Keadilan dan Martabat Manusia dalam Ajaran Sosial Gereja: Refleksi Teologis atas Ketidakadilan Sosial
-
Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia
-
Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.56393/intheos.v6i1.4760-
Ketidakadilan sosial berupa kemiskinan, diskriminasi, marginalisasi, eksploitasi, dan ketimpangan tidak hanya menjadi persoalan sosial-ekonomi, tetapi juga persoalan moral-teologis karena dapat merendahkan martabat manusia sebagai Imago Dei. Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan antara martabat manusia sebagai Imago Dei dan ketidakadilan sosial serta arah tanggapan Gereja berdasarkan Ajaran Sosial Gereja. Penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan teologis-reflektif dan analisis tematik terhadap Kitab Suci, dokumen Gereja, buku teologi, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengakuan manusia sebagai citra Allah menuntut penghormatan terhadap hak, kebebasan, partisipasi, dan kebutuhan dasar setiap pribadi. Ketidakadilan yang menghambat pemenuhan aspek-aspek tersebut merupakan bentuk pengingkaran terhadap martabat manusia. Ajaran Sosial Gereja memberikan arah respons melalui keadilan, kesejahteraan umum, solidaritas, subsidiaritas, partisipasi, dan perhatian kepada kaum miskin. Artikel ini menawarkan sintesis antara pemahaman manusia sebagai Imago Dei dan penegasan martabat manusia dalam Dignitas Infinita sebagai dasar untuk memperkaya kerangka pastoral Ajaran Sosial Gereja dalam menanggapi ketidakadilan sosial.
-
Amanda, M., & Derung, T. N. (2025). Mater et Magistra: Peran penting dalam membangun kesadaran sosial umat Katolik. Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik, 3(1), 176–185. https://doi.org/10.61132/tritunggal.v3i1.926
Badan Pusat Statistik. (2026). Profil kemiskinan di Indonesia Maret 2026 (Berita Resmi Statistik No. 80/08/Th. XXIX). Badan Pusat Statistik.
Badj, B. (2025). Pembangunan manusia seutuhnya dalam perspektif ensiklik Sollicitudo Rei Socialis: Relevansi dan tantangan kontekstual di Indonesia. APOSTOLICUM: Jurnal Pendidikan Keagamaan Katolik Ledalero, 1(2), 247–277. https://doi.org/10.31385/apostolicum.v1i2.332
Budianto, A. S. (2026). Ajaran sosial Gereja: Mengapa–apa–bagaimana. Serikat Kecil: Jurnal Studi Spiritualitas Vinsensian, 3(1), 1–8. https://doi.org/10.35312/azap7y82
Dikasteri untuk Ajaran Iman. (2024). Deklarasi tentang martabat manusia: Dignitas Infinita (O. P. Gulö, Ed.). Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia.
Dwinatalia, K. V., Sidete, A., & Ningsih, D. S. (2025). Keadilan untuk kaum miskin: Strategi misi Gereja dalam menghadirkan keadilan sosial berdasarkan sila kelima Pancasila. THEOSEBIA: Journal of Theology, Christian Religious Education and Psychospiritual, 2(1), 54–72. https://doi.org/10.70420/theosebia.v2i1.54
Evangelia Dede, F., Nainaif, R. T., Risti, M. A. E., & Yuliati, Y. E. (2024). Sollicitudo Rei Socialis: Tonggak penting dalam menghadapi tantangan globalisasi. In Theos: Jurnal Pendidikan dan Theologi, 4(3), 70–75. https://doi.org/10.56393/intheos.v4i3.1974
Florisan, Y. M., Kleden, P. B., & Madung, O. G. (2009). Kompendium ajaran sosial Gereja. Ledalero.
Fransiskus. (2021). Fratelli Tutti: Saudara sekalian: Ensiklik Paus Fransiskus tentang persaudaraan dan persahabatan sosial (M. Harun, Trans.; A. Suparman & B. H. T. Prasasti, Eds.). Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia.
Golung, A., & Waworundeng, F. (2026). Pentingnya memahami dan menjaga martabat manusia di era modern: Analisis pada deklarasi Dignitas Infinita. Pineleng Theological Review, 3(1). https://doi.org/10.53396/pthr.v3i1.561
Konferensi Waligereja Indonesia. (2007). Katekismus Gereja Katolik. Konferensi Waligereja Indonesia.
Konsili Vatikan II. (2013). Dokumen Konsili Vatikan II: Konstitusi pastoral Gaudium et Spes (Ed. ke-14). OBOR.
Makiliuna, M., Tato, T. A. M., Mangar, M., & Yulianti, Y. E. (2024). Ajaran sosial Gereja melihat kemiskinan dan keadilan melalui lensa Mater et Magistra. In Theos: Jurnal Pendidikan dan Theologi, 4(2), 38–44. https://doi.org/10.56393/intheos.v4i2.1953
Mangililo, I. D. (2017). Imago Dei: Sebuah upaya membaca Alkitab sebagai perempuan Indonesia dalam konteks perdagangan orang di Nusa Tenggara Timur. Indonesian Journal of Theology, 5(2), 147–177. https://doi.org/10.46567/ijt.v5i2.23
Masut, V. R., Barut, M. C. P. N., Muwa, F., & Budi, A. S. (2022). Tinjauan Gaudium et Spes tentang martabat manusia dalam kasus terorisme. Jurnal Masalah Pastoral, 10(2), 81–91. https://doi.org/10.60011/jumpa.v10i2.72
Mukin, A. F. (2025). Membangun sistem makna agama: Peran calon katekis dalam pembentukan identitas kaum muda. Jurnal Sosiologi Agama dan Teologi Indonesia, 2(1), 89–110. https://doi.org/10.24246/sami.vol2i1pp89-110
Paulus II, Y. (1987). Sollicitudo Rei Socialis. Konferensi Waligereja Indonesia.
Pranowo, Y. (2023). Kepentingan diri dan martabat manusia: Bagaimana Gereja Katolik memandang konflik kepentingan di Indonesia? FOCUS, 4(1), 81–92. https://doi.org/10.26593/focus.v4i1.6705
Riawan, Y. Y. (2020). Refleksi teologis solidaritas menurut Mgr. Johannes Pujasumarta dalam terang ajaran sosial Gereja. Jurnal Teologi, 9(1). https://doi.org/10.24071/jt.v9i1.2624
Sina, P., Pryatno, E. R., Ghao, A. L., Bala Keban, B. C. C., Lasar, D. M. P., Rotok, F. K. P., Abun, O., & Jata, Z. G. (2026). Kerja, kekuasaan, dan martabat: Analisis eksploitasi kaum buruh di Indonesia dalam terang ajaran sosial Gereja dan implikasinya bagi karya pastoral kaum buruh. Atma Reksa: Jurnal Pastoral dan Kateketik, 10(1), 23–36. https://doi.org/10.53949/arjpk.v10i1.95
Sipahutar, A. P., Obe, A. P., Halawa, A. (2024). Keluhuran martabat manusia sebagai Imago Dei: Pandangan teologi Gereja Katolik. Jurnal Magistra, 2(4), 153–170. https://doi.org/10.62200/magistra.v2i4.187
Utomo, K. D. M. (2023). Panggilan Gereja dalam realitas ketidakadilan di Indonesia. Forum: Filsafat dan Teologi, 52(1), 13–24. https://doi.org/10.35312/forum.v52i1.538
Varianus, W. (2024). Menyimak ketidakadilan dalam konteks perkembangan politik di Indonesia. Rhizome: Jurnal Kajian Ilmu Humaniora, 4(2), 52–57. https://doi.org/10.56393/rhizome.v4i2.2419
Yohanis, S. (2025). Etika keadilan upah: Kritik sosial Ulangan 24:14–15 dan relevansinya bagi moralitas Kristen masa kini. KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 3(1), 14–15. https://doi.org/10.71415/jkmy.v3i1.18
Yohanes XXIII. (1961). Mater et Magistra.
Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan (Ed. ke-2). Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
-
Downloads
Download data is not yet available.
How to Cite

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

