Pelatihan Membatik bagi Ibu-Ibu Glanggang, Pakisaji, Kabupaten Malang melalui Participatory Action Research
DOI:
https://doi.org/10.56393/jpkm.v6i2.4117Keywords:
Batik, Participatory Action Research, Pengabdian pada Masyarakat, Kewirausahaan, Budaya LokalAbstract
Batik tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya bangsa, tetapi juga sebagai potensi ekonomi yang dapat menopang kesejahteraan keluarga. Namun demikian, masih banyak masyarakat yang belum menyadari potensi ini. Untuk itulah pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan membatik dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan ibu-ibu Desa Glanggang, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, dan refleksi. Sebanyak sepuluh peserta mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di Griya Batik Sengguruh dalam empat kali pertemuan, mulai 20 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Materi pelatihan meliputi pengenalan alat dan bahan, perancangan motif, mencanting, pewarnaan alami, hingga proses finishing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu menghasilkan kain batik pertama mereka dengan motif dan warna yang beragam. Selain peningkatan keterampilan teknis, peserta juga menunjukkan perubahan sikap berupa meningkatnya rasa percaya diri, kebanggaan terhadap karya sendiri, serta tumbuhnya motivasi untuk menjadikan batik sebagai peluang usaha. Refleksi peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tetapi juga membuka harapan baru terhadap kemandirian ekonomi keluarga. Kegiatan ini membuktikan bahwa mitra sudah berhasil membuat produksi taplak batik mereka sebagai rpduk awal sesuai dengan motif, desain, dan warna berdasarkan kesukaan masing-masing.
Downloads
References
Anggraeni, A. D., Santoso, B., & Prabandari, A. P. (2021). Perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di bidang pengrajin batik dan kuliner. Notarius, 14(2), 650–665. https://doi.org/10.14710/nts.v14i2.43711
Arif, F., Indria, R., Ambarsari, D., Indra, D., & Wijaya, K. (2025). Perlindungan hukum merek dagang produk pengolahan ikan di Dusun Sendangbiru Desa Tambakrejo Kabupaten Malang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 135–142. https://doi.org/10.56393/jpkm.v5i2.3291
Ayu, H., Rikah, K., Khaerudin, A., & Rudianto, M. (2025). Edukasi pendaftaran hak kekayaan intelektual untuk batik ciprat di Desa Sridadi Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Indonesian Journal of Community Dedication, 3(3), 455–462.
Azizah, E. N., Erlando, E., Nadiroh, N., Luthfiyyatun, E., Anindya, F. D., Samudro, B., & Turhadi, H. Q. (2024). Batik sebagai representasi identitas nasional dalam perspektif Gen Z. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 2(1), 14–20.
Gani, M. H., Widdiyanti, Y., Thamrin, T., & Akbar, T. (2022). Pelatihan batik dan manajemen kewirausahaan bagi masyarakat di Kabupaten Sawahlunto Sijunjung. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 3(2), 140–153. https://doi.org/10.38048/jailcb.v3i2.979
Hakim, L. M. (2018). Batik sebagai warisan budaya bangsa dan nation brand Indonesia. Nation State: Journal of International Studies, 1(1), 61–90. https://doi.org/10.24076/nsjis.2018v1i1.90
Hermawati, A., Anam, C., Aditya, C., Anggarani, D., & Bahri, S. (2020). Maksimalisasi kapasitas produksi dan kualitas batik melalui implementasi canting elektrik pada industri rumah tangga batik di Kelurahan Merjosari Malang. Resona: Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat, 4(1), 40–57. https://doi.org/10.35906/resona.v4i1.481
Irawan, E. D., & Dermawan, W. (2024). Pengenalan batik terhadap mahasiswa internasional dalam rangka penyebaran budaya Indonesia. Journal of Education Research, 5(3), 2678–2686. https://doi.org/10.37985/jer.v5i3.1193
Iskandar, & Kustiyah, E. (2016). Batik sebagai identitas kultural bangsa Indonesia di era globalisasi. Gema, 52, 2456–2472.
Khafsoh, N. A., & Riani, N. (2024). Implementation of participatory action research (PAR) in community service program. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 237–253. https://doi.org/10.32815/jpm.v5i1.2034
Kusumawati, E., Haryanti, U., Jayanti, K. D., & Safitri, E. I. (2024). Pemberdayaan siswa sekolah dasar Al Islam 2 Jamsaren Surakarta melalui pelatihan batik ecoprint untuk meningkatkan kreativitas seni siswa. Proficio, 5(2), 39–44. https://doi.org/10.36728/jpf.v5i2.3361
Mawardi, I., & Amanulloh, U. (2024). Batik sebagai warisan budaya serta meningkatkan ekonomi masyarakat. Qiema: Qomaruddin Islamic Economy Magazine, 10(1), 13–25. https://doi.org/10.36835/qiema.v10i1.4237
Nurcahyanti, D., Sachari, A., & Destiarmand, A. H. (2019). Metode pendekatan pada generasi milenial untuk keberlanjutan dan ketahanan batik nasional. Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik, 1–16.
Qurrata, V. A., Yusida, E., Sudjatmiko, S., & Prastiwi, L. F. (2021). Pengembangan industri UMKM batik khas Kabupaten Malang melalui digitalisasi marketing mix dan teknologi. Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang, 6(3), 347–357. https://doi.org/10.26905/abdimas.v6i3.4978
Ratuannisa, T., Santosa, I., Kahdar, K., & Syarief, A. (2020). Shifting of batik clothing style as response to fashion trends in Indonesia. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 35(2), 127–132. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i2.1044
Sakul, P., Agow, Y. O., & Pinangkaan, N. (2020). Perlindungan hukum terhadap hak cipta warisan budaya batik bangsa Indonesia ditinjau dari perspektif hukum internasional. Lex Privatum, 8(3), 184–192.
Sanjaya, F., & Yuwanto, L. (2019). Budaya berbusana batik pada generasi muda. Mediapsi, 5(2), 88–96. https://doi.org/10.21776/ub.mps.2019.005.02.3
Saputri, R. A., Wachid, N., & Angraini, N. (2025). Batik sebagai identitas budaya Indonesia dalam diplomasi global: Kajian literatur sistematis. Seminar Nasional Ilmu-Ilmu Sosial, 809–825.
Sari, I. P., Wulandari, S., & Maya, S. (2018). HKI pada batik tulis Indonesia (studi kasus batik tulis Tanjung Bumi, Madura). Jurnal Ekonomi Pendidikan dan Kewirausahaan, 6(2), 145–158. https://doi.org/10.26740/jepk.v6n2.p145-158
Sariroh, L., Aulia, R. N., & Purnawirawan, O. (2023). Systematic literature review: The role of local wisdom of Indonesian society in preserving batik culture in the era of Industrial Revolution 4.0. Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik, 1–14.
Siswadi, & Syaifuddin, A. (2024). Penelitian tindakan partisipatif metode PAR (participatory action research): Tantangan dan peluang dalam pemberdayaan komunitas. Ummul Qura: Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat, 19(2), 111–125. https://doi.org/10.55352/uq.v19i2.1174
Spencer, L., Leonard, N., Jessiman, P., Kaluževičiūtė-Moreton, G., Limmer, M., & Kidger, J. (2025). Exploring the feasibility of using participatory action research (PAR) as a mechanism for school culture change to improve mental health. Pastoral Care in Education, 43(2), 242–261. https://doi.org/10.1080/02643944.2024.2323134
Widadi, Z. (2019). Pemaknaan batik sebagai warisan budaya takbenda. Jurnal Pena, 33(2), 17–27. https://doi.org/10.31941/jurnalpena.v33i2.897
Wijaya, F. F., & Purbantina, A. P. (2022). Diplomasi budaya Indonesia melalui batik di Korea Selatan. Sosiologi: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya, 24(2), 147–172.
Yulianingrum, V., Ranita, S., Basuki, L. S. K., Wijaya, A. L., & Pandin, M. G. R. (2022). Batik fashion trends and national identity. Philosophica: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 5(2), 46. https://doi.org/10.35473/po.v5i2.1454