• Penelitian ini membahas transformasi hukum hubungan industrial terhadap fleksibilitas kerja dalam ekonomi gig digital melalui pendekatan normatif-komparatif. Perkembangan ekonomi digital mendorong sistem kerja fleksibel berbasis platform yang belum sepenuhnya diakomodasi dalam konsepsi hubungan kerja formal di Indonesia, sehingga menimbulkan kesenjangan hukum, sementara kajian sebelumnya belum secara komprehensif mengkaji dimensi normatif dan komparatif perlindungan pekerja berbasis platform. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi hukum serta mengidentifikasi kekosongan pengaturan perlindungan pekerja. Kebaruan terletak pada pengembangan model perlindungan hukum yang adaptif melalui analisis normatif-komparatif. Analisis legislatif dan komparatif adalah alat pilihan dalam pendekatan hukum normatif ini. Menurut hasil penelitian, pekerja berada dalam keadaan limbo karena mereka bukan karyawan resmi dan tidak dapat mengandalkan tunjangan seperti upah minimum, jaminan sosial, dan perlindungan dari pemutusan hubungan kerja. Oleh karena itu, reformasi peraturan diperlukan, dan reformasi tersebut harus mengatasi masalah seperti regulasi ketenagakerjaan berbasis platform, perluasan cakupan jaminan sosial, dan klarifikasi status hukum. 

  • Asyhadie, Z., & Kusuma, R. (2019). Hukum ketenagakerjaan dalam teori dan praktik di Indonesia. Kencana.

    Ayudiana, S. (2025, May 5). BPS: Proporsi pekerja informal di Indonesia naik 59,40 persen. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/4814169/bps-proporsi-pekerja-informal-di-indonesia-naik-5940-persen

    Cahyaningrum, & Yudhantaka. (2025). Perlindungan hukum kepada gig worker gudang logistik terhadap wanprestasi oleh penyedia platform digital dalam hubungan kemitraan berbasis gig economy. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(5). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i5.1070

    Choirotunnisa, M. (2023). Labour polemic and comparison of Indonesian labour policies. Progress in Social Development, 4(1). https://doi.org/10.30872/psd.v4i1.49

    Dzulqarnain, Fadila, N. N., & Wigati, S. (2025). Distribusi kekayaan pada keuangan syariah di Indonesia perspektif Baqir Al-Sadr. Quranomic: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 4(2). https://doi.org/10.37252/jebi.v4i2.1027

    Faisal, A. L. F., Sucahyo, Y. G., Ruldeviyani, Y., & Gandhi, A. (2019). Discovering Indonesian digital workers in online gig economy platforms. In Proceedings of the International Conference on Information and Communications Technology (ICOIACT). https://doi.org/10.1109/ICOIACT46704.2019.8938543

    Farida, I., & Arinanto, S. (2025). Hukum ketenagakerjaan. Sinar Grafika.

    Hernawan, A., Novianto, A., & Wulansari, A. D. (2024). Kemitraan semu dalam ekonomi gig di Indonesia: Analisis terhadap kondisi pekerja berstatus mitra. IGPA Press.

    Indra, & Nawangsari, S. A. (2025). Legal protection for gig economy workers from the perspective of labor law in Indonesia. HAKIM: Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial, 3(1). https://doi.org/10.51903/hakim.v3i1.2289

    Izzati, N. R., & Kwang, E. N. (2025). Regulating platform work in Indonesia: Exploring legal options for workers’ protection. Jurnal Ketenagakerjaan, 20(3). https://doi.org/10.47198/jnaker.v20i3.622

    Latri, A. A., Riyanto, R. K., Firdaus, M. B., & Arjuna, M. G. S. (2024). Hak pekerja di era gig economy: Perlindungan hukum bagi pekerja lepas dan kontrak. Media Hukum Indonesia, 2(2). https://doi.org/10.5281/zenodo.11770886

    Lesmana, S. J., & Samudra, M. M. (2025). Legal protection of gig economy workers: A comparative study in Indonesia, Malaysia, and Singapore. SASI, 31(3). https://doi.org/10.47268/sasi.v31i3.3006

    Mas, P., Agusmidah, & Ningsih, S. (2022). Studi komparasi hubungan kerja non-standar dependent self-employment dalam hukum ketenagakerjaan di Indonesia dan hukum Inggris pada era gig economy. Mahadi: Indonesia Journal of Law, 1(2). https://doi.org/10.32734/mah.v1i2.9024

    McCarthy, H. (2022). Flexible workers: The politics of homework in postindustrial Britain. Journal of British Studies, 61(1). https://doi.org/10.1017/jbr.2021.126

    Mutahhari, M. (1984). Man and his destiny (Part 5: Freedom and liberty). Islamic Seminary Publications. https://al-islam.org/man-and-his-destiny-murtadha-mutahhari

    Nasution, N. H., Sumadibrata, M. S., Putri, P. P., & Sadi, M. F. (2025). Perlindungan tenaga kerja dalam gig economy dan e-commerce. CAUSA: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 14(3). https://doi.org/10.6679/wap10f97

    Rahmadani, G., Rokan, M. K., & Affan, I. (2025). Peran BPJS Kesehatan dalam menanggapi perubahan struktur pekerjaan di era globalisasi ekonomi. Rechtsnormen: Jurnal Komunikasi dan Informasi Hukum, 3(2). https://doi.org/10.56211/rechtsnormen.v3i2.808

    Respati, A. R., & Setiawan, S. R. D. (2026, February 6). Bagaimana mekanisme penghitungan pendapatan driver Gojek? Kompas.com. https://money.kompas.com/read/2026/02/06/162300626/bagaimana-mekanisme-penghitungan-pendapatan-driver-gojek

    Saleh, I. I. (2023). Driver ojol Grab gugat PT Grab Indonesia Rp20 miliar. RRI. https://rri.co.id/jakarta/hukum/304879/driver-ojol-grab-gugat-pt-grab-indonesia-rp20-miliar

    Santoso, S., Busra, & Hernawan, F. (2025). Hukum ketenagakerjaan kontemporer: Implementasi dan tantangan (Perspektif hukum dan hukum Islam). Kencana.

    Sitorus, L. M. B. (2025). The employer’s legal obligations toward workers’ rights arising from termination of employment: A comparative study between Indonesia and Germany. Indonesian Journal of Law and Economics Review, 20(4). https://doi.org/10.21070/ijler.v20i4.1399

    Stephanie, C., & Pratomo, Y. (2020, February 20). Tagar #GoJekKenapa ramai di Twitter, ada apa? Kompas.com. https://tekno.kompas.com/read/2020/02/20/17270007/tagar-gojekkenapa-ramai-di-twitter-ada-apa

    Stevania, M., & Hoesin, S. H. (2024). Analisis kepastian hukum jaminan sosial ketenagakerjaan bagi gig worker pada era gig economy di Indonesia. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 11(2). https://doi.org/10.31289/jiph.v11i2.11968

    Subekti, R. (2026). Goto soal Gojek Gacor: Pengemudi ojol bayar biaya langganan tapi gratis komisi. Katadata. https://katadata.co.id/digital/startup/6989ad6f0ee9f/goto-soal-gojek-gacor-pengemudi-ojol-bayar-biaya-langganan-tapi-gratis-komisi

    Syahbana, R. A. (2025). Asas keseimbangan dalam hubungan hukum ketenagakerjaan pada era gig economy. Locus Journal of Academic Literature Review, 4(9). https://doi.org/10.56128/ljoalr.v4i9.784

    Umam, A. H., & Supriyanto, A. (2026). Rekonstruksi keadilan perspektif teori hukum progresif di Indonesia. El-Dusturi: Jurnal Hukum dan Perundang-Undangan, 5(1). https://doi.org/10.21154/eldusturie.v5i1.12371

    Wibowo, R. J. A. (2023). Urgensi pembaharuan hukum ketenagakerjaan Indonesia untuk mengakomodasi perlindungan hubungan kemitraan. Jurnal Ketenagakerjaan, 18(2). https://doi.org/10.47198/jnaker.v18i2.211

    Wiguna, S. M. A., & Raditya, I. B. Y. (2026). Kekosongan norma perlindungan pekerja gig economy dalam hukum ketenagakerjaan Indonesia. Jurnal Media Akademik, 4(1).

    Wulansari, A. D. (2021). Mitos ekonomi berbagi dalam platform kerja gig di Indonesia. In A. Hernawan & A. Novianto (Eds.), Menyoal kerja layak dan adil dalam ekonomi gig di Indonesia (pp. xx–xx). IGPA Press.

  • Downloads

    Download data is not yet available.

How to Cite

Pastika, D. B. W., & Ali, M. D. S. (2026). Transformasi Hukum Hubungan Industrial terhadap Fleksibilitas Kerja dalam Ekonomi Gig Digital melalui Pendekatan Normatif-Komparatif. Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum, 6(1), 31–40. https://doi.org/10.56393/nomos.v6i1.4356