Integrasi Kearifan Lokal Suku Abun dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa

Authors

  • Hendita Marliana Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Ihsan Ihsan Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong https://orcid.org/0009-0002-3954-5668
  • Roni Andri Pramita Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

DOI:

https://doi.org/10.56393/decive.v5i7.4385

Keywords:

Kearifan Lokal, Suku Abun, Pendidikan Pancasila, Partisipasi Siswa

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi kearifan lokal Suku Abun dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk meningkatkan partisipasi siswa. Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah menengah di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, dengan subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Pancasila dan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai budaya Suku Abun mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, ditunjukkan melalui meningkatnya keaktifan bertanya, partisipasi dalam diskusi kelompok, serta keterlibatan dalam penyelesaian tugas kelas. Pembelajaran yang dikaitkan dengan pengalaman budaya siswa juga membantu memperkuat pemahaman terhadap nilai demokrasi, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dapat menciptakan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih kontekstual dan partisipatif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apriliani, D., Suryadi, K., & Nugraha, R. (2024). Civic learning and value internalization in elementary education. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 14(1), 45–58.

Atmaja, P. A. (2024). Local culture-based learning and student participation in elementary schools. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 21(2), 120–132.

Banks, J. A. (2016). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching (6th ed.). Routledge.

Dahliana, N., & Tirtoni, F. (2025). Implementation of RADEC model based on cultural literacy in Pancasila education learning. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 11(1), 33–47.

Dewi, R., Hidayat, M., & Anwar, S. (2025). Teacher readiness in culturally responsive learning implementation. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 30(1), 67–79.

Fredricks, J. A., Blumenfeld, P. C., & Paris, A. H. (2004). School engagement: Potential of the concept, state of the evidence. Review of Educational Research, 74(1), 59–109. https://doi.org/10.3102/00346543074001059

Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.

Ihsan, A., Rahman, F., & Yuliana, S. (2021). Nilai sosial masyarakat adat Papua dalam pembentukan karakter peserta didik. Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman, 8(2), 88–99.

Ihsan, A., Widodo, H., & Sari, N. (2025). Integration of local wisdom in civic education learning. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Indonesia, 10(1), 14–28.

Jamaah, N., Putri, D., & Wicaksono, A. (2024). Local wisdom-based learning and social character development of students. Jurnal Basicedu, 8(3), 2100–2112.

Johnson, E. B. (2014). Contextual teaching and learning: What it is and why it is here to stay. Corwin Press.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kurniati, R., Hasanah, U., & Prasetyo, D. (2025). Local wisdom integration in Pancasila education learning to improve student engagement. Jurnal Pendidikan Karakter, 15(1), 77–90.

Nurani, L. (2024). Local wisdom as a strategy for strengthening student character education. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(2), 155–168.

Prasetyo, A. (2022). Student participation in civic education learning at elementary school. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 7(2), 101–112.

Rahmawati, I. (2023). Contextual learning approach in civic education. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 30(1), 56–68.

Sari, M., & Nugroho, T. (2023). Challenges of civic education learning in elementary schools. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 13(2), 98–110.

Sulaeman, Y., Hartati, S., & Kurniawan, B. (2024). Culturally responsive teaching in elementary school learning. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(4), 412–425.

Tilaar, H. A. R. (2015). Pedagogik teoretis untuk Indonesia. Kompas Media Nusantara.

Ummah, S., Lestari, D., & Ramadhan, F. (2025). Emotional engagement of students through local wisdom-based learning. Jurnal Pendidikan Humaniora, 13(1), 40–52.

Vi, M., & Negeri, S. (2025). Gamification and project-based learning based on Dayak local wisdom. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 9(1), 70–84.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Windayani, P., Yusuf, M., & Khasanah, E. (2024). Inclusive contextual learning in multicultural classrooms. Jurnal Pendidikan Multikultural, 6(2), 91–104.

Winataputra, U. S. (2020). Pendidikan kewarganegaraan dalam perspektif kebangsaan dan karakter bangsa. Universitas Terbuka.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Marliana, H., Ihsan, I., & Andri Pramita, R. . (2025). Integrasi Kearifan Lokal Suku Abun dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa. De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 5(7), 318–324. https://doi.org/10.56393/decive.v5i7.4385