Internalisasi Nilai-Nilai Multikultural dalam Membangun Sikap Toleransi Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
DOI:
https://doi.org/10.56393/decive.v5i6.4387Keywords:
Internalisasi Nlai, Kedewasaan Kultural, Multikultural, Pendidikan Kewarganegaraan, Sikap ToleransiAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai-nilai multikultural melalui kedewasaan kultural mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam membangun sikap toleransi pada masyarakat multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada mahasiswa PPKn Universitas Negeri Padang. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedewasaan kultural mahasiswa berkembang melalui pengalaman langsung, interaksi sosial lintas budaya, refleksi diri, dan pembelajaran berbasis pengalaman. Proses tersebut membentuk sikap toleransi, empati, keterbukaan, kemampuan komunikasi inklusif, serta tanggung jawab sosial sebagai bagian dari civic disposition dan civic responsibility mahasiswa. Faktor-faktor yang memengaruhi internalisasi nilai multikultural meliputi motivasi, kesadaran diri, latar belakang keluarga, kematangan emosional, lingkungan sosial, pengalaman lapangan, peran pendidikan, dan dukungan komunitas. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan multikultural berbasis proyek dan pengalaman sosial efektif memperkuat karakter demokratis, inklusif, dan kemampuan mahasiswa dalam membangun kohesi sosial di tengah masyarakat majemuk.
Downloads
References
Anugrah. (2024). Pendidikan karakter dalam perspektif kurikulum pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Jurnal Pendidikan Pancasila Indonesia, 4(1), 22–34. https://doi.org/10.53299/jppiv4i1.403
Arba Octavia, A., & Winarto, A. (2023). Internalisasi profil pelajar Pancasila dalam upaya penguatan pendidikan karakter di lembaga pendidikan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 17(1).
Assyakurrohim, D., Ikhram, D., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2022). Metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.47709/jpsk.v3i01.1951
Azzahra, G. F., Asbari, M., & Ariani, A. S. (2023). Pendidikan multikultural: Menuju kesatuan melalui keanekaragaman. Journal of Information Systems and Management, 2(6). https://jisma.org
Barella, Y., Fergina, A., Achruh, A., & Hifza, H. (2023). Multikulturalisme dalam pendidikan Islam: Membangun kesadaran dan toleransi dalam keanekaragaman budaya. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 4(3), 2028–2039. https://doi.org/10.54373/imeij.v4i3.476
Brankovic, A. (2024). UAE tolerance framework as a base for coexistence in a multicultural society. International Journal of Civilizations Studies & Tolerance Sciences, 1(1), 105–115. https://doi.org/10.54878/n7pebq27
Dharma, Y., Seneru, W., & Obi, S. N. (2025). The role of communication in building tolerance and unity in a diverse society: A systematic literature review. Journal of Communication, Religious, and Social Sciences (JoCRSS), 3(1), 13–24. https://doi.org/10.60046/jocrss.v3i1.219
Gule, Y. (2025). The role of religious moderation in enhancing social harmony and interfaith tolerance among university students. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama, 17(1), 611–622. https://doi.org/10.37680/qalamuna.v17i1.7101
Hakim, A. R., & Darojat, J. (2023). Pendidikan multikultural dalam membentuk karakter dan identitas nasional. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(3), 1337–1346. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i3.1470
Huliaieva, O., & Poltavska, K. (2024). Social maturity as a factor in the professional self-determination of an adolescent person. Visnyk of V. N. Karazin Kharkiv National University. A Series of Psychology, (76), 7–11. https://doi.org/10.26565/2225-7756-2024-76-01
Mariyono, D. (2024). Multicultural values: Meeting point of two forces in developing Islamic education. Quality Education for All, 1(1), 46–69. https://doi.org/10.1108/QEA-02-2024-0018
Rijal, A., Affandi, I., Kosasih, A., & Somad, M. A. (2023). Internalization model of discipline character values to foster a positive culture in the school environment. JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia), 12(3), 408–417. https://doi.org/10.23887/jpiundiksha.v12i3.60130
Riyadi, I., Prabowo, E. A., & Hakim, D. (2024). Peran Bhinneka Tunggal Ika dalam keberagaman adat budaya di Indonesia. JAKSA: Jurnal Kajian Sosial dan Administrasi, 2(3), 34–49. https://doi.org/10.51903/jaksa.v2i3.1870
Santosa, Y. B. P., Maulana, W., & Djono, D. (2025). Penguatan nilai toleransi melalui pendidikan multikultural pada pembelajaran sejarah jenjang SMA. Jurnal Artefak, 12(1), 93–102. https://doi.org/10.25157/ja.v12i1.18369
Sinaga, A. V., Sianipar, R., Kartini, K., Arsal, U. W., & Sihombing, L. (2026). Membangun harmoni sosial: Penguatan sikap toleransi dalam masyarakat multikultural. Jurnal Abdimas Maduma, 5(1), 168–175. https://doi.org/10.52622/jam.v5i1.628
Sipuan, S., Warsah, I., Amin, A., & Adisel, A. (2022). Pendekatan pendidikan multikultural. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 8(2), 815–830. https://doi.org/10.37905/aksara.8.2.815-830.2022
Suhartini, A., Nursobah, A., Basri, H., Hayati, T., & Erihadiana, M. (2025). Reflection learning experience of Islamic religious education based on spiritual and social values. Educational Process: International Journal, 18. https://doi.org/10.22521/edupij.2025.18.488
Supranavičienė, U., Gedvilienė, G., Stancikas, E., & Karasevičiūtė, S. (2024). The importance of adult self-education and cultural awareness when creating a sustainable organizational culture. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-5298921/v1
Zahra, M. (2025). Membangun identitas nasional di tengah keragaman: Peran multikulturalisme dalam persatuan Indonesia. Pascasarjana Universitas Islam Jakarta

