Header Background
Articles |
|
Published
2 April 2026

Hermeneutika Rekonsiliasi Kritis: Menafsir Insiden Rasisme Pelajar di Yalimo sebagai Teks Hidup

  • James Fransinopik
    Institut Agama Kristen Negeri Ambon
  • Meldy Berhitu
    Institut Agama Kristen Negeri Ambon
  • Elka Anakotta
    Institut Agama Kristen Negeri Ambon

DOI:

https://doi.org/10.56393/intheos.v5i8.4234
  • Konflik sosial di Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, khususnya pasca-insiden rasisme pelajar pada tahun 2025, tidak hanya merupakan fenomena sosial-politik, tetapi juga realitas teologis yang menuntut pembacaan iman secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menafsir konflik Yalimo tersebut sebagai “teks hidup” melalui pendekatan hermeneutika filosofis. Metode yang digunakan adalah kajian kualitatif teologis dengan kerangka pemikiran Paul Ricoeur dan Hans-Georg Gadamer. Pendekatan ini digunakan untuk memahami konflik sebagai realitas simbolik yang mengandung makna penderitaan, sekaligus sebagai ruang dialog antara teks Alkitab dan konteks sosial Papua melalui konsep fusion of horizons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik tersebut berakar pada prasangka rasial dan keretakan komunikasi antarbudaya yang mendalam di masyarakat. Oleh karena itu, rekonsiliasi teologis tidak hanya bersumber dari pemahaman normatif terhadap teks Alkitab, tetapi juga dari dialog antara firman Tuhan dan pengalaman konkret masyarakat yang terluka. Analisis terhadap Mikha 6:8, Efesus 2:14–18, dan Matius 5:9 menegaskan bahwa keadilan, perdamaian, dan rekonsiliasi merupakan inti panggilan iman Kristen dalam konteks konflik.Artikel ini menyimpulkan, konflik tidak hanya dipahami sebagai krisis, tetapi juga sebagai ruang teologis bagi hadirnya karya rekonsiliasi Allah dalam kehidupan manusia.

  • Alam, S. (2020). Jurnalisme damai dalam pembingkaian berita rasisme mahasiswa Papua di Tribunnews.com dan Detik.com. Jurnal Pewarta Indonesia, 2(2), 121–136. https://doi.org/10.25008/jpi.v2i2.33

    Apituley, M. M. A. (2020). Hermeneutik kontekstual: Sebuah konstruksi berdasarkan filsafat hermeneutik modern. ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama, 2(2), 137–154. https://doi.org/10.37429/arumbae.v2i2.450

    Arifianto, Y. A. (2024). Teologi kontekstual untuk perdamaian: Merespons konflik sosial dan agama dalam masyarakat multikultural di era kemajuan teknologi digital. Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani, 4(2), 97–107. https://doi.org/10.38189/jtk.v4i2.884

    Barr, J. (1999). The concept of biblical theology. SCM Press.

    Cyntia, M., Pritalora, P., & Aden, R. E. (2024). Doktrin Kristus (Kristologi). Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat, 2(4), 285–295. https://doi.org/10.55606/sinarkasih.v2i4.422

    Fithri, W. (2019). Kekhasan hermeneutika Paul Ricoeur. Tajdid: Jurnal Ilmu Keislaman dan Ushuluddin, 17(2), 187–211. https://doi.org/10.15548/tajdid.v17i2.125

    Gadamer, H.-G. (2004). Truth and method (2nd rev. ed.). Continuum.

    Gregorius Avi. (2023). Penghayatan iman Katolik mahasiswa Papua di tengah masyarakat urban di Kota Malang dalam terang teologi budaya tanding Stephen B. Bevans. Perspektif, 18(2), 183–200. https://doi.org/10.69621/jpf.v18i2.205

    Hendrik, R., & Sonya, E. R. (2024). Analisis konflik dan masalah sosial di Papua. Jurnal Humaya: Jurnal Hukum, Humaniora, Masyarakat, dan Budaya, 4(1), 32–46. https://doi.org/10.33830/humaya.v4i1.5309

    Illu, J., Gulo, E., Keluanan, Y. H., & Istiati, I. (2025). Membangun karakter pembawa damai: Implementasi Matius 5:9 dalam pendidikan karakter Kristen. Jurnal Teologi RAI, 2(1), 1–14. https://doi.org/10.63276/jurnalrai.v2i1.74

    Judhananto, M. N., & Sitorus, F. K. (2025). Fusion of horizons: Pemikiran Gadamer mengenai dialog dan pemahaman dalam kehidupan manusia. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 5(1), 12. https://doi.org/10.53697/iso.v5i1.2490

    Labobar, K. (2024). Misi dan rekonsiliasi: Merevitalisasi fungsi gereja di tengah konflik sosial. Kurios, 10(2), 501–510. https://doi.org/10.30995/kur.v10i2.1145

    Muada, R. N., Chandra, D., & Yohanes, A. (2025). Relevansi teologi Kristen dalam era kontemporer: Tinjauan terhadap tantangan dan kesempatan dalam konteks globalisasi. Orthotomeo: Jurnal Penelitian Ilmiah, 1(1), 41–54. https://doi.org/10.71304/h3b6nc44

    Panggabean, A. D., Prihartono, M., & Purwanto, D. (2025). Dari ketimpangan menuju kesetaraan: Pendekatan smart power untuk penyelesaian konflik di Papua. Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora, 9(4), 1920–1934. https://doi.org/10.31604/jim.v9i4.2025.1920-1934

    Parinussa, S., & Handoko, Y. S. (2025). Teologi kontekstual dalam era polarisasi politik dan krisis demokrasi. Dorea: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 3(2), 73–85. https://ojs.sttcianjur.ac.id/index.php/dorea/article/view/71

    Pulo, P. (2025, September 18). Korban tewas kerusuhan Yalimo: 1 anak ditembak–2 orang terbakar. DetikSulsel. https://www.detik.com/sulsel/hukum-dan-kriminal/d-8118039/korban-tewas-kerusuhan-yalimo-1-anak-ditembak-2-orang-terbakar

    Putri, P. K. (2022). Manajemen konflik dan resolusi konflik: Sebuah pendekatan terhadap perdamaian. Papua Journal of Diplomacy and International Relations, 2(1), 16–34. https://doi.org/10.31957/pjdir.v2i1.1945

    Ricoeur, P. (1981). Hermeneutics and the human sciences: Essays on language, action and interpretation (J. B. Thompson, Ed.). Cambridge University Press.

    Samongilailai, H. N. (2024). Peran ajaran teologi dalam membangun karakter remaja Kristen di era kontemporer. Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik, 2(4), 355–363. https://doi.org/10.61132/tritunggal.v2i4.731

    Siahaan, W. A., & Naibaho, P. (2025). Beragama menciptakan harmoni sosial: Refleksi teologis atas tanggung jawab iman di tengah keberagaman. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 6(1), 12. https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3189

    Simanjuntak, W. (2020). Perpaduan cakrawalamu dan cakrawalaku: Hermeneutik Gadamer dan sumbangsihnya bagi pendidikan teologi di Indonesia. Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian, 5(1), 65. https://doi.org/10.21460/gema.2020.51.413

    Sinaga, A. V., Sianipar, R., Kartini, K., Arsal, U. W., & Sihombing, L. (2026). Membangun harmoni sosial: Penguatan sikap toleransi dalam masyarakat multikultural. Jurnal Abdimas Maduma, 5(1), 168–175. https://doi.org/10.52622/jam.v5i1.628

    Siregar, E. M., Rangkang, O., & Agus, A. (2025). Prinsip oikumenis dan keadilan sosial: Analisis berdasarkan Kitab Mikha 6:8. ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 6(1), 1–12. https://doi.org/10.63830/hm2vrf15

    Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

    Supriadi, R. D. A., Fidayatullah, N., Agustin, L. Y., Deesae, K. A., & Mu’alimin. (2025). Teori konflik dalam dinamika sosial kontemporer: Sebuah literature review terhadap ketimpangan, identitas, dan manajemen konflik. Qouba: Jurnal Pendidikan, 2(2), 275–281. https://doi.org/10.61104/qb.v2i2.451

  • Downloads

    Download data is not yet available.

How to Cite

Fransinopik, J., Berhitu, M. ., & Anakotta , E. (2026). Hermeneutika Rekonsiliasi Kritis: Menafsir Insiden Rasisme Pelajar di Yalimo sebagai Teks Hidup. In Theos : Jurnal Pendidikan Dan Theologi, 5(8), 349–355. https://doi.org/10.56393/intheos.v5i8.4234

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

                 
e-ISSN : 2775-7676                  p-ISSN : 2776-7450

Indexed by:

Indexed by: