Reinterpretasi Mandat Ekologis: Analisis Hermeneutik Norman C. Habel terhadap Krisis Tambang Nikel Pulau Gag
-
Institut Agama Kristen Negeri Ambon
-
Institut Agama Kristen Negeri Ambon
-
Institut Agama Kristen Negeri Ambon
-
Institut Agama Kristen Negeri Ambon
DOI:
https://doi.org/10.56393/intheos.v5i8.3879-
Krisis ekologi global saat ini mencerminkan keterputusan spiritual manusia dari mandat Allah, yang termanifestasi dalam pola pikir antroposentris. Fenomena ini terlihat nyata di Pulau Gag, Raja Ampat, di mana aktivitas pertambangan nikel oleh PT Gag Nikel dan perusahaan lainnya telah menyebabkan deforestasi pesisir, sedimentasi terumbu karang, dan penurunan kualitas air laut yang mengancam mata pencaharian masyarakat lokal. Meskipun studi terdahulu telah membahas sinergi iman dan tradisi lokal, kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan sinkretis enam prinsip hermeneutik Norman C. Habel untuk mengekstraksi “suara bumi” secara spesifik dari teks biblika guna menggugat kebijakan ekstraktif nikel di Pulau Gag. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi landasan teologis ekologis Kristen melalui metode kualitatif studi pustaka terhadap teks Kejadian 1:28, Marmur 104, dan Kolose 1:15-20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah kabasy dan rada dalam Kejadian 1:28 seharusnya dimaknai sebagai tanggung jawab pemeliharaan, bukan legitimasi eksploitasi. Mazmur 104 menegaskan ketergantungan seluruh ciptaan pada Allah, sementara Kolose 1:15–20 menempatkan Kristus sebagai pusat kosmos yang mendamaikan seluruh alam semesta. Simpulan penelitian mendesak transformasi misi gereja dari “jiwa-sentris” ke “kosmos-sentris” dengan implikasi kebijakan praktis berupa desakan moratorium izin tambang di pulau-pulau kecil serta audit independen terhadap AMDAL di Raja Ampat sebagai wujud aksi profetis nyata.
-
Apituley, M. M. A. (2021). Teologi laut: Mendialogkan makna laut dalam Keluaran 14–15 berdasarkan kosmologi masyarakat Titawaai di Pulau Nusalaut-Maluku dengan kosmologi Israel kuno. BPK Gunung Mulia.
Ghajali, D. (2025, September 22). Kembalinya tambang nikel di Raja Ampat: Peluang investasi atau petaka ekologi? https://egsa.geo.ugm.ac.id/2025/09/22/kembalinya-tambang-nikel-di-raja-ampat-peluang-investasi-atau-petaka-ekologi/
Habel, N. C. (Ed.). (2000). Readings from the perspective of earth (1st ed.). Sheffield Academic Press.
Hudha, A. M., & Rahardjanto, A. (2018). Etika lingkungan: Teori dan praktik pembelajarannya. UMM Press.
Hukubun, M. (2023). Nuhu-met sebagai tubuh Kristus-kosmis: Hermeneutik kosmis tentang perjumpaan makna Kolose 1:15–20 dengan budaya sasi umum di Kepulauan Kei-Maluku. PT Kanisius.
Ishtiaq, M. (2019). Book review: Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative and mixed methods approaches (4th ed.). English Language Teaching, 12(5), 40. https://doi.org/10.5539/elt.v12n5p40
Kiaking, A. E., Haniko, A. P., Darundas, J. C., & Timpua, J. E. (2025). Pastoral ekologis: Menjaga ciptaan sebagai tanggung jawab iman. Tentiro: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan, 2(1), 18–28. https://doi.org/10.70420/tentiro.v2i1.137
Listijabudi, D. K. (2022). Signifikansi peran Roh Tuhan dalam panggilan ekologis dan liberasi manusia: Telaah atas Mazmur 104:30 dan Lukas 4:18–19. Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 7(1), 71–82. https://sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/dunamis/article/view/698
Parihala, Y. (2019). Menggereja yang pro hidup: Tafsir teks dan diskursus teologi dengan perspektif marginalitas pembebasan dan perdamaian. Aseni.
Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia. (2025). Pernyataan sikap PGI: “Jangan merusak alam demi investasi.” Warta PGI.
Samson, D. (2020). Berteologi untuk keadilan dan kesetaraan: Buku penghargaan Pdt. (Em.) Dr. Margaretha Maria Hendriks-Ririmasse. PT Kanisius.
San Ferre, G., & Rumansara, J. Y. (2023). Mendesak peran aktif gereja merawat ekosistem laut: Sebuah pelajaran penting dari masyarakat Marao Biak. Diegesis: Jurnal Teologi Kharismatika, 6(2), 115–137.
Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
(Catatan: penerbit ditambahkan sesuai edisi umum buku Sugiyono)
Tangko, Y. T. (2022). Teologi Paulus mengenai peran gereja terhadap bumi yang bhinneka. OSF. https://doi.org/10.31219/osf.io/stzkp
Tasingkem, T., & Sitanggang, A. P. (2021). Kristus merengkuh alam semesta: Gagasan Kristus sebagai kepala segala sesuatu dalam Efesus 1:10, 22. Jurnal Teologi Cultivation, 5(2), 18–34. https://doi.org/10.46965/jtc.v5i2.591
Toh, A. M. (2025). Ekologi dari sudut pandang penciptaan: Observasi Kejadian 1:28 dan hubungannya dengan konservasi alam. Meforas: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 2(1), 77–89.
Wibowo, D. R. (2025). Makna “Kabash” dan “Radah” dalam Kejadian 1:28. Kognisio, 1(1), 12–21. https://doi.org/10.63284/jk.v1i1.4
-
Downloads
Download data is not yet available.
How to Cite

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

e-ISSN : 2775-7676 p-ISSN : 2776-7450
Indexed by:
Indexed by:







