Pelatihan Tari “Tayub Merak Ati” Guna Membangun Identitas Lokal Masyarakat Dusun Cempluk dalam Koridor Adat Istiadat
DOI:
https://doi.org/10.56393/jpkm.v6i1.3907Keywords:
Tari Tayub, Identitas Lokal, Pelestarian Budaya, Pengabdian kepada Masyarakat, Adat IstiadatAbstract
Pelatihan Tari Tayub Merak Ati merupakan upaya strategis dalam pelestarian dan pengembangan budaya lokal di Dusun Cempluk, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membentuk identitas budaya lokal melalui penciptaan dan pelatihan tari tayub baru yang merefleksikan nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat, seperti aktivitas bertani dan budaya gotong royong. Tari Tayub Merak Ati dirancang sebagai media interaksi sosial antara penggiat seni dan seluruh lapisan masyarakat, sekaligus sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis budaya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendekatan pengabdian kepada masyarakat yang partisipatif serta metode artistik dalam penciptaan tari. Proses pelatihan melibatkan warga Dusun Cempluk sebagai penari utama agar tercipta rasa memiliki terhadap karya tari yang dihasilkan. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya Tari Tayub Merak Ati sebagai tari tayub khas Dusun Cempluk yang memiliki konsep, struktur gerak, dan penamaan yang jelas. Tarian ini direncanakan untuk dipentaskan secara rutin dalam upacara adat merti dusun sebagai bagian dari tradisi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada pelestarian seni tradisional, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal serta mendorong keberlanjutan seni pertunjukan berbasis masyarakat.
Downloads
References
Fitriani, T. S., & Saepudin, A. (2022). MIDI sebagai inovasi dan alternatif musik iringan tari di masa pandemi. Melayu Arts and Performance Journal, 5(1), 86–96.
Hardiawan, H. (2019). Enceh: Karya tari sebagai ekspresi upacara ritual di makam raja-raja Imogiri. Joged: Jurnal Seni Tari, 13(2), 202–210. https://doi.org/10.24821/joged.v13i2.3602
Hardiawan, H. (2025). Konsep dwi tunggal dalam proses penciptaan Beksan Manunggal Jati: Sintesis gerak tari gaya Keraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman. Joged: Jurnal Seni Tari, 24(1), 88–95. https://doi.org/10.24821/joged.v24i1.15209
Hasanah, U. (2024). Peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran seni dan budaya materi memahami gerak tari tradisional melalui unsur pendukung tari (iringan) dengan metode demonstrasi. Multidisciplinary Indonesian Center Journal, 1(1), 191–202. https://e-jurnal.jurnalcenter.com/index.php/micjo/article/view/24/20
Hikmah, K., & Pebrianti, S. I. (2025). Bentuk pertunjukan tayub dalam upacara ritual sedekah bumi Desa Ronggomulyo, Sumber, Rembang. Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, 23(1), 27–35. https://doi.org/10.21831/imaji.v23i1.60139
Jusman, Y., et al. (2022). Optimalisasi UMKM madu liar di Desa Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 5(2), 74–81. https://doi.org/10.36341/jpm.v5i2.2653
Kusumawardani, H. (2019). Meningkatkan pembelajaran eksplorasi gerak tari melalui metode stimulus-respons. Pedagogia: Jurnal Ilmu Pendidikan, 17(2), 159–166. https://doi.org/10.17509/pdgia.v17i2.17366
Manalu, N., et al. (2025). Pentingnya pemanasan dalam aktivitas fisik dan olahraga. Journal Sains Farmasi dan Kesehatan, 2(3), 280–283. https://doi.org/10.62379/jfkes.v2i3.2425
Muzakir, F., et al. (2025). Makna simbolik alat musik gamelan Yogyakarta bagi generasi muda. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(6), 184–190. https://doi.org/10.61722/jipm.v3i6.1607
Ningsih, A. S., Silo, S., & Naomi, D. B. S. (2025). Tata rias dan busana tari Burung Kuaw di Sanggar Seni Sedulang Setudung Banyuasin. Indonesian Research Journal on Education, 5(4), 333–341. https://doi.org/10.31004/irje.v5i4.2848
Nugra, P. D., Sabri, & Beni. (2022). Pelatihan proses mencipta tari melalui pengolahan gerak dan pemanfaatan digital audio software. Jurnal ABDINUS: Jurnal Pengabdian Nusantara, 6(2), 542–554. https://doi.org/10.29407/ja.v6i2.16725
Nugraha, A., & Wibowo, M. U. (2025). Implikasi pemanfaatan teknologi MIDI terhadap efisiensi produksi musik iringan tari. Ranah Research Journal of Multidisciplinary Research and Development, 8(1), 78–87. https://doi.org/10.38035/rrj.v8i1
Nurdin, N. (2018). Tata rias dan busana tari Serasan Seandanan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Jurnal Sitakara, 3(2), 42–49. https://doi.org/10.31851/sitakara.v3i2.2342
Oktariani, D. (2024). Mengenal ragam gerak tari tradisional melalui program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Innovative: Journal of Social Research, 4(5), 2878–2887. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15329
Pramutomo, R. M., & Sriyadi. (2023). Tayub dance at Tambakromo, Gunungkidul Regency: An ethnochoreological perspective. SPAFA Journal, 7, 42–62. https://doi.org/10.26721/spafajournal.l39ha579p5
Purwaningsari, D. (2023). Proses koreografi tari Selancak Egret. Jurnal Pendidikan Seni & Budaya, 7(1). https://doi.org/10.31851/sitakara.v8i1.11167
Rahmayani, S., & Darmawati. (2024). Koreografi tari Maikek di Sanggar Kanagarian Painan Timur, Kabupaten Pesisir Selatan. Misterius: Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual, 1(2), 161–167. https://doi.org/10.62383/misterius.v1i2.155
Rajudin, Miswar, & Yunis. (2020). Metode penciptaan bentuk representasional, simbolik, dan abstrak. Jurnal Seni Rupa, 9(2), 262–272. https://doi.org/10.24114/gr.v9i2.19950
Rochayati, R. (2017). Seni tari antara ruang dan waktu. Jurnal Sitakara, 2(2). https://doi.org/10.31851/sitakara.v2i2.1194
Rosmiati, A., & Rafia, I. (2021). Bentuk ruang pentas panggung prosenium di Gedung Wayang Orang Sriwedari Surakarta. Ekspresi Seni, 23(2). https://doi.org/10.26887/ekspresi.v23i2.1554
Sari, A. W., Putri, D. A., & Naufal, Z. C. (2023). Tata rias dan busana dalam tari Sambut Sri Maharaja Ligor. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora, 1(2), 69–78. https://journal.mellbaou.com/index.php/jipmor/article/view/7/10
Setyaningrum, N. D. B. (2018). Budaya lokal di era global. Ekspresi Seni, 20(2), 102–112. https://doi.org/10.26887/ekse.v20i2.392
Siregar, N. A. (2024). Pengembangan model warming up berbasis permainan tradisional. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat, 4(2), 131–144. https://doi.org/10.47006/pendalas.v4i2.498
Siregar, M. F. H., Numrot, M., Andi, N., & Marsaulina, M. (2025). Pentingnya warming-up dan cooling-down untuk meminimalisir cedera olahraga. Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, 16(1), 31–43. https://doi.org/10.23887/jjpko.v16i1.85672
Wibowo, A., & Wahyu, W. (2020). Sosioedukasi tembang waranggono pada tayub di Kabupaten Tuban. Fenomena: Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 8–26. https://doi.org/10.25139/fn.v3i1.2263
Wulandari, D. (2024). Implementasi program pemajuan kebudayaan desa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 9(1), 20–34. https://doi.org/10.24832/jpnk.v9i1.4489