Penguatan Kapasitas Kreatif Komunitas Seni Melalui Workshop Penciptaan Tari Kreasi Baru Berbasis Tari Kerakyatan di Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.56393/jpkm.v6i1.3855Keywords:
Workshop Tari, Tari Kreasi Baru, Tari Kerakyatan, Penciptaan TariAbstract
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk workshop penciptaan tari kreasi baru berbasis tari kerakyatan yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas kreatif komunitas seni dalam mengembangkan karya tari yang berakar dari nilai-nilai estetik tradisi lokal. Kegiatan ini melibatkan 80 peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, anggota komunitas seni, dan masyarakat umum yang memiliki minat terhadap seni tari. Workshop dilaksanakan di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, pada tanggal 4-5 November 2025. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, diskusi, dan pelatihan terbimbing dengan pendampingan narasumber yang berpengalaman di bidang tari tradisi dan koreografi. Materi workshop difokuskan pada pengenalan tari kerakyatan, metode penciptaan tari, serta penerapannya dalam proses eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan tari kreasi baru. Penilaian dilakukan dengan mengamati dan mengevaluasi karya tari yang dipresentasikan peserta pada sesi akhir kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman, keterampilan, dan kreativitas peserta dalam mengolah tari kerakyatan menjadi karya tari kreasi baru. Luaran utama kegiatan ini berupa karya tari kreasi baru yang mendukung pelestarian budaya dan penguatan ekosistem seni pertunjukan di Yogyakarta.
Downloads
References
Alkhajar, E. N., & Luthfia, A. R. (2020). Diseminasi dan publikasi karya tulis berbasis media baru. Bakti Cendana, 3(2), 62–67. https://doi.org/10.32938/bc.3.2.2020.62-67
Apandi. (2020). Meningkatkan kemampuan guru dalam pengembangan kurikulum melalui kegiatan workshop. Action Research Journal Indonesia, 2(3), 138–146. https://doi.org/10.61227/arji.v2i3.17
Darmayanti, M., Dwishiera, N. A. A., Nuryani, P., Heryanto, D., & Hendriani, A. (2022). Pendampingan pengembangan pembelajaran seni tari di SD. ABDI, 8(1), 8–14. https://doi.org/10.26740/abdi.v8i1.11164
Dibia, I. W. (2018). Tata rias dalam seni pertunjukan Bali: Makna dan simbolisme. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 33(2), 178–189.
Fadhiliya, L., Wibowo, T., Kustilah, S., & Setiaji, C. A. (2021). Workshop dan pelatihan metode-metode pembelajaran bagi guru di SMA Negeri 1 Petahanan, Kebumen. Surya Abdimas, 5(4), 372–377. https://doi.org/10.37729/ABDIMAS.V5I4.1170
Fajarwati, N. N., Yulinis, Y., & Budiarsana, I. W. (2021). Gandrung anyar. Jurnal Igel: Journal of Dance, 1(2), 12–26. https://doi.org/10.59997/journalogdance.v1i2.862
Fitriasari, R. P. D., & Prakasiwi, G. (2020). Jogja Dance Community: Ruang negosiasi dalam jagad tari di Yogyakarta. Jurnal Kawistara, 10(3), 265–281. https://doi.org/10.22146/kawistara.49816
Hapsari, F. D., & Pramutomo, R. M. (2018). Aksara Jawa sebagai ide penciptaan karya tari Aksara Tubuh oleh Boby Ari Setiawan. GELAR: Jurnal Seni Budaya, 26(1), 26–41. https://doi.org/10.33153/glr.v16i1.2337
Haidar, I., Rahayu, D. S., & Astianti, S. (2025). Pelatihan teknik presentasi poster ilmiah dalam mengembangkan komunikasi ilmiah mahasiswa. Bhakti Nagori: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 420–425. https://doi.org/10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4439
Haryani, P., & Ariyana, R. Y. (2024). Workshop pemanfaatan teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) dalam pembelajaran. SOROT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 64–68. https://doi.org/10.32699/sorot.v3i1.6585
Hera, T. (2018). Aspek-aspek penciptaan tari dalam pendidikan. Dalam Prosiding Seminar Nasional (hlm. 392–397). Universitas PGRI Palembang.
Hera, T., & Nurdin. (2018). Kontribusi motivasi mahasiswa dalam proses kreatif penciptaan tari pada mata kuliah koreografi. Sitakara: Jurnal Pendidikan Seni dan Seni, 4(1), 1–15. https://doi.org/10.31851/sitakara.v4i1.2558
Irianto, A. M., et al. (2015). Mengemas kesenian tradisional dalam bentuk industri kreatif: Studi kasus kesenian Jathilan. Humanika, 22(2), 66–77. https://doi.org/10.14710/humanika.22.2.66-77
Jannah, M., Sultan, A., Usman, Burhan, I., & Alfatih, A. N. (2025). Workshop penciptaan tari kreasi berbasis budaya lokal Sulawesi Selatan: Jejak tradisi dalam langkah kreasi. NuCSJo, 2(1), 6–14. https://doi.org/10.70437/da33n081
Juhaeni, Safaruddin, & Alfin, J. (2022). Workshop desain media pembelajaran inovatif bagi guru madrasah ibtidaiyah. Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2(1), 69–75. https://doi.org/10.53621/jippmas.v2i1.135
Kaunang, I. R. B., & Sumilat, M. (2015). Kemasan tari Maengket dalam menunjang industri kreatif Minahasa Sulawesi Utara di era globalisasi. Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum, 2(1), 89–106.
Kurniawan, I. (2016). Kontradiksi kebijakan industri kreatif dan usaha pelestarian kesenian tradisi (kasus seni pertunjukan Luambek). Jurnal Desain dan Budaya, 1(3), 7–12. https://doi.org/10.36982/jsbd.v1i2.126
Kuswarsantyo, Raharjo, T., & Soedarsono, R. M. (2010). Perkembangan penyajian Jathilan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Resital, 11(1), 15–25. https://doi.org/10.24821/resital.v11i1.490
Mangku, D. G. S. (2021). Perlindungan hukum terhadap tari sebagai warisan budaya bangsa Indonesia ditinjau dari hukum internasional. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 9(1), 97–106.
Miroto, M. (2022). Dramaturgi tari. Badan Penerbitan ISI Yogyakarta.
Murdiyastomo, H. Y. A. (2010). Pariwisata dan pelestarian seni tradisi menyongsong Yogyakarta pusat budaya 2020. Informasi, 36(2), 77–87. https://doi.org/10.21831/informasi.v2i2.6204
Narulita, D. I. (2019). Kepret Kamale, karya tari pengembangan dari tari Jaipongan dan pop dance. Jurnal Joged, 13(2), 188–201. https://doi.org/10.24821/joged.v13i2.3601
Resnayati, E., Rohayani, H., & Budiman, A. (2021). Pembelajaran tari kreasi baru di SMA Pasundan 2 Bandung. Ringkang, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.17509/ringkang.v1i1.32154
Soedarsono, R. M. (2002). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Gadjah Mada University Press.
Sudibjo, N., Huliselan, J. J., & Bernarto, I. (2020). Pentingnya penguasaan metode penelitian bagi guru. Jurnal Sinergitas PKM dan CSR, 4(3), 290–297. https://doi.org/10.19166/jspc.v4i3.2344
Steven, K., Hartono, & Saerani, M. F. T. B. (2024). Paradigma dan isu dalam pendidikan seni: Strategi untuk pengembangan pendekatan yang relevan dan berkelanjutan. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(3), 3833–3845. https://doi.org/10.58230/27454312.924
Wijaya, A. (2019). Komunikasi seni intrapersonal dalam pembelajaran musik dengan rangsang audio menggunakan metode Zoltan Kodaly. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 14(2), 1–10. https://doi.org/10.33654/jpl.v14i2.837