwisata berbasis budaya lokal: Studi kasus Yogyakarta. Laporan penelitian.

Lestari, T. P. (2018). Konsep community based tourism di Boon Pring. Skripsi tidak dipublikasikan.

Nugraha, N., Hafiz, M., Syah, E., Aldi, A. A., & Bina, A. I. J. (2023). Artikel penelitian pariwisata budaya. Naskah tidak dipublikasikan.

Nurliani. (2017). Kajian sosiologis pariwisata. Universitas Muhammadiyah Makassar.

Rachmadi, H., Afif, F., & Ramadhan, N. G. N. (2025). Memayu hayuning bawana. Media Wisata, 23(1), 118–129. https://doi.org/10.36276/mws.v23i1.869

Rahmat, K. D. (2021). Konsep pariwisata berkelanjutan dalam pelestarian cagar budaya. Buku ajar.

Sari, D., Novianti, E., Iskandarsyah, A., & Asyari, R. (2022). Wisata budaya: Identifikasi potensi wisata budaya berbasis masyarakat di Kota Bandung. Jurnal Administrasi Publik, 3(1). https://doi.org/10.36276/jap

Septyana Rahayu, D. (2021). Implikasi ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2016–2025 dalam pengembangan proyek Ten New Bali’s Indonesia. Jurnal Hubungan Internasional dan Pariwisata.

Siswanto, N. F. N. (2007). Pariwisata dan pelestarian warisan budaya. Berkala Arkeologi, 27(1), 118–130. https://doi.org/10.30883/jba.v27i1.946

Sulaiman, I. M. (2021). Partisipasi masyarakat terhadap pengembangan pariwisata Pantai Mahembang Kecamatan Kakas. Skripsi.

Suryandari, N. (2017). Eksistensi identitas kultural di tengah masyarakat multikultur dan desakan budaya global. Jurnal Komunikasi, 11, 21–28.

Susilo, N. Y. (2024). Pemetaan potensi desa wisata budaya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Pariwisata Nusantara, 3(8), 754–763.

Tim Pengelola Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. (2024). Annual report pengelolaan wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Widiatmaka, P., Darat, B. M., Selatan, K. P., & Barat, K. (2022). Strategi menjaga eksistensi kearifan lokal sebagai identitas nasional di era disrupsi. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 2(14), 136–148.

Wirawan, P. E. (2025). Pariwisata berbasis kearifan lokal di Desa Wisata Ubud: Antara komersialisasi dan pelestarian budaya. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 30(2), 249. https://doi.org/10.30647/jip.v30i2.1891

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Kartikasari, D. W., & Hidayat, T. N. (2025). Menjaga Eksistensi Budaya Melalui Pariwisata sebagai Pemenuhan Hak Warga Negara. Konstruksi Sosial : Jurnal Penelitian Ilmu Sosial, 5(3), 134–143. https://doi.org/10.56393/konstruksisosial.v5i3.4038