Pendampingan Partisipatif Petugas Liturgi di Stasi St. Petrus Kecopokan Kepanjen
-
Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia
-
Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.56393/intheos.v6i1.4747Keywords:
-
Pelayanan liturgi di Stasi St. Petrus Kecopokan menghadapi persoalan berupa pembinaan yang belum sistematis, pemahaman pelayanan yang cenderung teknis, dan keterlibatan orang muda yang masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi petugas liturgi dalam memahami makna, tanggung jawab, dan semangat pelayanan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan melibatkan 15 petugas liturgi melalui materi interaktif, diskusi, simulasi, praktik, refleksi, dan evaluasi. Evaluasi menggunakan angket skala Likert lima tingkat dengan 7 indikator/aspek partisipasi dan pelayanan liturgis. Hasil menunjukkan respons positif peserta dengan rata-rata 94%, sedangkan 100% peserta menilai materi sesuai kebutuhan pelayanan dan mengharapkan kegiatan dilaksanakan secara berkala. Pendampingan juga mendorong peserta untuk memaknai pelayanan tidak sekadar sebagai tugas teknis, tetapi sebagai bentuk partisipasi dalam perayaan iman dan pelayanan Gereja. Dengan demikian, pendekatan partisipatif berbasis PAR dapat menjadi alternatif formasi liturgi yang menghubungkan pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan penghayatan iman dalam konteks komunitas stasi.
-
Agustin, N., Pradana, A. A., Hafni, N. D., & Mubaidillah, I. I. A. (2026). Pendampingan berkelanjutan dalam membangun budaya mutu pembelajaran pada guru MI. Penamas: Journal of Community Service, 6(3), 701–711. https://doi.org/10.53088/penamas.v6i3.3269
Aunullah, I., & Sa, H. (2026). Implementasi model pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi partisipatif dalam penguatan kapasitas sosial dan ekonomi lokal. Penamas: Journal of Community Service, 6(1), 121–130. https://doi.org/10.53088/penamas.v6i1.2827
Bei Putra, A. (2025). Adaptasi dan formasi liturgi dalam Ekaristi bersama anak di Paroki St. Mikael Nita. JPPAK: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, 5(1). https://doi.org/10.52110/jppak.v5i1.229
Delvriana, V., Nurak, D., & Bhoki, H. (2026). Pembinaan misdinar untuk meningkatkan kesiapan pelayanan altar di Paroki Spiritu Santo Misir. Komunita, 5(2), 1027–1033. https://doi.org/10.60004/komunita.v5i2.567
Despriyantie, Y., Timotius, F., Fransisco, A., Pongoh, F., G., G., Meilanuri, E., Kurnia, R., Oktapiani, M., Modiko, E., Ekklesia, Y., Kaudtasa, F., & Karlena, T. (2026). Pemberdayaan masyarakat terpadu berbasis Participatory Action Research (PAR) di Desa Talian Kereng Integrated. Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 5(3), 83–98. https://doi.org/10.30640/cakrawala.v5i3.7810
Dewan Kepausan untuk Pemajuan Evangelisasi Baru. (2020). Petunjuk untuk katekese (A. Suparman, Ed.; Issue 120). Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.
Fransiskus, P. (2022). Desiderio desideravi: On the liturgical formation of the people of God (Komisi Liturgi KWI, Ed.; Issue 130). Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Hasanah, U., Zainal, A. U., Hidayati, L. N., Karisma, L., Chasanah, I., Surahman, H. K., & Dina, A. (2026). Dari edukasi ke aksi: Eco Bhinneka sebagai model pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi lintas iman untuk keberlanjutan lingkungan. Community Empowerment Journal, 4(1), 24–41. https://doi.org/10.61251/cej.v4i1.350
Hidayati, N., Listyawati, M., & Erin. (2025). Peningkatan kapasitas komunikasi perempuan melalui penguatan public speaking. TAAWUN: Jurnal Pengabdian, 4(2), 192–201. https://doi.org/10.47759/f43q5y56
Kamolen, S., Lelu, S., & Kebingin, B. (2026). Upaya meningkatkan partisipasi orang muda Katolik dalam ibadat tanpa imam hari Minggu di Stasi St. Stefanus Kimakamak. Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama, 4(3), 336–346. https://doi.org/10.59024/jipa.v4i3.2054
Komisi Liturgi KWI. (2004). Redemptionis sacramentum. Penerbit OBOR.
Konferensi Wali Gereja. (2007). Katekismus Gereja Katolik. Nusa Indah.
Konsili Ekumenis Vatikan II. (1963). Sacrosanctum Concilium. In R. Hardawiryana (Ed.), Dokumen Konsili Vatikan II (pp. 25–74). Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Kristeno, M., & Pius X, I. (2026). Liturgi kontekstual dalam perspektif Sacrosanctum Concilium: Refleksi atas inkulturasi budaya Dayak di Barito Timur. JPPAK: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, 6(2), 128–144. https://doi.org/10.52110/jppak
Labo, S., Banjarnahor, C., & Pius X, I. (2022). Partisipasi orang muda Katolik dalam tugas liturgi di Stasi Pimping. In Theos: Jurnal Pendidikan dan Theologi, 2(1), 1–7. https://doi.org/10.56393/intheos.v2i1.1219
Leo, O., Bhoke, A., Dea, O., & Ngala, G. (2025). Gereja sinodal sebagai rumah bersama bagi migran dan perantau: Suatu pendekatan pastoral-eklesiologis. Santum Domine, 15(1), 167–192. https://doi.org/10.46495/sdjt.v15i1.390
Maharani, S., & Derung, T. (2026). Liturgi sebagai landasan utama dalam kaderisasi orang muda. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma, 7, 1278–1294.
Pan, H. (2026). Inkulturasi liturgi sebagai proses transformasi: Studi atas Misa Inkulturasi di Paroki St. Klemens Mandonga, Kendari. Berkat: Jurnal Pendidikan Agama dan Katolik, 3(2), 10–29. https://doi.org/10.61132/berkat.v3i2.2071
Pondaag, S., & Tukiran, A. (2023). Formasio liturgi demi implementasi pembaharuan liturgi Konsili Vatikan II: Sebuah studi dokumen Gereja Desiderio desideravi. Media: Jurnal Filsafat dan Teologi, 4(1), 31–50. https://doi.org/10.53396/media.v4i1.169
Rantung, R. J., & Prodeita, T. V. (2026). Penghayatan nilai pengorbanan dalam Ekaristi melalui pelayanan misdinar (Studi terhadap buku-buku panduan misdinar). Credendum, 8(1), 125–138. https://doi.org/10.34150/credendum.v8i1.1211
Rohimat, J., Kamil, M., & Saripah, I. (2025). Dampak model pelatihan partisipatif berbasis komunitas belajar terhadap kinerja guru SMAN 1 Gunungsindur. Jurnal Ilmiah Global Education, 6(2), 1018–1034. https://doi.org/10.55681/jige.v6i2.3722
Salisbury, M. C. (2023). “Living the liturgical action”: Some principles for Christian liturgical formation in Desiderio desideravi. Theology, 126(6), 415–423. https://doi.org/10.1177/0040571X231209467
Saputra, Y., Lamuji, Y., Oktovius, S., & Hipir, R. (2025). Model katekese kontekstual berbasis Shared Christian Praxis sebagai respons pastoral terhadap tantangan budaya populer dalam pendidikan iman anak dan remaja Katolik. JUFTEK, 9(1), 60–75. https://doi.org/10.58919/juftek.v9i1.248
Siswadi, & Syaifuddin, A. (2024). Penelitian tindakan partisipatif metode PAR (Participatory Action Research): Tantangan dan peluang dalam pemberdayaan. Ummul Qura, 19(2), 111–125.
Taek, V., Metom, P., & Lelo, E. (2024). Meningkatkan pemahaman umat akan makna perayaan Ekaristi dan kaitannya dengan partisipasi umat dalam kehidupan Gereja dan masyarakat. Propheta, 10(1), 1–10. https://doi.org/10.61717/p.v12i1.113
Thomason, S. (2018). Participatory Action Research as Trinitarian praxis and a pedagogical model for the suburban congregation. Religious Education, 113(1), 1–13. https://doi.org/10.1080/00344087.2017.1399851
-
Downloads
Download data is not yet available.
How to Cite

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

