Internalisasi Pendidikan Khas Kejogjaan dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk Membentuk Karakter Jalma Kang Utama
DOI:
https://doi.org/10.56393/decive.v5i11.4509Keywords:
Civic disposition, Jalma Kang Utama, Pendidikan Karakter, Pendidikan Khas Kejogjaan, Pendidikan PancasilaAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) sebagai sarana internalisasi nilai-nilai lokal dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk membentuk karakter Jalma Kang Utama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah/wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru Pendidikan Pancasila, dan 20 murid, penyebaran angket kepada 63 murid, observasi pembelajaran, serta analisis dokumentasi perangkat ajar dan hasil presentasi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai unggah-ungguh, andhap asor, ngajeni, gotong royong, tanggung jawab, dan hamemayu hayuning bawana terinternalisasi melalui kebijakan sekolah, budaya 5S, dialog budaya, pemanfaatan media digital, diskusi, presentasi, refleksi, dan asesmen sikap. Temuan utama penelitian ini menegaskan bahwa PKJ tidak hanya berfungsi sebagai program pelestarian budaya, tetapi juga sebagai strategi pedagogis dalam Pendidikan Pancasila yang mengintegrasikan pendidikan nilai, pendidikan karakter, dan civic disposition. Dengan demikian, Jalma Kang Utama menjadi representasi lokal warga negara yang santun, bertanggung jawab, dan berkeadaban, serta relevan untuk memperkuat pembentukan karakter peserta didik pada era digital.
Downloads
References
Ainia, D. K. (2020). Merdeka belajar dalam pandangan Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya bagi pengembangan pendidikan karakter. Jurnal Filsafat Indonesia, 3(3), 95–101. https://doi.org/10.23887/jfi.v3i3.24525
Anugrah, A., & Rahmat, R. (2024). Pendidikan karakter dalam perspektif kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia, 4(1), 22–34. https://doi.org/10.53299/jppi.v4i1.403
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024, February 7). APJII jumlah pengguna internet Indonesia tembus 221 juta orang. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2025). Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025 tentang capaian pembelajaran pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah.
Banks, J. A. (2008). Diversity, group identity, and citizenship education in a global age. Educational Researcher, 37(3), 129–139. https://doi.org/10.3102/0013189X08317501
Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2004). Research-based character education. The Annals of the American Academy of Political and Social Science, 591(1), 72–85. https://doi.org/10.1177/0002716203260082
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Dewi, N. N. (2024). Pentingnya menjaga nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat bagi generasi Z. De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 4(2). https://doi.org/10.56393/decive.v4i2.2071
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, & Dewan Pendidikan DIY. (2023). Buku panduan Pendidikan Khas Kejogjaan pendidikan menengah.
Diwanti, A. (2025). Pendidikan Khas Kejogjaan dalam pembentukan karakter siswa. Pedagogik: Jurnal Pendidikan. https://journal.umpr.ac.id/index.php/pedagogik/article/view/11149
Ero, P. E. L., Bandong, I., Ali, M., & Mustadi, A. (2024). Penguatan literasi budaya dan kewargaan melalui bahan ajar berbasis kearifan lokal Toraja. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 9(1), 12–20. https://doi.org/10.24269/jpk.v9i1.8278
Faishal, M. R. (2024). Urgensi pendidikan kewarganegaraan dalam membangun partisipasi politik untuk mewujudkan masyarakat madani. De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 4(9), 318–324. https://doi.org/10.56393/decive.v4i9.2467
Faiz, A., & Kurniawaty, I. (2022). Urgensi pendidikan nilai di era globalisasi. Jurnal Basicedu, 6(3), 3222–3229. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2581
Hadi, M., Marzuki, M., & Alfiansyah, M. D. (2025). Internalisasi etika demokrasi digital berbasis kearifan lokal Bima dalam penguatan nasionalisme dan persatuan siswa madrasah. De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(5), 216–226. https://doi.org/10.56393/decive.v5i5.4306
Halawati, F. (2020). Pengaruh pendidikan karakter terhadap perilaku siswa. Education and Human Development Journal, 5(2), 51–60. https://doi.org/10.33086/ehdj.v5i2.1561
Hoskins, B., & Crick, R. D. (2010). Competences for learning to learn and active citizenship: Different currencies or two sides of the same coin? European Journal of Education, 45(1), 121–137. https://doi.org/10.1111/j.1465-3435.2009.01419.x
Irsan, I., Nurmaya G, A. L., Nurlaila, M., Syamsurijal, S., & Agus, A. A. A. (2024). Kearifan lokal sebagai pilar utama dalam pembentukan karakter siswa: Eksplorasi dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(2), 1814–1825. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i2.6392
Ismail, S., Suhana, S., & Zakiah, Q. Y. (2021). Analisis kebijakan penguatan pendidikan karakter dalam mewujudkan Pelajar Pancasila di sekolah. Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial, 2(1), 76–84. https://doi.org/10.38035/jmpis.v2i1.388
Istianah, A. (2024). Pendidikan kearifan lokal dalam pembelajaran PKn sebagai wujud harmoni perdamaian. Pelita: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah, 24(1), 57–67. https://doi.org/10.33592/pelita.v24i1.4873
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2024, October 7). Kemen PPPA ungkap kekerasan terhadap perempuan dan anak turun signifikan di 2024. InfoPublik. https://infopublik.id/kategori/nasional-sosial-budaya/875954/kemen-ppa-ungkap-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak-turun-signifikan-di-2024
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10 Tahun 2025 tentang standar kompetensi lulusan pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah. https://peraturan.bpk.go.id/Details/321419/permendikdasmen-no-10-tahun-2025
Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2025, February 11). Laporan tahunan KPAI: Jalan terjal perlindungan anak: Ancaman serius generasi emas Indonesia. https://www.kpai.go.id/publikasi/laporan-tahunan-kpai-jalan-terjal-perlindungan-anak-ancaman-serius-generasi-emas-indonesia
Kurniawan, M. I. (2015). Tri pusat pendidikan sebagai sarana pendidikan karakter anak sekolah dasar. Pedagogia: Jurnal Pendidikan, 4(1), 41–49. https://doi.org/10.21070/pedagogia.v4i1.71
Kusnadi, K. (2023). Exploring character education through batik Pekalongan local wisdom: An innovative approach to character learning. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 20(2), 223–235. https://doi.org/10.21831/jc.v20i2.57000
Lahagu, A. S. H., Harefa, A., Lase, F., & Lase, B. P. (2024). Peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam menanamkan civic disposition bagi peserta didik. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 4(4), 108–123. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v4i4.7513
Lestari, Y. N., & Marzuki. (2020). Implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di sekolah berbasis pesantren. Humanika, 20(1), 45–62. https://doi.org/10.21831/hum.v20i1.27575
Marzuki. (2012). Pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran di sekolah. Jurnal Pendidikan Karakter, 3(1). https://doi.org/10.21831/jpk.v0i1.1450
Marzuki, & Haq, P. I. (2018). Penanaman nilai-nilai karakter religius dan karakter kebangsaan di Madrasah Tsanawiyah Al Falah Jatinangor Sumedang. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 84–94. https://doi.org/10.21831/jpk.v8i1.21677
Marzuki, & Samsuri. (2022). The strategy of three education centers for strengthening character education in Indonesia in the era of Industrial Revolution 4.0. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 19(1), 119–133. https://doi.org/10.21831/jc.v19i1.40325
Mazid, S., Prasetyo, D., & Farikah, F. (2020). Nilai-nilai kearifan lokal sebagai pembentuk karakter masyarakat. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 249–262. https://doi.org/10.21831/jpk.v10i2.34099
Mulyono, B. (2017). Reorientasi civic disposition dalam kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya membentuk warga negara yang ideal. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 14(2), 218–225. https://doi.org/10.21831/civics.v14i2.17007
Norianda, N., Dewantara, J. A., & Sulistyarini, S. (2021). Internalisasi nilai dan karakter melalui budaya sekolah: Studi budaya sekolah Jumat Berkah. Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter, 5(1), 45–57. https://doi.org/10.21776/ub.waskita.2021.005.01.4
Nurbaya, S., & Marzuki. (2024). Nilai pendidikan karakter dalam proses asah asih asuh anak majikan studi kasus pekerja migran di Hongkong. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(1), 104–113. https://doi.org/10.21831/jpka.v14i1.59697
Nuryadi, M. H., Widiatmaka, P., & Hakim, M. L. (2024). Peran guru PPKn dalam menjaga eksistensi nilai-nilai kearifan lokal sebagai kepribadian bangsa di era digital. Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter, 8(1), 109–122. https://doi.org/10.21776/ub.waskita.2024.008.01.8
Parwati, Y., Saylendra, N. P., & Nugraha, Y. (2023). Efektivitas pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam meningkatkan civic disposition siswa pada Kurikulum Merdeka. De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 3(9), 310–316. https://doi.org/10.56393/decive.v3i9.1782
Pradina, Q., Faiz, A., & Yuningsih, D. (2021). Peran guru dalam membentuk karakter disiplin. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 4118–4125. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.1294
Print, M. (2007). Citizenship education and youth participation in democracy. British Journal of Educational Studies, 55(3), 325–345. https://doi.org/10.1111/j.1467-8527.2007.00382.x
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Suryaningsih, A., Winarno, W., Hed, N. M., & Widiatmaka, P. (2023). Exploring citizenship competencies in Pancasila subjects through local wisdom in the Merdeka curriculum. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 20(2), 236–249. https://doi.org/10.21831/jc.v20i2.61550
Trisiana, A., Sugiaryo, S., & Rispantyo, R. (2019). Model desain Pendidikan Kewarganegaraan di era media digital sebagai pendukung implementasi pendidikan karakter. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 16(2), 154–164. https://doi.org/10.21831/jc.v16i2.24743
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Westheimer, J., & Kahne, J. (2004). What kind of citizen? The politics of educating for democracy. American Educational Research Journal, 41(2), 237–269. https://doi.org/10.3102/00028312041002237

