Rekonstruksi Desain Eksekusi Putusan Mahkamah Konstitusi: Pembentukan Badan Eksekutorial Berbasis Central Government's Arm's-Length Agency
-
Universitas Airlangga
-
Universitas Airlangga
-
Universitas Airlangga
-
Universitas Airlangga
DOI:
https://doi.org/10.56393/nomos.v6i1.4237-
Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki sifat final dan mengikat (erga omnes) sebagai instrumen utama dalam menjaga supremasi konstitusi dan menegakkan prinsip negara hukum. Namun, efektivitas putusan MK kerap menghadapi kendala akibat tidak adanya mekanisme eksekusi yang mampu memberikan daya paksa terhadap pihak yang tidak melaksanakan putusan tersebut. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya praktik pengabaian putusan oleh lembaga negara, yang berpotensi melemahkan kewibawaan konstitusi dan fungsi MK sebagai guardian of the constitution. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi reformasi kelembagaan melalui pembentukan Badan Eksekutorial di bawah MK guna menjamin kepatuhan terhadap putusan yang telah berkekuatan hukum tetap. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif melalui kajian terhadap praktik di Amerika Serikat dan Jerman. Hasil penelitian menunjukkan perlunya instrumen imperatif berupa kewenangan eksekutorial yang efektif. Kebaruan penelitian terletak pada desain Badan Eksekutorial berbasis konsep Central Government’s Arm’s-Length Agency yang terintegrasi dengan MK untuk memperkuat pengawasan, menetapkan batas waktu pelaksanaan, dan menjamin efektivitas putusan konstitusional.
-
Ahmad, A. (2024). Analysis of the legal outputs of state institutions: The case of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia. Enigma in Law, 1(2), 36–39. https://doi.org/10.61996/law.v1i2.35
Amin, F. (2025). Peran Mahkamah Konstitusi dalam menjaga prinsip konstitusionalisme di Indonesia: Studi putusan judicial review tahun 2019–2024. Research Review Journal, 7(6), 4467–4475. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i6.1856
Article 24 of the Constitution of the Republic of Indonesia of 1945.
Asshiddiqie, J. (2006). Pengantar ilmu hukum tata negara (Jilid 1). Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Christia, A. M., Wardhani, L. C., Tristy, M. T., & Surya, F. A. (2024). Politik hukum eksekusi putusan Mahkamah Konstitusi di Indonesia. Lex Renaissance, 9(1), 62–84. https://doi.org/10.20885/JLR.vol9.iss1.art4
Das Bundesverfassungsgericht. (n.d.). Verfassungsorgan & Gericht. Bundesverfassungsgericht.
Federal Judicial Center. (n.d.). Executive enforcement of judicial orders. Federal Judicial Center.
Fiqri, A. (2023). Urgensi Mahkamah Konstitusi dan eksistensinya sebagai lembaga pemberi keadilan. JUSTICES: Journal of Law, 2(3), 155–163.
Hardani, A., & Wardhani, L. T. A. (2019). Implementasi putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 30/PUU-XVI/2018 menurut sistem hukum di Indonesia. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 1(2), 182–193. https://doi.org/10.14710/jphi.v1i2.182-193
Hariri, A. (2025). Analysis and challenges of unimplemented Constitutional Court decisions by legislators. Indonesia Law Reform Journal, 5(1), 1–24. https://doi.org/10.22219/ilrej.v5i1.38332
Huda, N. (2018). Kekuatan eksekutorial putusan Mahkamah Konstitusi. UII Press.
Karya, W. (2023). Jurnal Tana Mana. Jurnal Tana Mana, 4(1). https://doi.org/10.33648/jtm.v4i1.299
Kurdi, K., & Mazjah, I. (2025). Pemisahan kekuasaan dalam sistem pemerintahan: Studi atas implementasi trias politica di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 5(3), 2519–2529. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i3.4446
Lailam, T. (2022). Peran Mahkamah Konstitusi Federal Jerman dalam perlindungan hak fundamental warga negara berdasarkan kewenangan pengaduan konstitusional. Jurnal HAM, 13(1), 65–80. https://doi.org/10.30641/ham.2022.13.65-80
Lailam, T. (2023). Perbandingan desain pengujian konstitusional pada Mahkamah Konstitusi Federal Jerman dan Indonesia. Arena Hukum, 16(2), 274–301. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2023.01602.4
Marbury v. Madison, 5 U.S. (1 Cranch) 137 (1803).
Maulidi, M. A. (2019). Menyoal kekuatan eksekutorial putusan final dan mengikat Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi, 16(2), 339–365. https://doi.org/10.31078/jk1627
Miyonita, M., Arfiani, A., & Amsari, F. (2024). Judicial order sebagai penguatan sifat final dan mengikat putusan Mahkamah Konstitusi dalam perkara pengujian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Lareh Law Review, 2(1), 85–95. https://doi.org/10.25077/llr.2.1.85-95.2024
Nawas, A. (2021). Kedudukan dan kewenangan Mahkamah Konstitusi sebagai pelaku kekuasaan kehakiman. IBLAM Law Review, 1(2). https://doi.org/10.52249/ilr.v2i2.22
Marzuki, P. M. (2005). Penelitian hukum. Kencana.
Prabowo, B. S. (2022). Konsistensi pembuatan norma hukum dengan doktrin judicial activism dalam putusan judicial review. Jurnal Konstitusi, 19(2). https://doi.org/10.31078/jk1925
Putri, R., & Wiraguna, S. A. (2025). Problematika penerapan prinsip erga omnes dalam putusan Mahkamah Konstitusi dan implikasinya pada sistem hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(4), 5386–5393. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i4.9674
Ru’ati, A., Nirahua, G., Soplantila, R., & Pattimura, H. U. (2022). Kekuatan eksekutorial putusan Mahkamah Konstitusi yang bersifat final dan mengikat di Indonesia. Pattimura Law Journal, 1(1), 15–29. https://doi.org/10.47268/pela.v1i1.5899
Rumajar, C. A., Siar, L., & Kereh, O. A. (2020). Sanksi hukum bagi kepala daerah yang tidak menjalankan pelayanan publik berdasarkan rekomendasi Ombudsman. Lex Administratum, 8(32), 26–35.
Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2010). Hukum acara Mahkamah Konstitusi. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Siahaan, M. (2011). Hukum acara Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (2nd ed.). Sinar Grafika.
Partiah, S. (2021). Konstruksi judicial order dalam putusan Mahkamah Konstitusi. As-Shahifah: Journal of Constitutional Law and Governance, 1(1), 24–39. https://doi.org/10.19105/asshahifah.v1i1.5881
Stoker, G. (1991). The politics of local government (2nd ed.). Macmillan Press. https://doi.org/10.1007/978-1-349-21516-4
Sugiono, M., & Khazanah, M. (2022). Kedudukan Mahkamah Konstitusi dalam kelembagaan negara. Jurnal Rechten: Riset Hukum dan Hak Asasi Manusia, 1(3). https://doi.org/10.52005/rechten.v1i3.48
Usman, T. R., Sumba, T., & Watulingas, R. (2024). Penerapan asas erga omnes dalam putusan Mahkamah Konstitusi. Lex Privatum, 13(4).
Wahyudi, R., & Gaussyah, M. (2018). Optimalisasi pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi dalam hal pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Mercatoria, 11(2), 174–196.
-
Downloads
Download data is not yet available.
How to Cite
Indexed by:
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.