• Indonesia menghadapi persoalan struktural dalam tata kelola sampah plastik laut yang akarnya bukan semata-mata teknis, melainkan menyangkut kegagalan arsitektur pertanggungjawaban hukum. Celah penelitian yang teridentifikasi adalah ketiadaan instrumen yudisial mandatori yang mengikat produsen sepanjang siklus hidup produk plastik, sementara beban ekologis terus ditanggung oleh masyarakat dan negara. Penelitian yuridis normatif ini menggunakan pendekatan konseptual dan perundang-undangan dengan bahan hukum primer dan sekunder dari kepustakaan hukum, laporan internasional, dan dokumen kebijakan. Temuan menunjukkan bahwa mekanisme pertanggungjawaban yang berlaku menciptakan kondisi “ilusi pertanggungjawaban” regulasi tampak aktif tetapi pemulihan ekologis nyaris tidak pernah terjadi. Kebaruan penelitian ini terletak pada rekonstruksi kerangka hukum lingkungan sirkular yang mengangkat Extended Producer Responsibility (EPR) dari pedoman administratif menjadi kewajiban yudisial mengikat, diperkuat Plastic Deposit Refund System (PDRS) serta mekanisme tanggung renteng (joint and several liability) lintas rantai pasok. Rekonstruksi ini berkontribusi pada pengembangan doktrin hukum lingkungan Indonesia yang responsif terhadap pencemaran plastik antargenerasi dan berorientasi pada keadilan ekologis.

  • Eriksen, M., Lebreton, L. C. M., Carson, H. S., Thiel, M., Moore, C. J., Borerro, J. C., Galgani, F., Ryan, P. G., & Reisser, J. (2014). Plastic pollution in the world’s oceans: More than 5 trillion plastic pieces weighing over 250,000 tons afloat at sea. PLoS ONE, 9(12), e111913. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0111913

    Friedman, L. M. (1975). The legal system: A social science perspective. Russell Sage Foundation.

    Fuad, M. B. (2020). Tanggung jawab negara dan korporasi terhadap kasus impor limbah plastik di Indonesia (perspektif Konvensi Basel dan prinsip-prinsip panduan bisnis dan HAM). Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 6(1), 97–125. https://doi.org/10.38011/jhli.v6i1.90

    Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia. Bina Ilmu.

    Lau, W. W. Y., Shiran, Y., Bailey, R. M., Cook, E., Stuchtey, M. R., Koskella, J., Velis, C. A., Godfrey, L., Boucher, J., Murphy, M. B., Thompson, R. C., Jankowska, E., Castillo, A. C., Pilditch, T. D., Dixon, B., Koerselman, L., Kosior, E., Favoino, E., Gutberlet, J., & Palardy, J. E. (2020). Evaluating scenarios toward zero plastic pollution. Science, 369(6510), 1455–1461. https://doi.org/10.1126/science.aba9475

    Mahadewi, K. J. (2024). Implementasi pengaturan pengurangan sampah plastik di Kota Denpasar melalui hukum sebagai sarana pengubah masyarakat. Jurnal Rechtens, 13(2), 245–260. https://doi.org/10.56013/rechtens.v13i2.3352

    Maruf, M. (2019). Indonesia response and recent development of law and policy in addressing marine plastic litter. Journal of Indonesian Legal Studies, 4(2), 167–188. https://doi.org/10.15294/jils.v4i2.34757

    Maskun, M., Kamaruddin, H., Pattitingi, F., Assidiq, H., Bachril, S. N., & Al Mukarramah, N. H. (2023). Plastic waste management in Indonesia: Current legal approaches and future perspectives. Hasanuddin Law Review, 9(1), 106. https://doi.org/10.20956/halrev.v9i1.3683

    Mukherjee, S. (2023). How much should the polluter pay? Indian courts and the valuation of environmental damage. Journal of Environmental Law, 35(3), 331–351. https://doi.org/10.1093/jel/eqad021

    OECD. (2016). Extended producer responsibility: Updated guidance for efficient waste management. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9789264256385-en

    OECD. (2022). Global plastics outlook: Policy scenarios to 2060. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/aa1edf33-en

    Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.75/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

    Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

    Pramiati, S. K., Soesilo, T. E. B., & Agustina, H. (2021). Post-consumer plastic packaging waste management in Indonesia: A producer responsibility approach. E3S Web of Conferences, 325, 03005. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202132503005

    Puspitawati, D., Susanto, F. A., Kurniaty, R., Kurniawan, A., Nursasmita, M. A., & Mohd Rusli, M. H. (2025). Regulatory and institutional approach in tackling marine plastic pollution: The practice of Indonesia. Jurnal Suara Hukum, 7(1), 23–67. https://doi.org/10.26740/jsh.v7n1.p23-67

    Puteri, I., Aliya, R., & Muhammad, S. A. (2018). Penerapan plastic deposit refund system sebagai instrumen penanggulangan pencemaran limbah plastik di wilayah perairan Indonesia. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 4(2), 129–150. https://doi.org/10.38011/jhli.v4i2.64

    Radbruch, G. (2006). Statutory lawlessness and supra-statutory law (B. Litschewski Paulson & S. L. Paulson, Trans.). Oxford Journal of Legal Studies, 26(1), 1–11. https://doi.org/10.1093/ojls/gqi041 (Original work published 1946)

    Sodik, D. M. (2020). Marine pollution in Indonesia and the regulatory framework. The International Journal of Marine and Coastal Law, 36(1), 114–135. https://doi.org/10.1163/15718085-BJA10038

    Soekanto, S. (2014). Faktor-faktor yang memengaruhi penegakan hukum (Cet. ke-13). RajaGrafindo Persada.

    Subekti, R. (2023). A circular economy-based plastic waste management policy in Indonesia (compared to China and EU). Yustisia Jurnal Hukum, 12(2), 168. https://doi.org/10.20961/yustisia.v12i2.72177

    SWITCH-Asia. (2024). Plastic policies in Indonesia: Country profile. SWITCH-Asia Policy Support Component. https://www.switch-asia.eu/site/assets/files/4409/plastic_policies_id.pdf

    Tan, D. (2022). Assessing Indonesia’s environmental laws pertaining to the abatement of marine plastic pollution: A euphemism? Jurnal Media Hukum, 29(1), 1–33. https://doi.org/10.18196/jmh.v29i1.13414

    Tanjung, N. P. P., & Wibisana, M. W. (2020). Politik hukum penanganan sampah plastik sekali pakai. Jurnal Magister Hukum Udayana, 9(1), 209. https://doi.org/10.24843/JMHU.2020.v09.i01.p15

    Tome, A. H., Rahim, E. I., Arief, S. A., & Pautina, A. (2024). Marine pollutions in Indonesia: Contradiction between regulations and settlement conditions. E3S Web of Conferences, 506, 05004. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202450605004

    Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

    Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

    Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

    United Nations. (1982). United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS). United Nations Treaty Series, 1833, 3. https://www.un.org/depts/los/convention_agreements/texts/unclos/unclos_e.pdf

    Walker-Franklin, I., & Jambeck, J. (2023). Plastic policies. In Plastics (pp. 83–94). https://doi.org/10.7551/mitpress/14571.003.0010

    Widagdo, S., & Anggoro, S. A. (2022). Combating ocean debris: Marine plastic pollution and waste regulation in Indonesia. The International Journal of Marine and Coastal Law, 37(3), 458–492. https://doi.org/10.1163/15718085-bja10093

    Zainuddin, F. (2023). Peran produsen dalam mengurangi sampah plastik. Bahtera Inovasi, 7(2), 56–64. https://doi.org/10.31629/bi.v7i2.6659

  • Downloads

    Download data is not yet available.

How to Cite

Nurdiansyah, F., & Supyan, I. B. (2026). Rekonstruksi Hukum Berbasis Extended Producer Responsibility dan Pertanggungjawaban Sirkular dalam Tata Kelola Sampah Plastik Laut di Indonesia. Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum, 6(1), 52–64. https://doi.org/10.56393/nomos.v6i1.4593