Pendidikan Antikorupsi sebagai Pedagogi Kewargaan Kritis : Kajian Kesenjangan antara Kebijakan Kurikulum dan Realitas Implementasi di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.56393/decive.v5i5.4291Keywords:
Pendidikan Antikorupsi, Pedagogi Kewargaan Kritis, Kesenjangan Kurikulum, Integritas Institusional, Korupsi StrukturalAbstract
Penelitian ini mengkaji pendidikan antikorupsi di Indonesia melalui kerangka pedagogi kewargaan kritis, dengan fokus pada ketidaksesuaian antara kebijakan kurikulum dan realitas implementasinya. Meski pendidikan antikorupsi telah diintegrasikan secara luas di berbagai jenjang pendidikan sejak 2012, skor indeks persepsi korupsi Indonesia justru menunjukkan tren penurunan, dari 37 pada 2024 menjadi 34 pada 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap sumber akademik dari basis data Scopus dan Google Scholar serta dokumen kebijakan resmi KPK dan Kemendikbudristek. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi masih didominasi oleh pendekatan normatif yang berpusat pada dimensi kognitif dan moral individual, sehingga mengabaikan faktor struktural dan institusional yang menopang praktik korupsi. Selain itu, lemahnya kredibilitas institusi pendidikan turut melemahkan efektivitas pembelajaran nilai integritas di ruang kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi pendidikan antikorupsi menuju pedagogi kewargaan kritis yang menekankan kesadaran reflektif, analisis struktural dan partisipasi sipil aktif merupakan langkah mendesak agar pendidikan antikorupsi tidak berhenti pada tataran retorika kebijakan.
Downloads
References
Adithiya, D., Hartati, H., & Abd Aziz, S. N. (2025). A comparative study of anti-corruption education in Indonesia, Malaysia, Mexico, and Ukraine. Indonesian Comparative Law Review, 8(1), 16–43. https://doi.org/10.18196/iclr.v8i1.28375
Aditya Dwi, W., Muhammad, F., & Saiful, B. (2025). Implementasi pendidikan anti korupsi dalam pembelajaran PPKn di sekolah menengah kejuruan. Education Achievement: Journal of Science and Research, 6(3), 199–206. http://pusdikra-publishing.com/index.php/jsr
Angelia, I., Ananda, A., & Montessori, M. (2022). Development of problem-based learning model for corruption prevention in improving anti-corruption attitude in citizenship learning. Linguistics and Culture Review, 6(S2), 465–484. https://doi.org/10.21744/lingcure.v6ns2.2138
Ayyubi, I. I. A., Prayetno, E., & others. (2025). Between awareness and resistance: Do anti-corruption education and deradicalisation encourage students to be critical? Journal of Education and Learning Studies, 5(2), 18–29. https://jurnal.gerakanedukasi.com/index.php/gerasi/article/view/130
Dewantara, J. A., Hermawan, Y., Yunus, D., Prasetiyo, W. H., Efriani, E., Afriyanti, F., & Nurgiansih, T. H. (2021). Anti-corruption education as an effort to form students with humanist and law-compliant character. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 18(1), 70–81. https://doi.org/10.21831/jc.v18i1.38432
Dincă, G., & Strempel, C. G. (2025). Perceptions of corruption, inequality, and the fragility of prosperity in Europe. Economies, 13(10), Article 296. https://doi.org/10.3390/economies13100296
Halimah, L., Fajar, A., & Hidayah, Y. (2021). Pendidikan anti korupsi melalui mata kuliah Pancasila: Tingkatan dalam memahami kejujuran. Jurnal Pendidikan, 5(1), 1–14.
Husna, M. F., Safwani, N. P., Rismayanti, R., Tarigan, E. S. B., Panjaitan, D., Fahrezzy, M. F., & Azhari, M. A. (2025). Transformasi nilai-nilai antikorupsi melalui pendidikan karakter dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Inovasi Pendidikan Nusantara, 6(2), 294–304. https://ejurnals.com/ojs/index.php/ipn
Kashani, T. (2012). The transformative intellectual: An examination of Henry Giroux’s ethics. Policy Futures in Education, 10(6), 622–626. https://doi.org/10.2304/pfie.2012.10.6.622
Kubbe, I., Baez-Camargo, C., & Scharbatke-Church, C. (2024). Corruption and social norms: A new arrow in the quiver. Annual Review of Political Science, 27(1), 423–444. https://doi.org/10.1146/annurev-polisci-051120-095535
Lantara, I. W. N. (2025). Understanding attitudes toward corruption in Indonesia: Regional disparities and the role of education. International Journal of Asia-Pacific Studies, 21(2), 1–25. https://doi.org/10.21315/ijaps2025.21.2.1
Loloagin, G., Rantung, D. A., & Naibaho, L. (2023). Implementasi pendidikan karakter menurut perspektif Thomas Lickona ditinjau dari peran pendidik PAK. Jurnal Pendidikan, 5(3), 6012–6022.
Nasution, Z., Angraeni, S., Zulaiha, A., & Matan, H. M. (2022). Survei integritas pendidikan: Sebuah usulan pengukuran integritas pada sektor pendidikan. Integritas: Jurnal Antikorupsi, 8(2), 221–236.
Obi, C. E., Ojiakor, I., Nwokolo, C., Gadanya, M., McKee, M., Angell, B., Balabanova, D., & Onwujekwe, O. (2025). Contribution and influence of social capital on corruption in the health sector: A view through the lens of service users. BMJ Global Health, 10(12), 1–9. https://doi.org/10.1136/bmjgh-2025-020195
Oxley, L., & Morris, P. (2010). Towards a framework for critical citizenship education. The Curriculum Journal, 21(1), 77–96. https://doi.org/10.1080/09585170903560444
Pradana, Y. (2021). Kampanye nilai-nilai antikorupsi melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. PKn Progresif: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan, 16(2). https://doi.org/10.20961/pknp.v16i2.49749
Rahmat, A. E., & Suhaeb, F. W. (2023). Perspektif Emile Durkheim tentang pembagian kerja dan solidaritas masyarakat maju. JISIP, 7(3), 2138–2144. https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.5233
Rothstein, B., Samanni, M., & Teorell, J. (2010). Quality of government, political power, and the welfare state. The Quality of Government Institute.
Santoso, R., Murdiono, M., Muhson, A., & Nadya, L. (2024). The quality of anti-corruption education in Indonesian schools: Adaptation of the SERVQUAL method. International Journal of Evaluation and Research in Education, 13(4), 2482–2488. https://doi.org/10.11591/ijere.v13i4.28150
Subkhan, E. (2020). Pendidikan antikorupsi perspektif pedagogi kritis. Integritas: Jurnal Antikorupsi, 6(1), 15–30. https://doi.org/10.32697/integritas.v6i1.649
Trisiana, A., Priyanto, A., & Sutoyo. (2024). An analysis of the development of anti-corruption education in Indonesia through media-based citizenship education using smart mobile civic learning. Cakrawala Pendidikan, 43(1), 166–175. https://doi.org/10.21831/cp.v43i1.60261
Uma, S. (2025). Strengthening anti-corruption education for high school students through the integration of integrity values in civics education. SMART Journal, 3(2), 91–101. https://doi.org/10.61677/smart.v3i2.613
Uslaner, E. M. (2005). Equality, corruption, and social trust. Oxford Economic Papers, 57(1), 41–72.
Westheimer, J., & Kahne, J. (2004). What kind of citizen? American Educational Research Journal, 41(2), 237–269.
Wijaya, M. T., & Pertiwi, K. (2025). “It all comes back to self-control?”: Unpacking the discourse of anti-corruption education in Indonesia. Public Integrity, 27(4), 402–415. https://doi.org/10.1080/10999922.2024.2327246

