Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Model Inkuiri Terbimbing pada Materi Multikultural dalam Pendidikan Pancasila Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.56393/decive.v5i9.4597Keywords:
Berpikir Kritis, Inkuiri Terbimbing, Pendidikan Multikultural, Pendidikan Pancasila, Sekolah DasarAbstract
Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila karena mendukung peserta didik untuk menganalisis permasalahan, mengevaluasi informasi, serta mengambil keputusan secara rasional dalam kehidupan yang majemuk. Namun, kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada materi multikultural masih tergolong rendah akibat pembelajaran yang belum sepenuhnya berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model Inkuiri Terbimbing pada materi multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kemampuan berpikir kritis, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dari 24,0 pada pra-siklus menjadi 87,8 pada akhir siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa model Inkuiri Terbimbing efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus menciptakan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.
Downloads
References
Dewi, W. A. F., & Wardani, K. W. (2021). Metaanalisis efektivitas model pembelajaran inquiry dan problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(3), 1241–1251. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i3.915
Hendracipta, N., Nulhakim, L., & Agustini, S. M. (2017). Perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model inkuiri terbimbing di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 3(2), 215–227. https://doi.org/10.30870/jpsd.v3i2.2141
Ilhamdi, M. L., Novita, D., & Rosyidah, A. N. K. (2020). Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis IPA SD. Jurnal Ilmiah KONTEKSTUAL, 1(2), 49–57. https://doi.org/10.46772/kontekstual.v1i02.162
Kemendikbudristek. (2022). Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 008/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka.
Nugraheni, N. K. P. W., Dibia, I. K., & Margunayasa, I. G. (2021). Effect Size Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD. Indonesian Journal of Instruction, 2(2), 52–60. https://doi.org/10.23887/iji.v2i2.44510
Trilyawan, Margunayasa, & Jayanta (2021). Dampak Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar. Penelitian meta-analisis yang secara khusus membahas kemampuan berpikir kritis siswa SD. Retrieved from https://doi.org/10.23887/iji.v2i1.44509
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta.
Waode, S. S. (2023). Eksplorasi Implementasi Model Inkuiri Terbimbing dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Rasa Ingin Tahu Siswa Sekolah Dasar. MISOOL: Jurnal Pendidikan Dasar, 5(1). https://doi.org/10.47945/misool.v5i1.1904

