Literasi Digital Masyarakat Perkotaan Untuk Memerangi Hoaks dan Disinformasi Sebagai Penguat Karakter Kewarganegaraan
DOI:
https://doi.org/10.56393/decive.v5i7.4352Keywords:
Karakter, Literasi Digital, Disinformasi, Hoaks, Masyarakat PerkotaanAbstract
Kemajuan pesat teknologi informasi pada era digital telah menghadirkan ancaman nyata dalam bentuk hoaks dan disinformasi yang merusak tatanan kehidupan masyarakat di wilayah perkotaan. Kajian ini bertujuan menginvestigasi kontribusi literasi digital dalam membentengi karakter warga di tengah derasnya gelombang hoaks dan disinformasi, dengan mengambil lokasi penelitian di Kecamatan Gondokusuman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metodologi yang diterapkan adalah pendekatan fenomenologis kualitatif, dengan menghimpun data melalui wawancara semi-terstruktur mendalam, pengamatan partisipatif, dan telaah dokumen terhadap tujuh informan yang ditentukan secara purposif, mencakup warga biasa, pemimpin komunitas digital, aktivis media sosial, serta praktisi pendidikan. Temuan penelitian mengungkap: (1) kapasitas literasi digital warga Gondokusuman tergolong pada level menengah; (2) persebaran hoaks dan disinformasi memberikan dampak yang substansial terhadap degradasi nilai-nilai kewarganegaraan; (3) literasi digital terbukti berkontribusi positif dalam membangun ketahanan karakter kewarganegaraan. Model PLDK mengejawantahkan nilai-nilai kearifan lokal melalui tiga komponen pokok, yaitu gotong royong digital sebagai pijakan kolaborasi verifikasi informasi, musyawarah komunitas sebagai wahana penyelesaian konflik disinformasi, serta pranata sosial lokal sebagai jalur distribusi literasi kritis kepada khalayak luas. Rekomendasi penelitian mencakup perlunya mengintegrasikan Model PLDK ke dalam kurikulum PKn dan memperkuat ekosistem informasi yang bertumpu pada semangat gotong royong digital.
Downloads
References
Amalia, AR, Aqida, A., & Aidah, S. (2025). Kewarganegaraan Digital sebagai Upaya Persiapan Menghadapi Tantangan Perkembangan Teknologi. Jurnal Karakter Indonesia , 2(1), 15–33. https://journal.binus.ac.id/index.php/icj/article/view/12262
APJII. (2024). Laporan survei penetrasi internet Indonesia 2024. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. https://apjii.or.id/survei
Buckingham, D. (2019). Teaching media in a post-truth age: Fake news, media bias and the challenge for media/digital literacy education. Cultura y Educación, 31(2), 213–231. https://doi.org/10.1080/11356405.2019.1603814
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. SAGE Publications. https://books.google.com/books?id=gX1ZDwAAQBAJ
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (Eds.). (2018). The SAGE handbook of qualitative research (5th ed.). SAGE Publications. https://books.google.com/books?id=Pz5RvgAACAAJ
Fikri, A., Rahman, ANU, & Wildania, D. (2025). Urgensi Literasi Digital dalam Membangun Karakter Siswa di Era Media Sosial. RIGGS: Jurnal Kecerdasan Buatan dan Bisnis Digital , 4(2), 3899–3905. https://journal.ilmudata.co.id/index.php/RIGGS/article/view/1134
GNLD Siberkreasi & Kominfo. (2024). Indeks literasi digital nasional Indonesia 2024. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. https://literasidigital.id
Guess, A. M., Malhotra, N., Pan, J., Lerner, J., Nyhan, B., Reifler, J., & Sircar, N. (2023). How do social media feed algorithms affect attitudes and behavior in an election campaign? Science, 381(6656), 398–404. https://doi.org/10.1126/science.abp9364
Hobbs, R. (2017). Create to learn: Introduction to digital literacy. https://books.google.co.id/books?id=jU8nDwAAQBAJ&redir_esc=y
Jenkins, H., Purushotma, R., Weigel, M., Clinton, K., & Robison, A. J. (2009). Confronting the challenges of participatory culture: Media education for the 21st century. The MIT Press. https://doi.org/10.7551/mitpress/8435.001.0001
Kominfo. (2024). Laporan penanganan konten hoaks 2018–2024. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. https://www.kominfo.go.id
Kurniawati, J., & Baroroh, S. (2023). Efektivitas pendampingan berbasis komunitas dalam penguatan literasi digital masyarakat perkotaan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(2), 112–130. https://doi.org/10.31002/jkkm.v4i2.3324
Lim, M. (2022). Disinformation and the restructuring of democratic landscapes in Indonesia. Asian Journal of Communication, 32(4), 289–308. https://doi.org/10.15575/jassr.v4i1.59
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (2011). The constructivist credo. Left Coast Press. https://books.google.com/books?id=-zAdTcwAW6gC
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications. https://books.google.com/books?id=p0wXBAAAQBAJ
Muhtadi, B. (2021). Politik identitas dan persenjataan media sosial di Indonesia: Analisis pemilihan umum 2019. Jurnal Penelitian Politik, 18(1), 1–22. https://doi.org/10.47651/mrf.v13i2.23
Nasrullah, R., Rustam, R., Gunawan, W., & Mulyana, A. (2024). Selective exposure dan echo chamber di media sosial: Studi kasus masyarakat Yogyakarta. Jurnal Ilmu Komunikasi, 21(1), 78–96. https://doi.org/10.56806/jh.v6i4.352
Naura Deviyanti Nivia Putri, 2025. Pengguna Internet di Indonesia: Tren, Tantangan, dan Peluang di Era Digital. Jurnal Interdisipliner Maliki (MIJ), 3(8), 604–608 (2025) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/11648
Pennycook, G., & Rand, D. G. (2019). Lazy, not biased: Susceptibility to partisan fake news is better explained by lack of reasoning than by motivated reasoning. Cognition, 188, 39–50. https://doi.org/10.1016/j.cognition.2018.06.011
Raharjo, NP, & Winarko, B. (2021). Analisis Tingkat Literasi Digital Generasi Milenial Kota Surabaya dalam Menanggulangi Penyebaran Hoaks. Jurnal Komunika , 10(1), 33–44. https://doi.org/10.31504/komunika.v10i1.3795
Rajaminsah, R. (2025). Literasi digital sebagai fondasi kewarganegaraan di era post-truth: Kajian kritis dan implikasinya bagi pendidikan. Alacrity: Journal of Education, 5(2). https://doi.org/10.52121/alacrity.v5i2.854
Rianto, P. (2020). Ketika kebohongan menjadi hal biasa: Etika di era post-truth. Jurnal Komunikasi Indonesia, 12(1), 45–62. https://doi.org/10.7454/jki.v9i1.11986
Santoso, G. (2024). Pendidikan di Era Revolusi Digital (Civil Society 5.0 Era): Perspektif Yuval Noah Harari Jurnal Pendidikan Transformatif, 3(7), 43–50. https://doi.org/10.9000/jpt.v3i6.2031
Sari, Y., Sunarso, S., & Suyato, S. (2025). Literasi Digital sebagai Fondasi Pendidikan Politik Generasi Muda Era Digital. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora , 8(4), 175–184. https://doi.org/10.37329/ganaya.v8i4.4975
Silvana, H., & Darmawan, C. (2018). Pendidikan Literasi Digital di Kalangan Usia Muda di Kota Bandung. Pedagogi , 16(2), 146–156. https://doi.org/10.17509/pedagogia.v16i2.7276
Soffi, D., dkk. (2025). Peran Literasi Digital dalam Membentuk Kesadaran Kewarganegaraan Generasi Muda di Era Society 5.0. Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Indonesia , 2(7), 2088–2093. https://jurnal.intekom.id/index.php/ijema/article/view/1399
Stoker, G., & Hay, C. (2023). Civic resilience and democratic sustainability in the age of disinformation. Political Studies Review, 21(2), 215–231. https://doi.org/10.1177/14789299211063640
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1543971
Traberg, C. S., Roozenbeek, J., & van der Linden, S. (2022). Psychological inoculation against misinformation: Current evidence and future directions. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science, 700(1), 136–151. https://doi.org/10.1177/00027162221087936
UNESCO. (2023). Technology in education: A tool on whose terms? Global Education Monitoring Report. UNESCO Publishing. https://doi.org/10.54676/UZQV8501
Van Dijk, J. A. G. M. (2020). The digital divide. Polity Press. https://doi.org/10.1080/1369118X.2020.1781916
Vosoughi, S., Roy, D., & Aral, S. (2018). The spread of true and false news online. Science, 359(6380), 1146–1151. https://doi.org/10.1126/science.aap9559
Wahyudi, A., & Sumarno, S. (2024). Integrasi literasi digital dalam pembelajaran PKn di SMA: Pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 21(1), 45–60. https://doi.org/10.21831/civics.v21i1.56789
Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information disorder: Toward an interdisciplinary framework for research and policy making. Council of Europe. https://rm.coe.int/information-disorder-report-november-2017/1680764666
Widiatmaka, P., & Kurniawan, ID (2023). Peningkatan Civic Literasi dengan Memanfaatkan Literasi Digital Melalui Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Jurnal Pekommas , 8(1), 59–70. https://doi.org/10.30818/jpkm.2023.8.1.59-70
Winataputra, U. S., & Budimansyah, D. (2023). Pendidikan kewarganegaraan digital: Integrasi nilai-nilai PKn dengan kompetensi kehidupan digital. Remaja Rosdakarya. https://opac.unesa.ac.id/lihat_buku/487_slims-node-rbc-fik

