Nilai Budaya Tenun Rote Ndao dalam Pembentukan Identitas Pendidikan Agama Kristen
-
Universitas Kristen Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.56393/intheos.v5i7.4207-
Budaya setempat berperan penting dalam membentuk identitas iman yang kontekstual, khususnya dalam Pendidikan Agama Kristen yang berakar pada pengalaman hidup masyarakat. Tenun adat Rote Ndao merupakan warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga mengandung makna simbolis dan filosofis dalam membentuk identitas sosial dan spiritual. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai budaya serta filosofi tenun Rote Ndao dan relevansinya dalam pembentukan identitas Pendidikan Agama Kristen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis budaya dan makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif bunga lontar melambangkan kehidupan dan ketergantungan kepada Tuhan, pola geometris mencerminkan keteraturan dan disiplin, motif fauna menegaskan tanggung jawab terhadap ciptaan, pola ikatan benang menggambarkan persatuan dan persekutuan, serta warna tenun merefleksikan nilai spiritual seperti kesucian, pengorbanan, dan pertumbuhan iman. Motif tersebut dapat diintegrasikan menjadi materi ajar melalui modul, media visual, dan pembelajaran kontekstual berbasis Alkitab, sehingga memperkuat identitas iman peserta didik serta mendorong integrasi budaya dalam kurikulum nasional.
-
Banks, J. A. (2015). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching (6th ed.). Routledge.
Beattie, J. (2025). Intercultural understanding and the religious life of a school. International Studies in Catholic Education. https://doi.org/10.1080/19422539.2025.2542182
Bevans, S. B. (2002). Models of contextual theology. Orbis Books.
Boiliu, E. R. (2022). Pengembangan kurikulum pendidikan agama Kristen kontekstual melalui budaya Natoni adat Timor Dawan di SMA Kristen 1 Soe [Tesis sarjana/skripsi, Universitas Kristen Indonesia].
Conti, L. (2025). Intercultural education: Recalibrating meanings, objectives, and practices. Intercultural Education, 36(4), 418–436. https://doi.org/10.1080/14675986.2025.2484514
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dillon Thomas, B. S., Carr, S., & Guo, S. (2024). The effect of color-coding on students’ perception of learning in introductory mechanics. arXiv. https://arxiv.org/abs/2411.14605
Fanggi, B. Y. J., Ndun, R. M., & Fallo, J. D. (2024). Makna dan fungsi tenun ikat (Rombo dan Lafa) masyarakat Kabupaten Rote Ndao. Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 8(1). https://doi.org/10.70942/ciencias.v8i1.192
Freire, P. (2018). Pedagogy of the oppressed (50th anniversary ed.). Bloomsbury Academic.
Giddens, A. (1991). Modernity and self-identity: Self and society in the late modern age. Stanford University Press.
Groome, T. H. (2011). Will there be faith? A new vision for educating and growing disciples. HarperOne.
Hadi, S. (2020). Pendidikan karakter dan globalisasi nilai budaya lokal. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(3), 241–252.
Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. SAGE Publications.
Lalay, M. O., & Taebenu, Y. (2025). Nilai pendidikan multikultural dalam budaya orang Rote. Journal of Education Research, 6(2), 336–346. https://doi.org/10.37985/jer.v6i2.2090
Lewa, M., & Tamelan, S. (2021). Makna simbolik tenun Rote sebagai ekspresi budaya dan spiritual masyarakat NTT. Jurnal Antropologi Indonesia, 42(1), 57–68.
Modok, E. M. E. (n.d.). Nilai PAK dan budaya dalam tarian Kebalai di Kabupaten Rote Ndao [Skripsi tidak dipublikasikan].
Naidoo, M. (2022). Nurturing intercultural theological education towards social justice ideals. Religions, 13(9), 830. https://doi.org/10.3390/rel13090830
Pazmiño, R. W. (2018). Fondasi pendidikan agama Kristen. BPK Gunung Mulia.
Polnaya, T., Murwani, P., & Pariela, T. D. (2023). Transformasi budaya dan interaksi sosial dalam masyarakat adat: Dampak masuknya teknologi digital. Baileo: Jurnal Sosial Humaniora, 1(1), 1–14.
Quilaqueo, D., & Torres, H. (2024). School contextualization with indigenous group’s socio-educational methods and pedagogies. Frontiers in Education, 9. https://doi.org/10.3389/feduc.2024.1425464
Santmire, H. P. (2020). Nature reborn: The ecological and cosmic promise of Christian theology. Fortress Press.
Sari, B. P., & Annaila, K. (2024). Pengembangan motif adat Rote sebagai representatif kebaruan budaya daerah Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ianara, 1(10), 1–13.
Soe, A., & Ndolu, Y. (2022). Kearifan lokal dalam pendidikan iman: Studi kasus masyarakat Rote Ndao. Jurnal Ilmiah PAK Indonesia, 5(1), 21–34.
Suradi, A. (2018). Pendidikan berbasis multikultural dalam pelestarian kebudayaan lokal Nusantara di era globalisasi. JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 10(1), 77. https://doi.org/10.24114/jupiis.v10i1.8831
Symbolism of colors in Christianity. (2024). Catholic Saints. https://www.catholic-saints.info/catholic-symbols/symbolism-of-colors.htm
Walfiyah, R., & Adriati, I. (2022). Manifestasi Lambi Tei, tenun ikat asal Rote Ndao. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 1–7.
Yulianto, A. (2020). Dekolonisasi kurikulum dan peran budaya lokal dalam pendidikan agama di Indonesia. Jurnal Filsafat Pendidikan, 11(1), 15–29.
-
Downloads
Download data is not yet available.
How to Cite

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

e-ISSN : 2775-7676 p-ISSN : 2776-7450
Indexed by:
Indexed by:







