Civic Culture dalam Integrasi Tradisi Ngalungi Sapi di Dukoh Dresi Wetan
DOI:
https://doi.org/10.56393/decive.v5i7.4330Keywords:
Civic Culture, Pendidikan Kewarganegaraan, Ngalungi SapiAbstract
Arus globalisasi saat ini berdampak pada terkikisnya identitas budaya lokal dan karakter kewarganegaraan di kalangan generasi muda. Kondisi ini menuntut adanya langkah nyata dalam memperkuat ketahanan budaya, salah satunya melalui integrasi tradisi lokal ke dalam sistem pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tradisi Ngalungi Sapi di Dukoh Dresi Wetan dapat dijadikan sumber pengembangan civic culture dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa tradisi ini memanifestasikan nilai civic skills melalui gotong royong pembuatan ketupat, serta civic disposition dalam praktik weweh sedulur. Selain itu, ritual pengalungan ketupat mencerminkan etika lingkungan sebagai bentuk civic virtue, acara selametan memperkokoh aspek spiritualitas masyarakat. Secara teoretis, nilai-nilai tersebut sejalan dengan pilar pengetahuan, keterampilan, dan watak kewarganegaraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal Ngalungi Sapi sangat efektif sebagai strategi pembelajaran kontekstual untuk mempertebal tanggung jawab sosial dan jati diri nasional di tengah tantangan era digital.
Downloads
References
Almond, G. A., & Verba, S. (1963). The civic culture: Political attitudes and democracy in five nations. Princeton University Press. https://www.jstor.org/stable/j.ctt183pnr2
Agriya, M., Nurdin, N., Ramadhani, S., & Abdillah, A. (2024). Wisdom of local culture of Cireundeu traditional village. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 26(2), 68–83.
Anjarwati, L. (2018). Upacara tradisi tiban (minta hujan) dalam perspektif dakwah (Studi kasus Desa Bauh Gunung Sari Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur) (Undergraduate thesis). UIN Raden Intan Lampung
Damiani, V., & Fraillon, J. (2025). Civic and citizenship education, global citizenship education, and education for sustainable development: An analysis of their integrated conceptualization and measurement in ICCS 2016 and 2022. Large-Scale Assessments in Education, 13(1). https://doi.org/10.1186/s40536-025-00237-y
Dwi Nurmansyah, M. F. M. (2024). Implementasi pendidikan multikultural dalam PKn untuk menumbuhkan toleransi dan nasionalisme siswa sekolah dasar. 5(2), 92–101.
Hillygus, D. S., & Holbein, J. B. (2023). Education: Developing the skills young people need to engage in civic life. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science, 73–94. https://doi.org/10.1177/00027162231177798
Jamaludin. (2022). Pendekatan nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sebagai penguatan karakter. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences, 4(4), 2519–2524. https://doi.org/10.34007/jehss.v4i4.1102
Japar, M., Fadhillah, D. N., Komin, W., & Kardiman, Y. (2022). The implementation of multiculturalism learning model based on local wisdom in civic education. 19(2), 186–195.
Karim, A. (2022). Praksis penanaman nilai local wisdom masyarakat Desa Jrahi sebagai learning resources IPS. Quality, 10(2), 203. https://doi.org/10.21043/quality.v10i2.17127
Magill, K. R. (2024). Community agency and civic engagement. https://doi.org/10.1177/17461979221130431
Mas’ud, F., Benu, A., Bulu, D. M., Ay, S. W. O., Gudhu, Y. N., & Nomleni, I. S. (2025). Globalisasi dan pergeseran dimensi budaya lokal: Tantangan pelestarian nilai tradisional. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 293–301.
Mustaufidah. (2020). Ngalungi sapi Desa Babadan.
Nabila, B. (2024). Eksistensi dan pelestarian tradisi ngalungi sapi sebagai upaya pengenalan ternak sapi (Studi kasus Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang).
Nur, U., Hari, D., & Mardikantoro, B. (2020). Satuan-satuan lingual dalam tradisi ngalungi di Desa Sekarsari Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang: Kajian etnolinguistik. Jurnal Sastra Indonesia. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsi
Nurhasanah, L., Siburian, B. P., & Fitriana, J. A. (2021). Pengaruh globalisasi terhadap minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional Indonesia. Jurnal Global Citizen, 10(2), 31–39. https://doi.org/10.33061/jgz.v10i2.5616
Rahayu, K., Yunitasari, D., Utaminingsih, E., Purwaningsih, I., & Sari, F. I. (2024). The crucial of civic education for elementary school students. Pedagogia: Jurnal Pendidikan, 13(2), 145–151. https://doi.org/10.21070/pedagogia.v13i2.1658
Sari, T. Y., Kurnia, H., Khasanah, I. L., & Ningtyas, D. N. (2022). Membangun identitas lokal dalam era globalisasi untuk melestarikan budaya dan tradisi yang terancam punah. Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 2(2), 76–84.
Sawaludin, Dahlan, & M. M. H. (2023). Pengembangan civic skills melalui nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat Sade Desa Rambitan Lombok Tengah. 7(2).
Schulz, W., Ainley, J., Fraillon, J., & Losito, B. (2025). Civic knowledge.
Siregar, A., Yanti, D. D., Sipayung, D. V., et al. (2024). Pengaruh globalisasi terhadap identitas budaya lokal. Jurnal Intelek Insan.
Sulton Asofyan, M., Nur Malahayati Sukma, F., et al. (2023). Pembangunan kebudayaan di Indonesia: Apakah sejalan dengan pembangunan manusia? Jurnal Masyarakat Indonesia, 49(1).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
White, G., Dong, D., Campbell, D. E., & Lee, C. D. (2023). Civic education in a time of democratic crisis. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science, 7–16. https://doi.org/10.1177/00027162231190539
Wulandari, I., Handoyo, E., Yulianto, A., Sumartiningsih, S., & Fuchs, P. X. (2024). Integrasi nilai kearifan lokal dalam pendidikan karakter siswa di era globalisasi. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 7(4), 370–376.
Zulfa, S. (2023). Akulturasi budaya Jawa dalam tradisi kupatan sapi: Perspektif fenomenologi Edmund Husserl.

