Mekanisme Perlawanan Terhadap Sita Jaminan Dalam Sengketa Waris: Analisis Kepastian Hukum dan Perlindungan Hak Keperdataan
-
Universitas Islam Syekh-Yusuf
DOI:
https://doi.org/10.56393/nomos.v6i1.4405-
Sengketa waris sering menimbulkan konflik berkepanjangan sehingga pengadilan dapat menetapkan sita jaminan (conservatoir beslag) untuk menjaga objek sengketa selama proses persidangan. Namun, penetapan sita jaminan juga berpotensi merugikan pihak lain yang memiliki kepentingan hukum atas objek tersebut. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis mekanisme perlawanan terhadap sita jaminan dalam sengketa waris dari perspektif kepastian hukum dan perlindungan hak keperdataan pihak ketiga. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaturan hukum dan mekanisme perlawanan terhadap sita jaminan di Indonesia dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme perlawanan telah diatur dalam hukum acara perdata dan yurisprudensi, tetapi pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa lamanya proses pemeriksaan, kompleksitas pembuktian, dan belum adanya pedoman teknis yang seragam. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan PERMA yang mengatur prosedur dan standar pembuktian perlawanan terhadap sita jaminan guna memperkuat kepastian hukum dan perlindungan hak keperdataan.
-
Amagadela, G. (2024). The validity of unilateral registration of inheritance land transfer rights (A case study of Supreme Court Decision Number 4041 K/PDT/2022). Jurnal Akta, 11(1), 119–131. https://doi.org/10.30659/akta.v11i1.34011
Anggraini, M. P. S., Dewi, N., & Suparwi. (2023). Penyelesaian sengketa harta warisan yang dikuasai oleh salah satu ahli waris (Studi kasus Perkara Nomor 10/Pdt.G/2020/PN.Skt). Jurnal Bevinding, 1(5), 1–8.
Ayuningthyas, N. I., & Lestari, A. Y. (2023). Pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan pihak ketiga sebagai pelawan yang baik dan benar. Media of Law and Sharia, 4(4), 325–342. https://doi.org/10.18196/mls.v4i4.42
Fang, Y. (2024). Recognition, treatment and procedural design of disputes on the ownership of case-related criminal property. Journal of Sociology and Ethnology, 6(1), 122–131. https://doi.org/10.23977/jsoce.2024.060117
Febriansyah, A., & Jasmine. (2022). Status hak waris anak dalam perkawinan campuran. Jurnal Spektrum Hukum, 19(1), 56–65. https://doi.org/10.35973/sh.v16i2.1248
Herdiana, D., Ekawati, D., & Santini, I. (2025). Ineffectiveness of industrial relations court decision execution: A critical analysis of procedural law vacuum and the urgency of establishing a special execution institution. SIGn Journal of Social Science, 6(1), 171–186. https://doi.org/10.37276/sjss.v6i1.542
Hutapea, A. N., & Wiraguna, S. A. (2026). Peranan sita jaminan (conservatoir beslag) dalam menjamin efektivitas eksekusi. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 446–454. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3141
Lesmana, S. J. (2025). Hukum keluarga dan waris. Berkah Aksara Cipta Karya.
Mulyani, T. (2025). Upaya hukum pengembalian objek waris akibat peralihan dan pembebanan hak tanggungan atas tanah tanpa persetujuan pemegang hak. JIHHP: Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 5(4), 2704–2714. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i4
Murtadho, N. A. (2025). Bukti ilegal dalam RUU KUHAP Indonesia: Exclusionary rules dan due process of law (Illegally obtained evidence in Indonesia's draft criminal procedure code [RUU KUHAP]: Exclusionary rules and the due process of law). Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 25(3), 291–308. https://doi.org/10.30641/dejure.2025.V25.291-308
Rahmawati, F., & Susilo, A. B. (2023). Analisis yuridis tentang sengketa tanah waris yang telah terjadi peralihan hak atas dasar jual beli (Studi kasus Nomor 237/Pdt.G/2021/PA.Sal.). Adil Indonesia Jurnal, 4(1), 8–24. https://doi.org/10.35473/aij.v4i1.1991
Redhawati, D., & Faniyah, I. (2024). Registration of transfer of land ownership due to inheritance in order to ensure legal certainty. Ekasakti Journal of Law and Justice, 2(2), 177–186. https://doi.org/10.60034/8786zs18
Rianti, F. E. (2021). Perlawanan pihak ketiga (derden verzet) terhadap sita eksekusi tanah atas penetapan Ketua Pengadilan Negeri (Analisis Putusan Pengadilan Negeri No. 213/Pdt.Bth/2017/PN Plg). Lex Lata: Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum, 3(1), 166–178. https://doi.org/10.28946/lexl.v3i1.566
Salangketo, A. T. A., & Anindita, S. L. (2024). Status dan hak mewaris anak dari perkawinan campuran atas tanah di Indonesia. JIHHP: Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 4(4), 854–865. https://doi.org/10.38035/jihhp.v4i4
Samodra, M. I., & Mumpuni, N. W. R. (2025). Analisis sita jaminan dalam sengketa waris dan penyelesaiannya (Studi Putusan Nomor 0219/Pdt.G/2024/PA.Klt). Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(6), 1–24. https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i6.1424
Santosa, M. A., & Franciska, W. (2025). Legal protection for heirs who have not received their rights in inheritance distribution. Journal of Social Research, 4(9), 2157–2166. https://doi.org/10.55324/josr.v4i8.2727
Sibarani, D. H. (2025). Analisis implikasi eksekusi pengangkatan sita jaminan (conservatoir beslag) terhadap tanah dan bangunan. Jurnal Hukum To-Ra: Hukum untuk Mengatur dan Melindungi Masyarakat, 11(2), 432–447. https://doi.org/10.55809/tora.v11i2.551
Simamora, R., & Yasa, P. G. A. S. (2022). Konsep sita jaminan (conservatoir beslag) terhadap benda milik pelaku tindak pidana korupsi: Bagaimana efektivitas dalam penerapannya? Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, 10(8), 1757–1769. https://doi.org/10.24843/KS.2022.v10.i08.p04
Sudarsono, U., & Permatasari, P. (2022). Kepastian hukum terhadap pembeli lelang yang beritikad baik dalam perspektif pacta sunt servanda. PALAR (Pakuan Law Review), 8(1), 527–540. https://doi.org/10.33751/palar.v8i1.5010
Suherman, & Adnan, I. (2024). Analisis penyelesaian sengketa waris perspektif hukum Islam dan hukum perdata di Indonesia. Al-Muqaronah: Jurnal Perbandingan Mazhab dan Hukum, 3(1), 13–30. https://doi.org/10.59259/am.v3i1.161
Tulis, M. E. H., & Saprudin. (2025). Perlindungan hukum terhadap penjualan sita jaminan dalam putusan verstek di Pengadilan Hubungan Industrial: Legal safeguards for the sale of seized collateral in verstek decisions at the Industrial Relations Court. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(7), 4472–4481. https://doi.org/10.56338/jks.v8i7.7950
Wardani, C. M., & Munandar, A. (2025). The position of the heirs in the completion of the sale and purchase of land where the seller (heir) has deceived., 8(4), 1744–1752. https://doi.org/10.47191/IJCSRR/V8-i4-20
Winarni, I., & Harjono. (2021). Studi kajian tentang pelaksanaan sita persamaan (vergelijkende beslag) dalam perkara perdata (Studi kasus Putusan Nomor 9/Pdt.G/2016/PN.Cms). Verstek, 9(1), 122–128. https://doi.org/10.20961/jv.v9i1.49997
Wiraguna, S. A. (2024). Metode normatif dan empiris dalam penelitian hukum: Studi eksploratif di Indonesia. PUBLIC SPHARE: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum, 3(3), 57–65. https://doi.org/10.59818/jps.v3i3.1390
Zulaichah, S., Whindari, Y., Amnesti, S. K. W., & Istiqomah, N. (2026). Derden verzet as a legal protection effort for third parties in realising Sustainable Development Goals (SDGs). Jurnal Ius Constituendum, 11(1), 106–124. https://doi.org/10.26623/jic.v10i3.12669
-
Downloads
Download data is not yet available.
How to Cite
Indexed by:
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.