Internalisasi Nilai Hampahari dalam Program Sekolah Perdamaian Adat sebagai Upaya Penguatan Toleransi Siswa di Sekolah Menengah Atas

Authors

DOI:

https://doi.org/10.56393/jpkm.v6i1.3880

Keywords:

Hampahari, Kearifan Lokal, Pendidikan Perdamaian, Toleransi, Generasi Muda

Abstract

Artikel ini membahas sosialisasi program Sekolah Perdamaian Adat di SMAN 2 Palangka Raya sebagai upaya menginternalisasikan nilai-nilai kearifan lokal Dayak, khususnya hampahari, dalam memperkuat karakter toleransi dan budaya damai pada generasi muda. Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan intoleransi, radikalisme, serta rendahnya literasi budaya lokal di kalangan pelajar, meskipun Kalimantan Tengah memiliki tradisi adat yang kaya akan nilai keharmonisan seperti Huma Betang, handep, dan hapakat. Melalui metode partisipatoris yang melibatkan ceramah interaktif, diskusi, refleksi, dan simulasi penyelesaian konflik, sebanyak 37 siswa mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali pretest dan diakhiri post test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman dan refleksi siswa, ditandai oleh kenaikan skor rata-rata dari sekitar 47 pada pre-test menjadi sekitar 83 pada post-test serta pergeseran kualitas jawaban esai ke kategori lebih tinggi. Program ini membuktikan bahwa pendidikan berbasis kearifan lokal mampu memperkuat literasi budaya, membangun kesadaran multikultural, serta menumbuhkan perilaku damai yang relevan dengan konteks kehidupan remaja masa kini. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai lokal dalam pendidikan formal menjadi strategi efektif dalam membentuk generasi toleran dan berkarakter sosial budaya yang kuat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustin, I. C., Tantimin, S. H., & Situmeang, D. A. (2023). Peran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam menanggulangi radikalisme dan terorisme di Indonesia. Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum, 12(2). https://doi.org/10.34304/jf.v12i2.188

Agus Salim, & Aprison, W. (2024). Pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 3(1). https://doi.org/10.31004/jpion.v3i1.213

Andayani, T. R. (2013). Peningkatan toleransi melalui budaya tepa sarira (Pengembangan model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal). Dalam Prosiding Seminar Nasional Parenting 2013.

Asep, A. M. (2023). Maqālāt Luqmān: Spektrum pedagogis dialogis Freire. Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam, 1(1). https://doi.org/10.62070/kaipi.v1i1.28

Awang, A., & Che Mat, A. (2016). Pengalaman pengajaran dan pembelajaran sejarah berasaskan dialog antara budaya di dalam kelas. E-Journal of Arabic Studies & Islamic Civilization, 3.

Bustomi, Sukardi, I., & Astuti, M. (2024). Pemikiran konstruktivisme dalam teori pendidikan kognitif Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(4). https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp

Charoensilp, P. (2024). Intercultural sensitivity as a factor in perceived culturally responsive teaching of teachers in Northern Thailand. REFLections, 31(1). https://doi.org/10.61508/refl.v31i1.271669

Hamid, A., Ritonga, S., & Nst, A. M. (2024). Kearifan lokal Dalihan Na Tolu sebagai pilar toleransi beragama pada masyarakat Tapanuli Selatan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 13(1). https://doi.org/10.23887/jish.v13i1.74809

Handayani, N. N. L. (2023). Determinasi model rekonstruksi sosial Vygotsky berbasis teknik scaffolding terhadap sikap sosial dan hasil belajar IP. Lampuhyang, 14(1). https://doi.org/10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.326

Harahap, A. S., Mulyono, H., Nuzul, A. N. A., Milhan, M., & Siregar, T. (2023). Dalihan Na Tolu as a model for resolving religious conflicts in North Sumatera: An anthropological and sociological perspective. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 7(3), 1943–1970. https://doi.org/10.22373/sjhk.v7i3.13091

Hutchison, L., & McAlister-Shields, L. (2020). Culturally responsive teaching: Its application in higher education environments. Education Sciences, 10(5). https://doi.org/10.3390/educsci10050124

Komala, Y. W. (2025). Pluralisme budaya dan toleransi beragama: Strategi membangun harmoni sosial dalam konteks kehidupan berbangsa yang multikultural. Khazanah: Jurnal Studi Ilmu Agama, Sosial, dan Kebudayaan, 1(1). https://jurnalp4i.com/index.php/khazanah/article/view/5130

Latifah, M., & Falaq, Y. (2024). Menggali kearifan lokal dan toleransi umat beragama Dukuh Patihan Tanjungrejo Jekulo Kudus. Society: Jurnal Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, 15(2). https://doi.org/10.20414/society.v15i2.11741

Ma, X., Lin, S. E., Gu, M., Sun, J., & Ma, J. (2024). The meaning, value, and realisation of internet-based culturally responsive teaching. Applied Mathematics and Nonlinear Sciences, 9(1). https://doi.org/10.2478/amns.2023.2.00167

Masringor, J., & Sugiswati, B. (2017). Pela Gandong sebagai sarana penyelesaian konflik. Perspektif: Kajian Masalah Hukum dan Pembangunan, 22(1), 66–79. https://doi.org/10.30742/perspektif.v22i1.589

Normilawati, N. N. (2025). Eksplorasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan multikultural Kurikulum Merdeka. Journal of Society and Scientific Studies, 1(1). https://doi.org/10.62504/scientiva.v1i1

Pandie, R. D. Y. (2022). Feodalisme budaya suku Boti menurut perspektif teori Paulo Freire tentang pendidikan yang membebaskan dan implementasinya dalam pendidikan agama Kristen [Skripsi, Universitas Kristen Indonesia]. Repository UKI. http://repository.uki.ac.id/10400/

Patras, Y. E., Japar, M., Rahmawati, Y., & Hidayat, R. (2025). Integration of culturally responsive teaching approach, local wisdom, and gamification in Pancasila education to develop students’ multicultural competence. Educational Process: International Journal, 14. https://doi.org/10.22521/edupij.2025.14.45

Pramono, A., Karunia, L., Putra, B. Y., Novi, N., Naomi, K., & Jayanti, J. (2024). Nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) tradisi Handep Hapakat pada masyarakat Kalimantan Tengah (Studi masyarakat Desa Rantau Asem). Jurnal Sociopolitico, 6(2). https://doi.org/10.54683/sociopolitico.v6i2.141

Rizqi, M., Norhidayani, N., Sari, A. R. P., Putra, A. P., & Ansari, M. R. (2025). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan toleransi antar siswa beda agama di tingkat SMP. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(2).

Septarinjani, H., Amelia, S., Efendi, R., Oktara, T. W., & Delano, V. (2025). Integrasi psikologi pendidikan dan kearifan lokal dalam mewujudkan pembelajaran kontekstual. Indonesian Journal of Educational Counseling, 9(2), 144–156. https://doi.org/10.30653/001.202592.505

Seran, E. Y., & Mardawani, M. (2020). Kearifan lokal rumah betang suku Dayak Desa dalam perspektif nilai filosofi hidup (Studi etnografi: Suku Dayak Desa, Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai). Jurnal Pekan: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 5(1). https://doi.org/10.31932/jpk.v5i1.703

Setara Institute. (2025). Indeks Kota Toleran (IKT) 2024. Setara Institute.

Setiarsih, A. (2016). Penguatan identitas nasional melalui pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal. Dalam Prosiding Seminar Nasional PGSD Universitas PGRI Yogyakarta.

Telaumbanua, A. (2024). Teori Vygotsky: Penerapan teori belajar sosial kultural melalui pembelajaran pendidikan agama Kristen dalam membentuk karakter iman siswa. Sanctum Domine: Jurnal Teologi, 14(1). https://doi.org/10.46495/sdjt.v14i1.274

Uswatul Mardliyah, S., Ula, S. N. N., Banggu, M., Wahid, B., Kamaluddin, Rais, L., Bakar, A., & Mawardi, M. (2025). Pendidikan nilai-nilai sosial budaya lokal sebagai upaya menanamkan toleransi pada siswa SD Muhammadiyah 1 Kota Sorong. Abdimas: Papua Journal of Community Service, 7(2). https://doi.org/10.33506/pjcs.v7i2.4452

Waruwu, D., Nyandra, M., & Erfiani, N. M. D. (2020). Pemberdayaan modal sosial sebagai model pencegahan radikalisme untuk menciptakan harmoni sosial di Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 10(2). https://doi.org/10.24843/jkb.2020.v10.i02.p08

Zulfauzan, R., Sunarno, A., Firman, A., Ikbal, A., & Panjika, Y. P. (2024). Implementasi resolusi konflik dalam perspektif hukum adat (Adat Recht) suku Dayak Dusun Malang di Desa Hurung Enep Kabupaten Barito Utara. Jurnal Paris Langkis, 5(2), 45–54. https://e-journal.upr.ac.id/index.php/parislangkis

Downloads

Published

2026-01-19

How to Cite

Firman, F., Zulfauzan, R., Sunarno, A., Ikbal, A., Panjika, Y. P., & Putra, K. N. (2026). Internalisasi Nilai Hampahari dalam Program Sekolah Perdamaian Adat sebagai Upaya Penguatan Toleransi Siswa di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 42–53. https://doi.org/10.56393/jpkm.v6i1.3880