The Scope of Differentiated Instructional Materials in Pancasila Education Learning at State Senior High School 9 Ambon
DOI:
https://doi.org/10.56393/mindset.v5i2.3582Keywords:
Differentiated Instruction, Pancasila Education, Instructional MaterialsAbstract
The implementation of differentiated instruction has become a key strategy within the Merdeka Curriculum to address students’ diverse learning needs, particularly in Pancasila Education. This approach enables teachers to design more inclusive, meaningful, and learner-centered instructional strategies that align with students’ individual potentials. This study aims to analyze the scope of differentiated instructional materials covering content, process, input, and product in Pancasila Education learning at State Senior High School 9 Ambon. A descriptive survey method was employed, using closed-ended questionnaires distributed to Grade X students at State Senior High School 9 Ambon. The results indicate that the level of implementation of differentiated content reached 89.13%, differentiated process 86%, differentiated input 84.78%, and differentiated product 84.78%. These percentages reflect teachers’ consistent efforts to adapt instructional practices to students’ needs and characteristics across multiple dimensions of learning. The findings demonstrate that differentiated instructional materials are effective in enhancing students’ active participation and conceptual understanding in Pancasila Education, as they accommodate differences in learners’ interests, readiness levels, and learning styles. Therefore, continuous and systematic professional development for teachers is essential to ensure that differentiated instructional strategies are implemented optimally, consistently, and in alignment with students’ learning needs.
Downloads
References
Ananda, R., & Fitria, H. (2023). Diferensiasi isi dalam pembelajaran PPKn berbasis konteks lokal: Studi kasus di SMA Negeri Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Nilai, 10(2), 122–133.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (1985). Intrinsic motivation and self-determination in human behavior. Springer.
Fleming, N. D., & Mills, C. (1992). Not another inventory, rather a catalyst for reflection. To Improve the Academy, 11(1), 137–155. https://doi.org/10.1002/j.2334-4822.1992.tb00213.x
Hasanah, N. (2022). Pengaruh diferensiasi materi ajar terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran nilai-nilai Pancasila. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 14(2), 101–111.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. https://kurikulum.kemdikbud.go.id
Lathifa, R., Pratiwi, E., & Firmansyah, R. (2022). Pemahaman guru terhadap implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Inovatif, 8(2), 145–154. https://doi.org/10.21009/jpi.v8i2.2022
Lestari, D., & Haryanto, A. (2023). Diferensiasi konten dalam implementasi Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran PPKn. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 29(1), 45–57.
Nugraha, A., & Safitri, L. (2021). Implementasi diferensiasi produk dalam pembelajaran IPS berbasis proyek di SMP. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 6(2), 145–155.
Purnawanto, S. (2023). Penerapan pembelajaran terdiferensiasi untuk menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid. Jurnal Ilmiah Pendidikan Indonesia, 4(1), 1–12.
Putri, R. A., & Sari, M. P. (2023). Peningkatan keterlibatan belajar melalui variasi proses pembelajaran berdiferensiasi. Jurnal Pendidikan Interaktif, 11(1), 25–35.
Rahayu, I. A., Putra, S. R., Chamalah, E., & Sudiyati, S. (2025). Efektivitas pembelajaran berdiferensiasi terhadap peningkatan aktivitas dan hasil belajar pada teks prosedur kompleks kelas XII MIPA 3. Jurnal Pendidikan Sultan Agung, 5(1), 1–9.
Rahmawati, S., & Yulianti, N. (2022). Strategi diferensiasi proses dalam Kurikulum Merdeka: Dampaknya terhadap interaksi kelas. Jurnal Inovasi Pendidikan, 18(3), 78–89.
Rumaini, R. (2023). Tantangan guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah menengah. Jurnal Edukasi Nusantara, 11(1), 40–50.
Salamor, J. R. (2016). Problematika pembelajaran PPKn di sekolah menengah. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 3(2), 78–86.
Sanjaya, W. (2006). Strategi pembelajaran: Berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.
Syahputra, R., & Melani, T. (2022). Strategi diferensiasi isi berbasis minat siswa dalam pembelajaran PPKn. Jurnal Pendidikan Humaniora, 7(3), 88–98.
Suryana, D., & Rustaman, N. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat SMA: Peluang dan tantangan bagi guru. Jurnal Pendidikan dan Kebijakan, 15(1), 112–125.
Tomlinson, C. A. (2001). How to differentiate instruction in mixed-ability classrooms (2nd ed.). ASCD.
Tomlinson, C. A. (2014). The differentiated classroom: Responding to the needs of all learners (2nd ed.). ASCD.
Trias, M., Astuti, W., & Handayani, D. (2017). Analisis kendala pembelajaran berdiferensiasi pada implementasi kurikulum berbasis otonomi. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran, 12(2), 88–97.
UNESCO. (2020). Inclusion and education: All means all – Global education monitoring report 2020. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000373718
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Wijayanti, E., & Prasetyo, B. (2022). Diferensiasi produk dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila: Meningkatkan kreativitas dan hasil belajar. Cakrawala Pendidikan, 41(4), 537–548.
Wiggins, G. (1990). The case for authentic assessment. ERIC Digest. https://www.ericdigests.org/pre-9212/authentic.htm
Yuliati, L., Handayani, R., & Prasetyo, A. (2024). Strategi implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka. Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Kemendikbudristek.

