Civic Religion sebagai Strategi Kultural Berbasis Pancasila dalam Memperkuat Kerukunan Antar Umat Beragama di Desa Sukakarya

Authors

  • Bayu Putra Pamungkas Universitas Negeri Yogyakarta
  • Eny Kusdarini Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.56393/decive.v5i9.4572

Keywords:

Civic Religion, Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Masyarakat Kultural, Kohesi Sosial

Abstract

Kerukunan antar umat beragama merupakan salah satu tantangan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Meskipun berbagai penelitian telah membahas kerukunan beragama, kajian mengenai implementasi civic religion pada tingkat masyarakat desa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi civic religion sebagai strategi kultural berbasis Pancasila dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama di Desa Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa civic religion telah terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat melalui nilai-nilai Pancasila, kepemimpinan tokoh agama dan pemerintah desa yang inklusif, serta praktik gotong royong dan musyawarah sebagai ruang interaksi lintas agama. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menunjukkan bahwa civic religion dapat menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat kohesi sosial dan kerukunan antarumat beragama, sekaligus memperkaya kajian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan mengenai penguatan nilai kebangsaan dalam masyarakat multikultural.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Eny Kusdarini, Universitas Negeri Yogyakarta

Guru Besar dalam bidang ilmu hukum yang mengampu mata kuliah PKN ditugaskan di Universitas Negeri Yogyakarta

References

Anas, M., Saraswati, D., Ikhsan, M. A., & Fiaji, N. A. (2025). Acceptance of “the others” in religious tolerance: Policies and implementation strategies in the inclusive city of Salatiga, Indonesia. Heliyon, 11(2), e41826. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2025.e41826

Puspita, A. M. I., Al Ghony, A. E., Paramita, M. R., Albahri, N. M., Ayu, M. N., & Gumilar, G. P. D. (2024). Optimalisasi peran Pendidikan Pancasila dalam menumbuhkan sikap toleransi dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa. Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat, 2(2), 146–155. https://doi.org/10.59581/garuda.v2i2.3216

Aryaningsih, M., Wardana, A., & Sheikh, K. S. (2024). Cooperation, mutual respect, and societal commitment: Meanings of gotong royong in Indonesian social studies school textbooks. International Journal of Social Learning, 5(1), 59–72. https://doi.org/10.47134/ijsl.v5i1.297

Banks, J. A. (2009). Diversity and citizenship education in multicultural nations. Multicultural Education Review, 1(1), 1–28. https://doi.org/10.1080/23770031.2009.11102861

Çaksu, A. (2025). From Islamism to civil religion: Erdoğan’s shift to secularism. Religions, 16(4), Article 436. https://doi.org/10.3390/rel16040436

Chan, L. L., & Idris, N. (2017). Validity and reliability of the instrument using exploratory factor analysis and Cronbach’s alpha. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 7(10), 400–410. https://doi.org/10.6007/IJARBSS/v7-i10/3387

Cogan, J. J. (2004). Educating citizens in a post-9/11 era: Rebuilding community in civil society. Citizenship, Social and Economics Education, 6(1), 51–67. https://doi.org/10.2304/csee.2004.6.1.51

Eddy, K. A. (2021). Faith in the White House: Examining the language and performance of spiritual leadership in the U.S. presidency. Journal of Media and Religion, 20(4), 173–194. https://doi.org/10.1080/15348423.2021.1996999

Everton, S. F. (2023). American civil religion in the era of Trump. Religions, 14(5), Article 633. https://doi.org/10.3390/rel14050633

Gandhi, I., Nuraeni, R., Rodriguez, A., Anita, T. L., & Lesmana, R. (2025). Strengthening civic character through community service based on digital local wisdom. ADI Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 14–25. https://doi.org/10.34306/adimas.v6i1.1307

Gede Agung, D. A., Nasih, A. M., Sumarmi, Idris, & Kurniawan, B. (2024). Local wisdom as a model of interfaith communication in creating religious harmony in Indonesia. Social Sciences & Humanities Open, 9, 100827. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2024.100827

Habermas, J. (2006). Religion in the public sphere. European Journal of Philosophy, 14(1), 1–25. https://doi.org/10.1111/j.1468-0378.2006.00241.x

Hakim, M. L., Qurbani, I. D., & Wahid, A. (2023). A paradox between religious conviction and recognizing the freedom of others on measuring religious (in)tolerance index in East Java, Indonesia. Cogent Social Sciences, 9(1), Article 2191443. https://doi.org/10.1080/23311886.2023.2191443

Hefner, R. W. (2011). Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Princeton University Press. https://doi.org/10.1515/9781400823871

Herlindah, H., Qurbani, I. D., & Prisilia, D. (2022). The existence of Pancasila in resolving conflicts of differing views on religious rights in Indonesia. Diponegoro Law Review, 7(2), 212–229. https://doi.org/10.14710/dilrev.7.2.2022.212-229

Madinier, R. (2022). Pancasila in Indonesia: A “religious laicity” under attack? In P. Bourdeaux, E. Dufourmont, A. Laliberté, & R. Madinier (Eds.), Asia and the secular (pp. 71–92). De Gruyter. https://doi.org/10.1515/9783110733068-005

Mahfudin Setiawan, A., Sananta, R. D. A., & Nurlaeli, F. (2023). Religious tolerance in Indonesia: An increasingly large space. Socio Religia, 4(1). https://doi.org/10.24042/sr.v4i1.16935

Menchik, J. (2014). Productive intolerance: Godly nationalism in Indonesia. Comparative Studies in Society and History, 56(3), 591–621. https://doi.org/10.1017/S0010417514000267

Nur Ainiyah, E. S. (2024). Implimentasi budaya gotong royong dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila guna menerapkan kehidupan bermasyarakat. Zenodo. https://doi.org/10.5281/zenodo.11400198

Parmudi, M. (2018). Civil religion di Indonesia. JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo), 2(1), 51–70. https://doi.org/10.21580/jsw.2018.2.1.1995

Ropi, I. (2017). Religion and regulation in Indonesia. Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-10-2827-4

Sumarmi, S., Untari, S., & Meiji, N. H. P. (2022). Desa Pancasila: The implementation of gotong royong values as social capital in Indonesia. Komunitas, 14(2), 225–238. https://doi.org/10.15294/komunitas.v14i2.27789

Sumarwati, M., Mulyono, W. A., Nani, D., Swasti, K. G., & Abdilah, H. A. (2022). Pendidikan kesehatan tentang gaya hidup sehat pada remaja tahap akhir. Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 36–48. https://doi.org/10.31294/jabdimas.v5i1.11354

Winataputra, U. S., & Saripudin, S. (2011). Dinamika konseptualisasi pendidikan ilmu pengetahuan sosial (PIPS) dan pendidikan kewarganegaraan (PKn) pada pendidikan dasar dan menengah: Suatu telaah collective mindset dalam ranah historis-epistemologis. Jurnal Pendidikan, 12(1), 1–20. https://doi.org/10.33830/jp.v12i1.462.2011

Westheimer, J., & Kahne, J. (2004). What kind of citizen? The politics of educating for democracy. American Educational Research Journal, 41(2), 237–269. https://doi.org/10.3102/00028312041002237

Zaluchu, S. E., Widodo, P., & Kriswanto, A. (2025). Conceptual reconstruction of religious moderation in the Indonesian context based on previous research: Bibliometric analysis. Social Sciences & Humanities Open, 11, 101552. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2025.10155

Downloads

Published

2026-06-27

How to Cite

Pamungkas, B. P., & Kusdarini, E. (2026). Civic Religion sebagai Strategi Kultural Berbasis Pancasila dalam Memperkuat Kerukunan Antar Umat Beragama di Desa Sukakarya. De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 5(9), 376–384. https://doi.org/10.56393/decive.v5i9.4572