• Pasal 26 ayat (4) huruf l UU Desa memandatkan kepala desa untuk mendamaikan konflik warga, namun ketentuan ini minus infrastruktur normatif dan rincian operasional. Akibatnya, fungsi kuasi-yudisial tersebut memicu anomali struktural karena tidak membatasi jenis perkara. Hal ini menimbulkan ketidakpastian hukum dan tumpang tindih yurisdiksi dengan sistem peradilan formal, sehingga kepala desa dinilai tidak memiliki kompetensi formal untuk menegakkan keadilan restoratif yang sah secara yuridis. Penelitian hukum normatif-doktrinal ini mengkaji kekosongan norma tersebut menggunakan metode studi pustaka atas data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Proses analisis dilakukan melalui tiga pendekatan: perundang-undangan, analitis-konseptual, serta sinkronisasi hukum. Bahan hukum diolah secara kualitatif dengan metode berpikir deduktif melalui teknik interpretasi gramatikal, sistematis, dan teleologis. Hasil penelitian disajikan secara deskriptif-analitis untuk memformulasikan standardisasi hukum non-litigasi di tingkat pedesaan. Kajian ini mengidentifikasi lima problematika elementer dalam pelembagaan restorative justice desa: ketiadaan SOP baku, keterbatasan literasi hukum aparatur desa, tumpang tindih yurisdiksi antarlembaga, lemahnya kekuatan eksekutorial produk perdamaian, serta absennya pengawasan pasca-mediasi.

  • Ahmad Ibrahim, & Moonti. (2025). Penguatan peran dan fungsi paralegal dalam meningkatkan akses keadilan di Desa Deme Dua dan Desa Bubalango. Transformasi Masyarakat: Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian, 2(1), 176–189. https://doi.org/10.62383/transformasi.v2i1.1136

    Annisa Winda Nurul, Sufirmna Rahman, & Abdul Q. (2024). Peran kepala desa dalam menyelesaikan masalah sengketa tanah di masyarakat. Journal of Lex Theory, 5(2), 465–478. https://www.pasca-umi.ac.id/index.php/jlt/article/view/1750

    Aulia, K. N., Ayu, L., Lika, M. L., & Noerma, K. F. (2024). Kepastian hukum dan keadilan hukum dalam pandangan ilmu komunikasi. Jurnal Sains Student Research, 2(1), 713–724. https://doi.org/10.61722/jssr.v2i1.1006

    Bakri, R., & Jeddawi, M. (2024). Kedudukan hukum dan kewenangan penjabat kepala daerah. Jurnal Pallangga Praja, 6(1), 1–9. https://doi.org/10.61076/jpp.v6i1.4349

    Daud, S. M., Kasim, N. M., & Dungga, W. A. (2024). Integration of local wisdom in the role of village heads as mediators of industrial relations disputes. International Journal of Sociology and Law, 1(4), 254–264. https://international.appihi.or.id/index.php/IJSL/article/view/202

    Dewi Liza Triana, Deny, G., & Abbas, M. (2025). Analisis yuridis terhadap wanprestasi dalam perjanjian pengelolaan dana asuransi karyawan (Studi kasus No. 104/Pdt.G/PN KWG). JIHHP: Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 6(1), 575–587. https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i1.6396

    Dhanudibroto, H., & Heliany, I. (2026). Critical evaluation of quasi-judicial institutions in the Indonesian legal system. Eduvest: Journal of Universal Studies, 6(3), 3805–3819. https://eduvest.greenvest.co.id/index.php/edv/article/view/52988

    Fadli, M., & Frensh, W. (2025). The role of the village head as a mediator for land dispute resolution in Benteng Village, Talay Regency, Batubara Regency. Al Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 7(1), 99–110. https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/almanhaj/article/view/7803

    Fazilla Mutia, Syarfina, S., Yolandari, Putri, F. W., Yulia, H., & Jumiati. (2025). Tumpang tindih kewenangan antarkementerian: Tantangan koordinasi dalam kabinet yang ekspansif. JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(12), 18667–18675. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/5777

    Fitriani Rini, M. Iqbal A., Arman M., Fatimah, & Enny M. (2024). Tinjauan kepastian hukum terhadap hasil kesepakatan perdamaian dalam mediasi di luar pengadilan. Recht Studiosum Law Review, 3(1), 50–57. https://talenta.usu.ac.id/rslr

    Gandara, M. (2020). Kewenangan atribusi, delegasi dan mandat. Khazanah Hukum, 2(3), 92–99. https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/kh/article/view/8187

    Lestari, A., & Huda, K. (2021). Loving not labelling: Dampak negatif labelling terhadap perkembangan bakat dan kreatif anak. Genta Mulia, 12(1), 24–40. https://doi.org/10.61290/gm.v12i1.183

    Lubis, M. A., Amir, H., Aras, F., Ramadani, M., Harahap, & Munthe, G. E. (2026). Implikasi konstitusional Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 104/PUU-XXIII/2025 tentang status hukum putusan Bawaslu dalam sistem konstitusional Indonesia. Grondwet: Jurnal Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara, 5(1), 30–58. https://ejournal.grondwet.id/index.php/gr/article/view/56/52

    Maleteng, F., Donna, O. S., & Toar. (2024). Penyelesaian konflik hukum oleh kepala desa di Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow. Lex Administratum, 12(5), 1–12. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/administratum/article/view/57947

    Manullang. (2021). Subjek hukum menurut Hans Kelsen dan teori tradisional: Antara manipulasi dan fiksi. Jurnal Hukum dan Peradilan, 10(1), 139–154. https://doi.org/10.25216/jhp.10.1.2021.139-154

    Maulana, I., Aan, A. S., & Li, S. (2025). Model kepemimpinan Kepala Desa Panjalu dalam penerapan kearifan lokal di Desa Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Jurnal Sains Student Research, 3(6), 192–200. https://doi.org/10.61722/jssr.v3i6.6232

    Misnanto, & Sholehuddin. (2025). Peran kepala desa dalam mediasi perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam perspektif restorative justice. Jurnal Hukum Keluarga, 6(2), 151–161. https://doi.org/10.62097/mabahits.v6i02.2511

    Muklis. (2026). Kewenangan pemerintahan dalam perspektif hukum administrasi negara. Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 7(1), 2022–2027. http://jurnal.bundamediagrup.co.id/index.php/iuris

    Nur Zulfahmi. (2023). Keadilan dan kepastian hukum (Refleksi kajian filsafat hukum dalam pemikiran hukum Imam Syâtibî). Misykat Al-Anwar: Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat, 6(2), 247–271. https://doi.org/10.24853/ma.6.2.247-272

    Panjaitan, B. S. (2025). Constructive criticism of the role of Sharia advocates in legal aid in the contemporary era. MILRev: Metro Islamic Law Review, 4(2), 1359–1392. https://doi.org/10.32332/milrev.v4i2.11294

    Panjaitan, B. S. (2026). Viktimologi: Pandangan advokat terhadap perbuatan pidana dan korban (Edisi revisi). Deepublish.

    Putra, G. R. A. (2022). Manusia sebagai subyek hukum. 'Adalah: Buletin Hukum dan Keadilan, 6(1), 27–34. https://doi.org/10.15408/adalah.v6i1.26053

    Rahayu, S. L., Mulyanto, & Aanti, M. (2016). Penguatan fungsi kepala desa sebagai mediator perselisihan masyarakat di desa. Yustisia, 5(2), 340–360. https://jurnal.uns.ac.id/yustisia/article/view/8750

    Rahma, A. A., Pangaribuan, C. P. A., L. A., & Azzahra, R. A. (2025). Penyelesaian sengketa melalui jalur litigasi: Perbandingan efektivitas penyelesaian sengketa antara jalur litigasi dengan penyelesaian melalui jalur nonlitigasi. SYARIAH: Jurnal Ilmu Hukum, 2(2), 46–53. https://jurnalistiqomah.org/index.php/syariah/article/view/2949

    Ramadhana, Y., Putri, R. Y., & Hasan, A. (2026). Model penyelesaian sengketa secara litigasi. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 4(1), 310–317. https://shariajournal.com/index.php/IJIJEL/article/view/1614

    Rauf, M. A., Fahriza, A., Syahputra, D., Ulya, F., Anjani, H., Riani, L., I, O. M., Ramadani, S., & Amelia, S. (2024). Peran kepala desa sebagai paralegal dalam empat balai Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar. Jurnal Ilmiah Penelitian Mandira Cendikia, 2(15), 1–10. https://doi.org/10.70570/jimkmc.v2i15.1415

    Siburian, K. (2021). Kewenangan kepala desa dalam menjalankan tugas pemerintahan berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Studi kasus di Desa Simbolon Purba Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir). Visi Ilmu Sosial dan Humaniora (VISH), 2(2), 225–241. https://ejournal.uhn.ac.id/index.php/humaniora/

    Suliandi, M., Wagiman, & Adrian, B. P. (2024). Hakim perdamaian yang diperankan kepala desa dalam penyelesaian sengketa tanah di Indonesia. Ekasakti Jurnal Penelitian & Pengabdian (EJPP), 4(2), 708–729. https://ejurnal-unespadang.ac.id/EJPP/article/view/1185/1135

    Sukron, A. (2024). Polarisasi politik antara kepala desa dengan penyelenggara pemilu: Studi kasus Pemilu 2024 di Bangkalan. Journal of Politics and Policy, 6, 103–112. https://doi.org/10.21776/ub.jppol.2024.006.02.0

    Vicry, J., Maisaroh, S., & Rohman, H. (2025). Peran kepala desa dalam penyelesaian konflik agraria lokal (Studi kasus di Desa Sera Tengah Kecamatan Bluto). Governance, 13(1), 93–104. https://jurnal.unismabekasi.ac.id/index.php/governance/article/view/10225

    Wibawa Arya, M. P., Prasada, D. K., & Budiana, I. N. (2026). Analisis normatif fungsi hakim perdamaian desa dalam penanganan konflik adat di Desa Adat Peliatan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 702–706. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/3129

    Zakaria, S. N. M., Agustinus, H., & Yossie, M. Y. J. (2024). Kewenangan berhak dan kewenangan bertindak menurut hukum perdata: Suatu kajian normatif. Hakim: Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial, 2(2), 195–204. https://doi.org/10.51903/hakim.v2i2.1751

    Zamroni, M. (2024). Konsep kewenangan dalam perspektif hukum perdata. Jurnal Mimbar Hukum, 36(2), 495–518. https://journal.ugm.ac.id/v3/MH

  • Downloads

    Download data is not yet available.

How to Cite

Panjaitan, B. S. (2026). Peran Kepala Desa sebagai Juru Damai dalam Menyelesaikan Sengketa Antarwarga Berbasis Keadilan Restoratif. Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum, 6(1), 163–175. https://doi.org/10.56393/nomos.v6i1.4459