Internalisasi Nilai-Nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam Mewujudkan Sekolah Damai: Studi Kasus Sekolah Menengah Pertama di Kota Bekasi
DOI:
https://doi.org/10.56393/decive.v5i5.4283Keywords:
Bhinneka Tunggal Ika, Pendidikan Nilai, Pancasila, Sekolah DamaiAbstract
Pendidikan Pancasila berperan dalam penguatan toleransi dan resolusi konflik di lingkungan sekolah yang majemuk. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila sebagai upaya mewujudkan sekolah damai di Kota Bekasi. Metode penelitian ini yaitu menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di empat sekolah menengah pertama di Kota Bekasi, karena memiliki karakter sosial majemuk, dinamis, dan relevan dengan kajian Pendidikan Pancasila. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Pancasila, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai melalui 1) integrasi materi, 2) keteladanan guru, 3) pembiasaan saling menghormati, 4) kegiatan kolaboratif, dan 5) penguatan budaya sekolah yang inklusif. Implementasi tersebut berkontribusi pada terciptanya iklim sekolah yang aman, harmonis, dan menghargai keberagaman. Tantangan yang ditemukan yaitu perbedaan latar belakang, pengaruh lingkungan sosial, dan belum meratanya pemahaman praksis pendidikan kebhinekaan. Internalisasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila berperan penting dalam mewujudkan sekolah damai.
Downloads
References
Astapenko, E. V., Klimova, T. V., Molokhina, G. A., & Petrenko, E. A. (2021). Personal characteristics and environmentally responsible behavior of children of the Generation Alpha with different leisure orientation. E3S Web of Conferences, 273, 10042. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202127310042
Bajaj, M. (2015). Pedagogies of resistance and critical peace education praxis. Journal of Peace Education, 12(2), 154–166. https://doi.org/10.1080/17400201.2014.991914
Basit, A. (2023). Comparison of concepts and practices of citizenship between liberal democracy and Pancasila democracy. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 3(1), 86–99. https://doi.org/10.52738/pjk.v3i1.135
Banks, J. A. (2004). Teaching for social justice, diversity, and citizenship in a global world. The Educational Forum, 68(4), 296–305. https://doi.org/10.1080/00131720408984645
Cathrin, S., & Wikandaru, R. (2023). Establishing multicultural society: Problems and issues of multicultural education in Indonesia. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 20(1), 145–155. https://doi.org/10.21831/jc.v20i1.59744
Folke, C., Hahn, T., Olsson, P., & Norberg, J. (2005). Adaptive governance of social-ecological systems. Annual Review of Environment and Resources, 30, 441–473. https://doi.org/10.1146/annurev.energy.30.050504.144511
Gür, D., & Türel, Y. K. (2022). Parenting in the digital age: Attitudes, controls and limitations regarding children’s use of ICT. Computers & Education, 183, 104504. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2022.104504
Hakim, S., & Mazid, S. (2021). Penanaman nilai-nilai Pancasila dalam Jamaah Kopdariyah. CIVICUS: Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 9(1), 91–97. https://doi.org/10.31764/civicus.v9i1.5990
Heriyono, H. (2024). Internalisasi prinsip moderasi beragama melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SMA. Academicus: Journal of Teaching and Learning, 3(1), 36–45. https://doi.org/10.59373/academicus.v3i1.49
Irayanti, I., Istianah, A., & Sapriya, S. (2023). Harmony in citizenship education in building peaceful schools for students’ social welfare. Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 13(2), 89–98. https://doi.org/10.18592/aladzkapgmi.v13i2.10908
Istianah, A. (2024). Pendidikan kearifan lokal dalam pembelajaran PKn sebagai wujud harmoni perdamaian. Pelita: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah, 24(1), 57–67. https://doi.org/10.33592/pelita.v24i1.4873
Istianah, A., Darmawan, C., Sundawa, D., & Fitriasari, S. (2024). Peran pendidikan kebinekaan dalam pendidikan kewarganegaraan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang damai. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 9(1), 15–29. https://doi.org/10.21067/jmk.v9i1.10192
Istianah, A., Darmawan, C., Sundawa, D., Fitriasari, S., & Shamim, A. (2025). Research trends in peace education as a pillar in creating a safe and comfortable learning environment: A bibliometric study. International Journal of Recent Educational Research, 6(2), 582–601. https://doi.org/10.46245/ijorer.v6i2.769
Istianah, A., Irawan, H., & Mas’ud, F. (2024). Peran guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun sekolah damai berkebhinnekaan. Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn, 11(2), 147–156. https://doi.org/10.36706/jbti.v11i02.4
Istianah, A., Maftuh, B., & Malihah, E. (2023). Konsep sekolah damai: Harmonisasi Profil Pelajar Pancasila dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Jurnal Education and Development, 11(3), 333–342. https://doi.org/10.37081/ed.v11i3.5048
Istianah, A., Mazid, S., & Susanti, R. P. (2021). Strategi pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah pembentuk karakter mahasiswa. Heritage: Journal of Social Studies, 2(1). https://doi.org/10.35719/hrtg.v2i1.37
Lickona, T. (1996). Eleven principles of effective character education. Journal of Moral Education, 25(1), 93–100. https://doi.org/10.1080/0305724960250110
Malatuny, Y. G., & Rahmat, R. (2017). Pembelajaran civic education dalam mengembangkan civic disposition. Pedagogika, 5(1), 56–68. https://doi.org/10.30598/pedagogikavol5issue1page56-68
Mazid, S., & Istianah, A. (2023). Pendidikan Kewarganegaraan: Membangun sekolah damai untuk wujudkan lingkungan masyarakat aman dan sejahtera. Al-I’timad: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam, 1(2), 181–198. https://doi.org/10.35878/alitimad.v1i2.907
Muharam, R. S., & Prasetyo, D. (2021). Pemanfaatan media YouTube untuk mendukung e-learning Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi. Jurnal Citizenship, 4(1), 1–12. https://doi.org/10.12928/citizenship.v4i1.19444
Nurgiansah, T. H. (2021). Pendidikan Pancasila sebagai upaya membentuk karakter jujur. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 9(1), 33–41. https://doi.org/10.23887/jpku.v9i1.31424
Oktari, D., & Dewi, D. A. (2021). Pemicu lunturnya nilai Pancasila pada generasi milenial. Jurnal PEKAN, 6(1), 93–103. https://doi.org/10.31932/jpk.v6i1.1170
Parwati, Y., Saylendra, N. P., & Nugraha, Y. (2023). Efektivitas pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam meningkatkan civic disposition siswa pada Kurikulum Merdeka. De Cive, 3(9), 310–316. https://doi.org/10.56393/decive.v3i9.1782
Permana, B. I., & Mursidi, A. (2020). Peranan nilai gotong royong sebagai bentuk penerapan sila ketiga Pancasila di Desa Wonorejo. Citizenship, 8(1), 13–20. https://doi.org/10.25273/citizenship.v8i1.5038
Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2025). Panduan mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
Ranuharja, F., Ganefri, G., Fajri, B. R., Prasetya, F., & Samala, A. D. (2021). Development of interactive learning media edugame using ADDIE model. Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan, 14(1), 53–59. https://doi.org/10.24036/tip.v14i1.412
Rohmah, N. N. S., Markhamah, M., Narimo, S., & Widyasari, C. (2023). Strategi penguatan Profil Pelajar Pancasila dimensi berkebhinekaan global di sekolah dasar. Jurnal Elementaria Edukasia, 6(3), 1254–1269. https://doi.org/10.31949/jee.v6i3.6124
Sati, A. L., Marhamah, M., Nurhot, N., & Dewi, U. (2021). Representasi nilai Pancasila dalam kehidupan berbudaya. Jurnal Syntax Fusion, 1(2), 1–11. https://doi.org/10.54543/fusion.v1i2.14
Sengers, F., Wieczorek, A. J., & Raven, R. (2019). Experimenting for sustainability transitions: A systematic literature review. Technological Forecasting and Social Change, 145, 153–164. https://doi.org/10.1016/j.techfore.2016.08.031
Thomsen, M., Steinitz, S., Sivertsen, M. F., & Just, S. N. (2025). The digital community centers of the 21st century? A mixed-methods study of Facebook groups as fora for connective democracy. Social Media + Society, 11(1), 20563051251329063. https://doi.org/10.1177/20563051251329063
Trisiana, A. (2020). Penguatan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui digitalisasi media pembelajaran. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 31–41. https://doi.org/10.20527/kewarganegaraan.v10i2.9304
Widodo, S. (2011). Implementasi bela negara untuk mewujudkan nasionalisme. Civis, 1(1). https://doi.org/10.26877/civis.v1i1.572
Wiratomo, G. H., et al. (2017). Model internalisasi nilai-nilai Pancasila oleh guru PPKn jenjang SMP di Kota Semarang. Integralistik, 28(2), 119–130. https://doi.org/10.15294/integralistik.v28i2.13721
Wiratomo, G. H., et al. (2023). Living values education as a learning innovation model to improve student civic dispositions in Indonesia. In Proceedings of the 5th International Conference on Law, Social Sciences and Education (ICLSSE 2023). European Alliance for Innovation. https://doi.org/10.4108/eai.1-6-2023.2341402
Wiratomo, G. H., et al. (2025). Preserving Pancasila through values and character in cultural citizenship of plural communities. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 10(2), 558–571. https://doi.org/10.21067/jmk.v10i1.11433

