Gerakan Ciliwung Bersih sebagai Praktik Sosial Kewarganegaraan Ekologis

Authors

  • Ahmad Tarmiji Alkhudri Universitas Negeri Jakarta
  • Prima Yustitia Nurul Islami Universitas Negeri Jakarta
  • Suyuti Universitas Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.56393/decive.v5i12.4790

Keywords:

Gerakan Ciliwung Bersih, Kewarganegaraan Ekologis, Praktik Sosial, Civic Engagement, Keadilan Ekologis

Abstract

Persoalan Sungai Ciliwung berupa pencemaran, sampah, perubahan penggunaan lahan, dan banjir merupakan persoalan ekologis sekaligus persoalan kewarganegaraan karena dampaknya menyentuh ruang hidup bersama. Konsep utama yang digunakan ialah ecological citizenship. Penelitian bertujuan menganalisis GCB sebagai jejaring kewarganegaraan ekologis, mengidentifikasi bentuk praktik ekologis sehari-hari, dan menjelaskan pelembagaan gerakan pada relasi top-down dan bottom-up. Penelitian menggunakan paradigma interpretif, pendekatan kualitatif, dan studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara semi-terstruktur terhadap 13 informan yang dipilih secara purposive dan dikembangkan melalui snowball sampling. Analisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa kewarganegaraan ekologis hadir melalui kebiasaan pendidikan lingkungan, pengelolaan sampah, konservasi, seni-budaya, ekowisata, dan mitigasi banjir. Pelembagaan berlangsung melalui lima tahap dan menghasilkan jaringan kewargaan ekologis berbasis komunitas. Temuan merumuskan ecological citizenship sebagai praktik sosial sehari-hari.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adler, R. P., & Goggin, J. (2005). What do we mean by “civic engagement”?. Journal of transformative education, 3(3), 236-253.https://doi.org/10.1177/1541344605276792

Alfian, F., & Vitaloka, D. (2018). Strategi kerjasama antar daerah dalam penanganan sumber daya air (Studi kasus Sungai Ciliwung). Jurnal Ilmu Pemerintahan: Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah, 3(1), 55-70. https://doi.org/10.24905/jip.3.1.2018.55-70.

Anindhita, W., Sari, E., Ariana, D., & Rahmawati, D. (2022). Media Promosi Bisnis Wisata Susur Sungai melalui Pelatihan Teknologi Media Digital untuk Masyarakat Binaan di Ciliwung DKI Jakarta. Jurnal Karya Abdi Masyarakat, 6(1), 94-100. https://doi.org/10.22437/jkam.v6i1.19377.

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543-571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032.

Clegg, G., Haigh, R., Amaratunga, D., & Rahayu, H. P. (2023). Coordination Challenges Facing Effective Flood Governance in the Ciliwung River Basin. In: Triyanti, A., Indrawan, M., Nurhidayah, L., Marfai, M.A. (eds) Environmental Governance in Indonesia. Environment & Policy, vol 61. Springer, Cham. https://doi.org/10.1007/978-3-031-15904-6_17.

Cordova, M. R., Kelly, M. R., Hafizt, M., Wibowo, S. P. A., Ulumuddin, Y. I., Purbonegoro, T., Yogaswara, D., Kaisupy, M. T., Subandi, R., Sani, S. Y., Thompson, R. C., & Jobling, S. (2024). From riverbank to the sea: An initial assessment of plastic pollution along the Ciliwung River, Indonesia. Marine Pollution Bulletin, 206, 116662. DOI: 10.1016/j.marpolbul.2024.116662.

Creswell, J.W. (2007). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. London: Sage Publications.

Della Porta, D., & Diani, M., (2006). Social Movements: an introduction (2nd ed.). New Jersey, U.S.A: Wiley-Blackwell.

Denzin, NK., & Lincoln, YS. (2005). Introduction: The Discipline and Practice of Qualitative Research. In: Denzin, N.K. and Lincoln, Y. S., Eds., Handbook of Qualitative Research, 3rd Edition. London: Sage Publications, Inc.

Dobson, A. (2003). Citizenship and the environment. Oxford University Press.

Dobson, A. (2006). Ecological citizenship: A defence. Environmental politics, 15(03), 447-451. https://doi.org/10.1080/09644010600627766.

Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of public administration research and theory, 22(1), 1-29. https://doi.org/10.1093/jopart/mur011.

Hidayaturahmi, Lubis, D. P., Adiwibowo, S., & Kartodihardjo, H. (2023). Gerakan sosial komunitas Ciliwung Depok dalam Ciliwung Lestari: Sebuah tinjauan dari perspektif komunikasi pembangunan. Jurnal Good Governance, 19(1), 92–106. https://doi.org/10.32834/gg.v19i1.587.

Hidayaturahmi, Lubis, D. P., Adiwibowo, S., & Kartodihardjo, H. (2024). Development communication in the Ciliwung Bersih movement. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, 10(1), 158–169. https://doi.org/10.29210/020242403.

Indiarto, S. (2000). Kajian Hidrologi Daerah aliran sungai Ciliwung Menggunakan Model HEC1. (Unpublished Master’s Thesis) Program Pascasarjana IPB University, Bogor, Indonesia.

Ishihara, H., & Pascual, U. (2009). Social capital in community level environmental governance: A critique. Ecological Economics, 68(5), 1549-1562. https://doi.org/10.1016/j.ecolecon.2008.11.003.

Isin, E. F. (2008). Theorizing acts of citizenship. In Isin, E. F. & Nielsen G. M. (Eds.), Acts of citizenship (pp. 15–43). London, UK: Palgrave Macmillan.

Jagers, S. C. (2009). In search of the ecological citizen. Environmental Politics, 18(1), 18–36. https://doi.org/10.1080/09644010802624751.

Kementerian Lingkungan Hidup RI. (2012). Status Lingkungan Hidup Indonesia 2012. Pilar Lingkungan Hidup Indonesia. Jakarta: KLH.

Maring, P., Hasugian, F., & Kaligis, R. A. (2015). Social Strategy of Ciliwung River Bank Community. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 7(1), 102-111. https://doi.org/10.15294/komunitas.v7i1.3600.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.

Moerpratomo, P.S. (2022). Laporan Kegiatan dan Evaluasi Gerakan Ciliwung Bersih. Jakarta: Sekretariat GCB.

Mohammad, H., & Dhestyana, D.T. (2022). Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor Dalam Mewujudkan “Sport and Tourism” Sebagai Instrumen Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Studi Interdisipliner Perspektif, 21(2), 59–71. Retrieved from https://ejournal-jayabaya.id/Perspektif/article/view/18.

Ostrom, E. (1990). Governing the commons: The evolution of institutions for collective action (Vol. 10). Cambridge: Cambridge university press.

Paramitha, P. P., Tambunan, R. P., & Indra, T. L. (2020). Kajian pengurangan risiko bencana banjir di DAS Ciliwung. IJEEM-Indonesian Journal of Environmental Education and Management, 5(2), 100-124. https://doi.org/10.21009/IJEEM.052.01.

Patton, MQ. (2015). Qualitative Research & Evaluation Methods: Integrating Theory and Practice (4th Edition). Sage Publications.

Pratama, M. A., & Constantine, D. M. (2023). A Spatiotemporal Analysis of Organic Pollutants Contamination in Ciliwung River, Indonesia. CSID Journal of Infrastructure Development, 6(2), 198-210. https://doi.org/10.7454/jid.v6.i2.1119.

Pretty, J. (2003). Social capital and the collective management of resources. science, 302(5652), 1912-1914. DOI: 10.1126/science.1090847.

Pretty, J., & Ward, H. (2001). Social capital and the environment. World development, 29(2), 209-227. https://doi.org/10.1016/S0305-750X(00)00098-X.

Puspita, I. J., Suharjito, D., & Supriyanto, B. (2024). Social Capital in Collective Action on Water Resources Management in Buleleng, Bali, Indonesia. Journal of Natural Resources & Environment Management/Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 14(1), 66-75. https://doi.org/10.29244/jpsl.14.1.66-75.

Puspitasari, R. L., Elfidasari, D., Aulunia, R., & Ariani, F. (2016). Studi kualitas air sungai Ciliwung berdasarkan bakteri indikator pencemaran pasca kegiatan bersih Ciliwung 2015. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi, 3(3), 156–162. https://doi.org/10.36722/sst.v3i3.222.

Rahmawati, N. S. (2019). Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Partisipasi Anggota Komunitas dalam Melakukan Gerakan Sosial Lingkungan. (Unpublished Undergraduate Thesis) IPB University, Bogor, Indonesia.

Ramadhani, R.W. (2021). Mewujudkan Gerakan Lingkungan dari Selatan Jakarta (Studi Kasus: Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung dan Lingkungan Hidup). (Unpublished Undergraduate Thesis) S1 Antropologi Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia.

Ramandhana, N. (2012). Analisis gerakan penyelamatan Sungai Ciliwung: Kasus dua komunitas pegiat lingkungan di Kabupaten Bogor dan Kotamadya Jakarta Timur. (Unpublished Undergraduate Thesis) IPB University, Bogor, Indonesia.

Savitri, P.M. (2024). Peci, Sang Penjaga Lingkungan Sungai Melalui Pendidikan, Pemberdayaan dan Nilai Moral: Sebuah Studi Literatur. SEGARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 65-69. https://doi.org/10.33533/segara.v1i2.7325.

Schlosberg, D. (2007). Defining environmental justice: Theories, movements, and nature. Oxford University Press.

Triwibowo, D., & Sujatmiko, I. G. (2006). Gerakan Sosial: Wahana civil society bagi demokratisasi. Jakarta: LP3ES.

Wasis, B. dan Erizal. (2013). Rencana Pengelolaan Das Terpadu (RPDAST) DAS Ciliwung. Paper disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Rencana Pengelolaan DAS Terpadu (RPDAST) DAS Ciliwung, November. https://www.researchgate.net/publication/338159435.

Westheimer, J., & Kahne, J. (2004). What kind of citizen? The politics of educating for democracy. American educational research journal, 41(2), 237-269. https://doi.org/10.3102/00028312041002237.

Downloads

Published

2025-12-25

How to Cite

Alkhudri, A. T., Islami, P. Y. N., & Suyuti, S. (2025). Gerakan Ciliwung Bersih sebagai Praktik Sosial Kewarganegaraan Ekologis. De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 5(12), 421–432. https://doi.org/10.56393/decive.v5i12.4790