Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum
https://journal.actual-insight.com/index.php/nomos
<p><strong>Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum</strong> adalah jurnal penelitian yang terbit setiap bulan dengan bertemakan Ilmu Hukum, dengan manfaat dan tujuan bagi perkembangan Ilmu Hukum, dengan mengedepankan sifat orisinalitas, kekhususan dan kemutakhiran artikel pada setiap terbitannya. Tujuan dari publikasi Jurnal ini adalah untuk memberikan ruang mempublikasikan pemikiran hasil penelitian orisinal, para akademisi yaitu mahasiswa maupun dosen yang belum pernah dipublikasikan pada media lainnya. <strong><a title="Nomos" href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/13515" target="_blank" rel="noopener">Terindex SINTA 4</a> Sejak tahun 2023.</strong></p>Actual Insighten-USNomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum2776-7442Analisis Limitasi Pertanggungjawaban Pidana Dalam Kejahatan Manipulasi Digital di Indonesia
https://journal.actual-insight.com/index.php/nomos/article/view/4273
<p>Perkembangan kecerdasan buatan membuka peluang penyalahgunaan teknologi seperti <em>deepfake</em> dan manipulasi digital yang semakin sulit dideteksi. Namun, hukum pidana Indonesia masih bertumpu pada kesalahan individual manusia, sehingga belum mampu menjangkau tindakan yang dihasilkan oleh sistem otomatis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dasar pembenaran pertanggungjawaban pidana yang berlaku dan merumuskan batasan tanggung jawab hukum atas tindakan kecerdasan buatan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa UU ITE No. 1 Tahun 2024 dan KUHP terbaru belum mengatur secara memadai kegagalan yang bersumber dari sistem kecerdasan buatan. Penelitian ini menawarkan prinsip kendali manusia yang bermakna dan audit algoritma sebagai instrumen pembuktian. Diperlukan regulasi berbasis risiko yang memisahkan tanggung jawab pengembang dan pengguna, disertai mekanisme perlindungan hukum yang menjamin kepastian tanpa menghambat inovasi teknologi.</p>Basya RadyanandaFaisal AbdaudGamlan Dagani
Copyright (c) 2026 Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum
2026-05-082026-05-08611710.56393/nomos.v6i1.4273Analisis Urgensi Reformasi Hukum Preventif Pemutusan Hubungan Kerja Secara Massal dalam Hukum Ketenagakerjaan
https://journal.actual-insight.com/index.php/nomos/article/view/4323
<p>Penelitian ini mengkaji perihal pengaturan pemutusan hubungan kerja massal di Indonesia dengan fokus pada tahap pra-Pemutusan Hubungan kerja serta membandingkannya dengan Negara Belanda. Permasalahan utama terletak pada belum adanya pengaturan khusus yang mengatur mekanisme pra-Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, sehingga upaya pencegahan PHK massal belum memiliki dasar hukum yang kuat. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan <em>statute approach dan comparative approach</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan pra-PHK massal di Indonesia masih ditemukan kerumpangan meskipun terdapat Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor SE-907/MEN/PHI-PPHI/X/2004 namun sifat SE secara hirarki yang tidak mengikat secara umum dan lebih menitikberatkan pada himbauan kepada pengusaha menjadikan peran negara dalam tahap pra-PHK massal belum terstruktur secara jelas. Sebaliknya, Belanda melalui Wet melding collectief ontslag telah mengatur mekanisme pra-PHK secara lebih sistematis dengan keterlibatan negara di buktikan dengan terbentuknya <em>Uitvoeringsinstituut Werknemersverzekeringen </em>(UWV) sebagai penggerak dan pengawas dari peraturan yang telah diberlakukan sehingga menciptakan perlindungan bagi para pekerja.</p>Widya Kusuma EffendiAhmad Nailul Author
Copyright (c) 2026 Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum
2026-06-012026-06-016181910.56393/nomos.v6i1.4323Rekonstruksi Desain Eksekusi Putusan Mahkamah Konstitusi: Pembentukan Badan Eksekutorial Berbasis Central Government's Arm's-Length Agency
https://journal.actual-insight.com/index.php/nomos/article/view/4237
<p>Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki sifat final dan mengikat (erga omnes) sebagai instrumen utama dalam menjaga supremasi konstitusi dan menegakkan prinsip negara hukum. Namun, efektivitas putusan MK kerap menghadapi kendala akibat tidak adanya mekanisme eksekusi yang mampu memberikan daya paksa terhadap pihak yang tidak melaksanakan putusan tersebut. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya praktik pengabaian putusan oleh lembaga negara, yang berpotensi melemahkan kewibawaan konstitusi dan fungsi MK sebagai guardian of the constitution. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi reformasi kelembagaan melalui pembentukan Badan Eksekutorial di bawah MK guna menjamin kepatuhan terhadap putusan yang telah berkekuatan hukum tetap. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif melalui kajian terhadap praktik di Amerika Serikat dan Jerman. Hasil penelitian menunjukkan perlunya instrumen imperatif berupa kewenangan eksekutorial yang efektif. Kebaruan penelitian terletak pada desain Badan Eksekutorial berbasis konsep Central Government’s Arm’s-Length Agency yang terintegrasi dengan MK untuk memperkuat pengawasan, menetapkan batas waktu pelaksanaan, dan menjamin efektivitas putusan konstitusional.</p>Yoseph Andrian PanjaitanNadif MaulanaDaffa Alfan Kaukaba BintangRivaldo Rifky Pratama
Copyright (c) 2026 Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum
2026-06-032026-06-0361203010.56393/nomos.v6i1.4237Transformasi Hukum Hubungan Industrial terhadap Fleksibilitas Kerja dalam Ekonomi Gig Digital melalui Pendekatan Normatif-Komparatif
https://journal.actual-insight.com/index.php/nomos/article/view/4356
<p>Penelitian ini membahas transformasi hukum hubungan industrial terhadap fleksibilitas kerja dalam ekonomi gig digital melalui pendekatan normatif-komparatif. Perkembangan ekonomi digital mendorong sistem kerja fleksibel berbasis platform yang belum sepenuhnya diakomodasi dalam konsepsi hubungan kerja formal di Indonesia, sehingga menimbulkan kesenjangan hukum, sementara kajian sebelumnya belum secara komprehensif mengkaji dimensi normatif dan komparatif perlindungan pekerja berbasis platform. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi hukum serta mengidentifikasi kekosongan pengaturan perlindungan pekerja. Kebaruan terletak pada pengembangan model perlindungan hukum yang adaptif melalui analisis normatif-komparatif. Analisis legislatif dan komparatif adalah alat pilihan dalam pendekatan hukum normatif ini. Menurut hasil penelitian, pekerja berada dalam keadaan limbo karena mereka bukan karyawan resmi dan tidak dapat mengandalkan tunjangan seperti upah minimum, jaminan sosial, dan perlindungan dari pemutusan hubungan kerja. Oleh karena itu, reformasi peraturan diperlukan, dan reformasi tersebut harus mengatasi masalah seperti regulasi ketenagakerjaan berbasis platform, perluasan cakupan jaminan sosial, dan klarifikasi status hukum. </p>Dinda Bhawika Wimala PastikaMuhammad Dzulfikar Syaiful Ali
Copyright (c) 2026 Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum
2026-06-112026-06-1161314010.56393/nomos.v6i1.4356Dari Legalisasi ke Pemulihan: Rekonstruksi Konstitusional Kebijakan Pemutihan Sawit di Kawasan Hutan
https://journal.actual-insight.com/index.php/nomos/article/view/4435
<p>Konflik antara legalitas administratif dan perlindungan kawasan hutan menjadi persoalan utama dalam kebijakan penyelesaian perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis legalitas kebijakan penyelesaian administratif perkebunan sawit dalam kawasan hutan serta kesesuaiannya dengan Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan konstitusional melalui analisis peraturan perundang-undangan serta putusan Mahkamah Konstitusi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penyelesaian sawit dalam kawasan hutan memiliki dasar legalitas formal melalui Pasal 110A dan Pasal 110B Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 sebagaimana diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 beserta peraturan pelaksananya. Namun, konstitusionalitas kebijakan tersebut bersifat bersyarat. Kebijakan ini hanya dapat dibenarkan apabila dilaksanakan berdasarkan kepastian status kawasan, validitas riwayat perizinan, diferensiasi pelaku, perlindungan masyarakat nonkomersial, pemulihan ekologis, transparansi, dan pengawasan negara. Penelitian ini menawarkan model penyelesaian administratif bersyarat konstitusional yang mengintegrasikan kepastian hukum, keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, serta perlindungan hak warga negara dalam tata kelola kawasan hutan. Model ini juga berkontribusi pada penguatan hak-hak warga negara, literasi hukum publik, dan pendidikan hukum berbasis lingkungan sebagai dasar pembentukan kewarganegaraan ekologis dalam pengelolaan sumber daya alam.</p>Tengku Indira LarasatiSiti Dinar Rezki RamadhaniRohatul Qolby
Copyright (c) 2026 Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum
2026-07-152026-07-1561415110.56393/nomos.v6i1.4435Rekonstruksi Hukum Berbasis Extended Producer Responsibility dan Pertanggungjawaban Sirkular dalam Tata Kelola Sampah Plastik Laut di Indonesia
https://journal.actual-insight.com/index.php/nomos/article/view/4593
<p>Indonesia menghadapi persoalan struktural dalam tata kelola sampah plastik laut yang akarnya bukan semata-mata teknis, melainkan menyangkut kegagalan arsitektur pertanggungjawaban hukum. Celah penelitian yang teridentifikasi adalah ketiadaan instrumen yudisial mandatori yang mengikat produsen sepanjang siklus hidup produk plastik, sementara beban ekologis terus ditanggung oleh masyarakat dan negara. Penelitian yuridis normatif ini menggunakan pendekatan konseptual dan perundang-undangan dengan bahan hukum primer dan sekunder dari kepustakaan hukum, laporan internasional, dan dokumen kebijakan. Temuan menunjukkan bahwa mekanisme pertanggungjawaban yang berlaku menciptakan kondisi “ilusi pertanggungjawaban” regulasi tampak aktif tetapi pemulihan ekologis nyaris tidak pernah terjadi. Kebaruan penelitian ini terletak pada rekonstruksi kerangka hukum lingkungan sirkular yang mengangkat <em>Extended Producer Responsibility</em> (EPR) dari pedoman administratif menjadi kewajiban yudisial mengikat, diperkuat <em>Plastic Deposit Refund System</em> (PDRS) serta mekanisme tanggung renteng (<em>joint and several liability</em>) lintas rantai pasok. Rekonstruksi ini berkontribusi pada pengembangan doktrin hukum lingkungan Indonesia yang responsif terhadap pencemaran plastik antargenerasi dan berorientasi pada keadilan ekologis.</p>Firman NurdiansyahIna Budhiarti Supyan
Copyright (c) 2026 Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum
2026-08-082026-08-0861526410.56393/nomos.v6i1.4593Efektivitas Penerapan Sertipikat Tanah Elektronik Terhadap Kepastian Hukum Hak Atas Tanah di Jakarta Barat
https://journal.actual-insight.com/index.php/nomos/article/view/4584
<p>Penelitian ini membahas tiga hal, yaitu efektivitas penerbitan sertipikat tanah elektronik, implementasi sertipikasi tanah elektronik di Kantor Pertanahan Jakarta Barat terhadap kepastian hukum hak atas tanah, serta hambatan berikut solusinya. Penelitian ini dilakukan karena masih terdapat perdebatan mengenai efektivitas sertipikat elektronik dalam menjamin kepastian hukum hak atas tanah serta minimnya penelitian empiris pasca berlakunya Permen ATR/Kepala BPN Nomor 3 Tahun 2023. Dengan metode hukum empiris (yuridis sosiologis) dengan data primer melalui wawancara Kepala Kantor, PPAT dan pengguna layanan pertanahan, observasi dan studi dokumen, penelitian ini menyimpulkan bahwa Permen tersebut merupakan instrumen penting dalam transformasi digital pertanahan. Implementasinya di Jakarta Barat telah berkontribusi pada penguatan kepastian hukum karena menjamin eksistensi, status, dan perlindungan hak atas tanah serta mengurangi risiko sengketa. Namun, terdapat kelemahan substansi hukum eksisting yang mendorong revisi perundang-undangan terkait. Dari aspek struktur, ditemukan kendala pada validasi dokumen Pra-Buku Tanah Elektronik dan perlunya meningkatkan keamanan siber. Sementara itu, dari aspek budaya hukum, masyarakat dan mitra kerja eksternal menunjukkan respons positif namun perlu peningkatan sosialisasi.</p>Muhammad Ari NoviyantoAnas LutfiArina Novizas Shebubakar
Copyright (c) 2026 Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum
2026-08-082026-08-0861658310.56393/nomos.v6i1.4584Harmonisasi Hukum Pelindungan Data Pribadi di Indonesia dan Singapura dalam Kerangka Asia-Pacific Economic Cooperation Privacy Framework
https://journal.actual-insight.com/index.php/nomos/article/view/4578
<p>Pesatnya perkembangan perusahaan digital (<em>startup</em>) telah meningkatkan pengolahan data pribadi sekaligus menimbulkan tantangan pelindungan data dalam aktivitas ekonomi digital lintas batas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan pelindungan data pribadi bagi perusahaan digital (<em>startup</em>) di Indonesia dan Singapura serta mengkaji arah harmonisasinya berdasarkan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Privacy Framework. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, perbandingan, dan konseptual melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia dan Singapura telah mengadopsi prinsip-prinsip pelindungan data yang sejalan dengan APEC Privacy Framework, namun berbeda dalam efektivitas implementasi, kapasitas kelembagaan, dan mekanisme pengawasan. Indonesia masih menghadapi tantangan dalam penegakan hukum, pengawasan, dan kepatuhan organisasi, sedangkan Singapura menunjukkan implementasi yang lebih operasional melalui penguatan mekanisme <em>accountability</em> dan peran aktif Personal Data Protection Commission (PDPC). Penelitian ini menemukan bahwa harmonisasi pengaturan pelindungan data pribadi paling tepat dilakukan melalui model interoperabilitas sebagaimana dikembangkan dalam APEC Privacy Framework, sehingga mendukung penyelarasan standar pelindungan data tanpa menghilangkan karakteristik sistem hukum nasional masing-masing negara.</p>Chariestine VanessaDavid TanAgustianto Agustianto
Copyright (c) 2026 Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum
2026-08-082026-08-08618410110.56393/nomos.v6i1.4578Mekanisme Perlawanan Terhadap Sita Jaminan Dalam Sengketa Waris: Analisis Kepastian Hukum dan Perlindungan Hak Keperdataan
https://journal.actual-insight.com/index.php/nomos/article/view/4405
<p>Sengketa waris sering menimbulkan konflik berkepanjangan sehingga pengadilan dapat menetapkan sita jaminan (<em>conservatoir beslag</em>) untuk menjaga objek sengketa selama proses persidangan. Namun, penetapan sita jaminan juga berpotensi merugikan pihak lain yang memiliki kepentingan hukum atas objek tersebut. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis mekanisme perlawanan terhadap sita jaminan dalam sengketa waris dari perspektif kepastian hukum dan perlindungan hak keperdataan pihak ketiga. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaturan hukum dan mekanisme perlawanan terhadap sita jaminan di Indonesia dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme perlawanan telah diatur dalam hukum acara perdata dan yurisprudensi, tetapi pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa lamanya proses pemeriksaan, kompleksitas pembuktian, dan belum adanya pedoman teknis yang seragam. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan PERMA yang mengatur prosedur dan standar pembuktian perlawanan terhadap sita jaminan guna memperkuat kepastian hukum dan perlindungan hak keperdataan.</p>Ratna Indayatun
Copyright (c) 2026 Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum
2026-08-082026-08-086110211010.56393/nomos.v6i1.4405