Evaluasi Pembangunan Zona Integritas Berbasis Nilai Etika Publik pada Puskesmas di Kabupaten Balangan
DOI:
https://doi.org/10.56393/decive.v5i9.4594Keywords:
Zona Integritas, Etika Publik, Tata Kelola Pemerintahan, Pelayanan Publik, PuskesmasAbstract
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan pembangunan Zona Integritas pada lima Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas di Kabupaten Balangan. Program ini berperan penting dalam memperkuat tata kelola yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik, meskipun capaian akreditasi puskesmas belum sepenuhnya mencerminkan kesiapan menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif evaluatif dengan model Context, Input, Process, and Product (CIPP) yang dipadukan dengan analisis studi kasus Yin. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala puskesmas, tim pembangunan zona integritas, pengguna layanan, serta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan reformasi telah dipahami, namun belum terinternalisasi secara konsisten dalam perencanaan, pengelolaan sumber daya, dan praktik pelayanan. Hambatan utama meliputi keterbatasan kapasitas pegawai, variasi komitmen pimpinan, lemahnya monitoring, serta implementasi enam area perubahan yang masih berorientasi administratif. Hanya satu puskesmas memenuhi ambang batas usulan WBK. Penguatan integrasi akreditasi, manajemen kinerja, pengawasan APIP, serta internalisasi nilai etika, tanggung jawab kewargaan, dan keadilan sosial diperlukan agar reformasi birokrasi menghasilkan tata kelola pelayanan publik yang berintegritas dan berkelanjutan.
Downloads
References
Adelia, S. N. W. D. N., & Prabawati, N. P. A. (2024). Strategi pengembangan zona integritas dalam mempertahankan Wilayah Bebas dari Korupsi serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (Studi kasus pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar). Socio-Political Communication and Policy Review, 1(4), 71–76. https://doi.org/10.61292/shkr.136
Attriani, A. N. (2022). Tantangan Dan Isu Strategis Sumber Daya Kesehatan Manusia Kesehatan Pada Puskesmas Di Indonesia. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(3), 363–368. https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.6102
Aziz, R. W. J. a. M. A. (2014). Faktor Penyebab Perilaku Maladministrasi Birokrasi Di Institusi Pemerintah Di Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Jurnal EL-RIYASAH, 5(2), 1. https://doi.org/10.24014/jel.v5i2.648
Bass, B. M., & Avolio, B. J. (1994). Improving organizational effectiveness through transformational leadership. Sage.
Bromley, P., & Powell, W. W. (2012). From smoke and mirrors to walking the talk: Decoupling in the contemporary world. Academy of Management Annals, 6(1), 483–530. https://doi.org/10.5465/19416520.2012.684462
Denhardt, J. V., & Denhardt, R. B. (2003). The new public service: Serving, not steering. M. E. Sharpe.
Febrianto, A., Astuti, R. K., Wirdhiningsih, V., & Pujonggo, S. S. (2025). Bureaucratic reform and public trust: A case study of Indonesia’s “Zona Integritas” program in immigration services. International Journal of Research and Innovation in Social Science, 9(10), 2828–2840. https://doi.org/10.47772/IJRISS.2025.910000230
Fernandez, S., & Rainey, H. G. (2006). Managing successful organizational change in the public sector. Public Administration Review, 66(2), 168–176. https://doi.org/10.1111/j.1540-6210.2006.00570.x
Ginting, A., Rahayu, H., Manurung, N. U., Simbolon, P., Perangin-Angin, R. B. B., & Ndona, Y. (2025). Mengembangkan Budaya Anti-Korupsi dengan Meningkatkan Kesadaran Moral Siswa-Siswi. MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies, 5(2), 734–740. https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.1202
Herzegovina, S. M. H., Edwinarta, C. D., & Fauzia, M. E. (2022). Implikasi Pembangunan Zona Integritas Dalam Reformasi Birokrasi Pelayanan Keimigrasian Pada Kantor Imigrasi Tanjung Perak. Jurnal Mediasosian Jurnal Ilmu Sosial Dan Administrasi Negara, 6(2), 277. https://doi.org/10.30737/mediasosian.v6i2.3181
Hood, C. (1991). A public management for all seasons? Public Administration, 69(1), 3–19. https://doi.org/10.1111/j.1467-9299.1991.tb00779.x
Klitgaard, R. (1988). Controlling corruption. University of California Press.
Kotter, J. P. (1996). Leading change. Harvard Business School Press.
Luthfia, A. R., & Alkhajar, E. N. S. (2019). Praktik Pelayanan Publik: Puskesmas Sebagai Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan. Decision Jurnal Administrasi Publik, 1(2), 71. https://doi.org/10.23969/decision.v1i2.1802
Meyer, J. W., & Rowan, B. (1977). Institutionalized organizations: Formal structure as myth and ceremony. American Journal of Sociology, 83(2), 340–363. https://doi.org/10.1086/226550
Mungiu-Pippidi, A. (2015). The quest for good governance: How societies develop control of corruption. Cambridge University Press.
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 90 Tahun 2021 tentang pembangunan dan evaluasi zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. (2008). Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang sistem pengendalian intern pemerintah.
Pollitt, C., & Bouckaert, G. (2011). Public management reform: A comparative analysis: New public management, governance, and the Neo-Weberian state (3rd ed.). Oxford University Press.
Rafli, M., & Afifah, N. (2025). Pembangunan zona integritas sebagai upaya menciptakan wilayah bebas korupsi. SAJJANA Public Administration Review, 3(02), 33–38. https://doi.org/10.32734/sajjana.v3i02.23423
Rahmadhan, A. G., Muhamadani, R., & Syafril, R. (2024). Upaya Ombudsman Padang Dalam Mengimplementasikan Pelayanan Publik Yang Bebas Dari Maladminisrasi. Holistik Analisis Nexus, 1(6), 142–145. https://doi.org/10.62504/nexus619
Stufflebeam, D. L., & Shinkfield, A. J. (2007). Evaluation theory, models, and applications. Jossey-Bass.
The Institute of Internal Auditors. (2017). International professional practices framework. The Institute of Internal Auditors.
United Nations Development Programme. (1997). Governance for sustainable human development: A UNDP policy document. United Nations Development Programme.
Van Thiel, S., & Leeuw, F. L. (2002). The performance paradox in the public sector. Public Performance & Management Review, 25(3), 267–281. https://doi.org/10.1080/15309576.2002.11643661
Wanisa, Z., & Salomo, R. V. (2023). Evaluasi Satu Dekade Pembangunan Zona Integritas di Instansi Pemerintah Pusat Indonesia. Sawala Jurnal Administrasi Negara, 11(1), 1–18. https://doi.org/10.30656/sawala.v11i1.6428
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage.
Yustia, D. A., & Arifin, F. (2023). Reformasi birokrasi sebagai upaya peningkatan pelayanan publik. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

