Membangun Imunitas Ideologis Generasi Z Melalui Internalisasi Nilai-Nilai Kebangsaan Di Ruang Digital
DOI:
https://doi.org/10.56393/decive.v5i5.4258Keywords:
Imunitas Ideologis, generasi z, Nilai-nilai KebangsaanAbstract
Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana imunitas ideologis Generasi Z dibangun melalui internalisasi nilai-nilai kebangsaan di ruang digital. Di tengah arus informasi yang cepat dan kompleks, Generasi Z menghadapi tantangan seperti hoaks, polarisasi, dan krisis identitas kebangsaan. Dalam penelitian ini, imunitas ideologis didefinisikan secara operasional sebagai kemampuan individu untuk menyaring, menilai, dan merespons informasi digital secara kritis berdasarkan nilai-nilai kebangsaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi media sosial terhadap partisipan yang dipilih secara purposive, yaitu mahasiswa berusia 17–25 tahun yang aktif di ruang digital. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman serta analisis tematik Braun dan Clarke, dengan validitas melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai kebangsaan berlangsung secara dinamis melalui negosiasi makna. Temuan kebaruan menunjukkan bahwa imunitas ideologis menguat melalui praktik refleksi kritis-partisipatif di media sosial, bukan sekadar pemahaman normatif. Hal ini menegaskan pentingnya pendekatan pendidikan kewarganegaraan yang adaptif, kontekstual, dan berbasis pengalaman digital Generasi Z.
Downloads
References
Abrar, A. N. (2020). Tinjauan konstruksi sosial atas nasionalisme net generation. Jurnal Ilmu Komunikasi, 17(1).
Arnett, J. J. (2002). The psychology of globalization. American Psychologist, 57(10), 774–783. https://doi.org/10.1037/0003-066X.57.10.774
Badan Riset dan Inovasi Nasional, Yovani, N., & Baskoro, A. A. (2023). Working orientation differences among Generation Y and Generation Z in startup companies: Case in Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 13(2), 1–13. https://doi.org/10.23887/jish.v13i2.75554
Banks, J. A. (2008). Diversity, group identity, and citizenship education in a global age. Educational Researcher, 37(3), 129–139. https://doi.org/10.3102/0013189X08317501
Bennett, W. L. (2008). Changing citizenship in the digital age. In W. L. Bennett (Ed.), Civic life online: Learning how digital media can engage youth (pp. 1–24). MIT Press. https://doi.org/10.7551/mitpress/7893.003.0001
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Costanza, D. P., Badger, J. M., Fraser, R. L., Severt, J. B., & Gade, P. A. (2012). Generational differences in work-related attitudes: A meta-analysis. Journal of Business and Psychology, 27(4), 375–394. https://doi.org/10.1007/s10869-012-9259-4
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2021). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781506330204
Fitriyani, P. (2018). Pendidikan karakter bagi generasi Z. In Prosiding Konferensi Nasional ke-7 APPPTMA (pp. 23–25).
Fuchs, C. (2021). Social media and the public sphere. Communication and the Public, 6(1–2), 6–28. https://doi.org/10.1177/2057047320956335
Guess, A. M., Nagler, J., & Tucker, J. (2019). Less than you think: Prevalence and predictors of fake news dissemination on Facebook. Science Advances, 5(1), eaau4586. https://doi.org/10.1126/sciadv.aau4586
Hastini, L. Y. (2020). Apakah pembelajaran menggunakan teknologi dapat meningkatkan literasi manusia pada generasi Z di Indonesia? Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA), 10(1).
Hoskins, B., & Deakin Crick, R. (2010). Competences for learning to learn and active citizenship: Different currencies or two sides of the same coin? European Journal of Education, 45(1), 121–137. https://doi.org/10.1111/j.1465-3435.2009.01419.x
Hoskins, B., & Deakin Crick, R. (2020). Learning to learn and civic competence. European Journal of Education, 55(2), 231–246. https://doi.org/10.1111/ejed.12382
Hoskins, B., Janmaat, J. G., & Villalba, E. (2021). Civic competence of youth in Europe: Measuring cross-national variation. Social Indicators Research, 153(1), 1–27. https://doi.org/10.1007/s11205-020-02511-7
International Telecommunication Union. (2024). Facts and figures 2024: Youth internet use. ITU. https://www.itu.int/itu-d/reports/statistics/2024/11/10/ff24-youth-internet-use/
Kahne, J., & Bowyer, B. (2017). Educating for democracy in a partisan age: Confronting the challenges of motivated reasoning and misinformation. American Educational Research Journal, 54(1), 3–34. https://doi.org/10.3102/0002831216679817
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2024). Laporan penanganan hoaks nasional 2023. Kominfo.
Lyons, S. T., & Kuron, L. K. J. (2014). Generational differences in the workplace: A review of the evidence and directions for future research. Journal of Organizational Behavior, 35(S1), S139–S157. https://doi.org/10.1002/job.1913
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nisa, L. Y., Khaira, S. Z., Alkatiri, A., & Nurlatifah, S. (2023). Penerapan Pancasila sebagai etika dalam penggunaan media sosial. Advances in Social Humanities Research, 1(4), 471–477. https://doi.org/10.46799/adv.v1i4.49
Park, S., & Park, J. (2023). Effects of organizational culture and pay levels on employee retention: Focused on generational differences. Behaviours, 15(4), 125. https://doi.org/10.3390/behaviours15040125
Que, B. I. A., & Najicha, F. U. (2024). Pancasila sebagai pilar etika di dunia digital: Membangun panduan perilaku yang bermartabat di media sosial. Borneo Law Review, 8(1), 17–29. https://doi.org/10.35334/bolrev.v8i1.5579
Schroth, H. (2019). Are you ready for Gen Z in the workplace? California Management Review, 61(3), 5–18. https://doi.org/10.1177/0008125619841006
Setiawan, D., & Susilo, S. (2019). Civic education and strengthening national identity in the digital era. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 16(2), 150–160. https://doi.org/10.21831/jc.v16i2.24672
Sugiharto, S., & Setiawan, D. (2015). Pemanfaatan bonus demografi melalui peningkatan indeks pembangunan manusia di Sumatera Utara. JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.24114/jupiis.v7i1.2268
Suryadi, A., & Budimansyah, D. (2022a). Civic education in the digital era: Strengthening national identity among youth. Cakrawala Pendidikan, 41(2), 350–362. https://doi.org/10.21831/cp.v41i2.48012
Suryadi, A., & Budimansyah, D. (2022b). Pendidikan kewarganegaraan di era digital: Penguatan nilai dan karakter kebangsaan. Refika Aditama.
We Are Social, & Meltwater. (2024). Digital 2024: Indonesia. https://datareportal.com
Wibawanto, H. (2016). Generasi Z dan pembelajaran di pendidikan tinggi. In Simposium Nasional Pendidikan Tinggi (pp. 1–12).
Winarno, W., & Suyahmo, S. (2021). Civic education and deradicalization among youth in Indonesia. Journal of Social Studies Education Research, 12(3), 1–18. https://doi.org/10.17499/jsser.812345
Winataputra, U. S. (2020). Pendidikan kewarganegaraan sebagai wahana sistemik pendidikan demokrasi. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 17(1), 1–12. https://doi.org/10.21831/jc.v17i1.29690

