Pergeseran Paradigma Kebudayaan Kewargaan: Dekonstruksi Nilai Gotong Royong Pada Tradisi Pesta Sekolah Di Desa Golo Langkok
DOI:
https://doi.org/10.56393/decive.v5i8.4407Keywords:
Pendidikan Kewarganegaraan, Solidaritas Sosial, Pergeseran Paradigma, Komodifikasi Budaya, Kearifan Lokal ManggaraiAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan sudut pandang masyarakat terhadap tradisi Pesta Sekolah di Desa Golo Langkok serta mengidentifikasi faktor penentu transformasi budaya tersebut menjadi sarana pencarian keuntungan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui observasi dan wawancara terhadap tokoh adat, penyelenggara, serta warga penyumbang. Landasan teoretis yang digunakan untuk membedah fenomena ini adalah teori solidaritas sosial Emile Durkheim dan teori dinamika kebudayaan Pitirim Sorokin. Hasil penelitian mengungkapkan terjadinya penurunan nilai ketulusan menjadi orientasi materi yang praktis, di mana tradisi kini lebih berfungsi sebagai alat pengumpulan uang dan pembuktian status sosial daripada dukungan pendidikan murni. Temuan menunjukkan adanya penyimpangan alokasi dana yang dialihkan untuk kebutuhan konsumtif, sehingga memicu risiko putus sekolah bagi mahasiswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kritis mengenai peralihan motif pengabdian sosial menjadi kepentingan ekonomi pribadi berdasarkan penurunan etika kewargaan lokal. Studi ini berkontribusi pada bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui implikasi penguatan nilai karakter dan kebajikan sipil (civic values). Direkomendasikan adanya revitalisasi norma adat untuk memulihkan fungsi asli tradisi sebagai jaring pengaman pendidikan.
Downloads
References
Aina, C., Aktaş, K., & Casalone, G. (2024). Effects of workload allocation per course on students’ academic outcomes: Evidence from STEM degrees. Labour Economics, 90, Article 102559. https://doi.org/10.1016/j.labeco.2024.102559
Ali, M., & Huda, N. (2022). Pancasila economic concepts in Shari’ah economic perspective. LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan, 16(2), 255–272.
Antonovskiy, A. Y. (2020). Sorokin Pitirim revisited: His place in social philosophy as a transdisciplinary thinker. Journal of Siberian Federal University. Humanities & Social Sciences. http://dx.doi.org/10.17516/1997-1370-0639
Awaliya, T. P., & Utami, R. D. (2024). Strengthening the gotong royong character of elementary school students through cooperative learning. Inovasi Kurikulum, 21(3), 1763–1780. https://doi.org/10.17509/jik.v21i3.73624
Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai. (2026). Profil kemiskinan Kabupaten Manggarai 2021–2025. https://manggaraikab.bps.go.id/id/pressrelease/2026/04/30/101/profil-kemiskinan-kabupaten-manggarai-2025.html
Dewanti, P. A., Alhudawi, U., & Hodriani. (2023). Gotong royong dalam memperkuat partisipasi warga negara (civic participation). Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ), 2(1). https://doi.org/10.30596/pcej.v2i1.13753
Dikrurohman, D. (2023). Analysis of social change in rural communities due to the influence of urbanization and globalization in Indonesia. Journal Edunity, 2(3).
Estefan, M. (2024). Deliberative interdependence: A Durkheimian approach to promoting collaborative learning in diverse classrooms. Sociological Focus, 57(1), 21–26. https://doi.org/10.1080/00380237.2023.2283722
Halimah, L., & Anisah, A. (2018). Internalisasi nilai pendidikan kewarganegaraan pada tradisi pesta laut Blanakan dalam rangka pengembangan ideal democratic citizen. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 15(2), 148–160.
Istianah, A. (2021). Pendidikan kewarganegaraan di era metaverse. Jurnal Gatranusantara, 19(1), 148–155.
Istianah, A., & Komalasari, K. (2023). Membangun jati diri bangsa dan karakter kekindonesiaan dalam menghadapi tantangan isu global melalui pendidikan kewarganegaraan. Journal of Social Science and Education, 4(1), 96–106.
Istianah, A., Mazid, S., & Susanti, R. P. (2021). Strategi pembelajaran pendidikan Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan sebagai mata kuliah pembentuk karakter mahasiswa. Heritage, 2(1), 17–31. https://doi.org/10.35719/hrtg.v2i1.37
Japa, H. B. J. B. (2023). Praksis budaya Lonto Leok sebagai wujud pemersatu orang Manggarai. Jurnal Budaya Nusantara, 6(1), 195–204. https://doi.org/10.36456/JBN.vol6.no1.6796
Jebarus, S. (2023). Makna sosial “pesta sekolah” pada masyarakat Poka—Manggarai [Undergraduate thesis, Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero]. Repository Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero. http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/1488
Kale, D. Y. A., Mas’ud, F., & Nassa, D. Y. (2025). Urgensi pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk karakter bangsa yang tangguh di era digital. Media Sains, 25(1), 9–14. https://doi.org/10.69869/54ce0473
Kychkyruk, T., & Salata, H. (2021). On Pitirim Sorokin, civilizational theory, and creative altruism. Humanitarian Studios: Pedagogics, Psychology, Philosophy, 12(1), 98–103. https://doi.org/10.31548/hspedagog2021.01.098
Lega, F., & Ndorang, T. (2024). Kumpul kope and pesta sekolah as a means of interreligious dialogue in Manggarai, East Nusa Tenggara. In Proceedings of the 3rd International Conference on Education, Humanities, Health and Agriculture (ICEHHA 2023). https://doi.org/10.4108/eai.15-12-2023.2345649
Mas’ud, F., & Istianah, A. (2025). Digitalisasi informasi kewarganegaraan: Antara inovasi terbuka dan kekhawatiran privasi. Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan, 6(2), 155–160.
Mas’ud, F., Benu, A., Bulu, D. M., Ay, S. W. O., Gudhu, Y. N., & Nomleni, I. S. (2025). Globalisasi dan pergeseran dimensi budaya lokal: Tantangan pelestarian nilai tradisional. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 293–301. https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.40013
Mas’ud, F., & Istianah, A. (2025). Ekosistem digital dan narasi kebangsaan: Relevansi Pancasila sebagai penuntun etika publik virtual. Haumeni Journal of Education, 5(1), 18–26. https://doi.org/10.35508/haumeni.v5i1.21505
Mas’ud, F., Silla, D., Ly, R. G., Kontesa, A. F., Letma, F., Toga, T. K. H., & Kontesa, F. (2025). Civic literacy: Literasi kewarganegaraan digital sebagai upaya pencegahan disinformasi di kalangan siswa SMA di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Civicatio, 1(1), 39–50.
Nainggolan, D. M., Nainggolan, R., Hakim, A. J., Abriansah, M., Acung, W., & Mohede, H. S. (2024). Building solidarity and cooperation among students through the gotong royong program at the Indonesian School of Kuala Lumpur. Teumulong: Journal of Community Service, 2(3), 161–174. https://doi.org/10.62568/jocs.v2i3.147
Ngenta, A. (2025). Nilai solidaritas dalam pesta sekolah pada masyarakat Desa Pongkor: Ditinjau dari perspektif ajaran sosial gereja dan implikasinya bagi karya pastoral gereja [Master’s thesis, Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero]. Repository Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero. http://repository.iftkledalero.ac.id/3576/
Novita, R. (2025). Analisis budaya konsumerisme di kalangan remaja terhadap pengeluaran ekonomi orang tua di Desa Kotasari menurut perspektif ekonomi Islam (studi kasus di Desa Kotasari Kecamatan Kotagajah) [Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung].
Nurhadi, I., Sumarti, T., Hadi Dharmawan, A., & Damanhuri, D. S. (2022). Cultural commodification and ethical transition of tourism development: A case in Osing community, Indonesia. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 10(1), 24–43. https://doi.org/10.22500/10202238564
Peng, C. (2023). Household consumption and the discrepancy between economic and subjective poverty: The mediating roles of perceived social status and social connectedness. Journal of Happiness Studies, 24(5), 1703–1727.
Peterson, A., & Civil, D. (2023). Virtues, values and the fracturing of civic and moral virtue in citizenship education policy in England. Educational Review, 75(7), 1313–1328.
Pratama, D. A., & Khairunnisa, I. (2025). Pendidikan dan inovasi sebagai pilar pembangunan ekonomi dalam upaya meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Educatus, 3(1), 29–36. https://doi.org/10.69914/educatus.v3i1.32
Sriwahyuni, Salemuddin, M. R., & Visensia, H. (2021). Eksistensi budaya pesta sekolah di Desa Golo Lebo, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 9(3). https://doi.org/10.26618/equilibrium.v9i3.5955
Suryahadi, A., Rishanty, A., & Sparrow, R. (2024). Social capital and economic development in a large and multi-ethnic developing country: Evidence from Indonesia. Asian Development Review, 41(2), 301–323. https://doi.org/10.1142/S0116110524500082
Susanto, T. T. D., Malyka, A., Fauzi, H., Faradisa, N., Rifatul, N., & Malfanda, T. (2025). Biaya tersembunyi dan ketimpangan akses pendidikan di Indonesia: Analisis kebijakan dan dampak sosial-ekonomi. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 3282–3288. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1021
Symank, R. (2025). Durkheim’s empire: The concept of solidarity and its colonial dimension. American Political Science Review, 119(3), 1361–1374. https://doi.org/10.1017/S0003055424001023
Taneo, M., Bustan, F., & K, B. (2022). Makna sosial pesta sekolah dalam masyarakat Manggarai di Flores. Haumeni Journal of Education, 2(1), 27–35. https://doi.org/10.35508/haumeni.v2i1.7120
Tusriyanto, Siminto, & Zaakiyyah, H. K. A. (2024). Innovative strategies to enhance the quality of higher education management: Human resource development and the critical role of communication. Journal of Contemporary Administration and Management (ADMAN), 2(1), 331–336. https://doi.org/10.61100/adman.v2i1.128
Zhanbayev, R. A., Irfan, M., Shutaleva, A. V., Maksimov, D. G., Abdykadyrkyzy, R., & Filiz, Ş. (2023). Demoethical model of sustainable development of society: A roadmap towards digital transformation. Sustainability, 15(16), Article 12478. https://doi.org/10.3390/su151612478

